
''Bu Kirana Dimana ayah nya Adrian? kenapa tidak ikut hadir sekarang?'' celetuknya si ibu itu
semua langsung riuh suara orang saling berbisik . .
''oh iya ya kemana ayahnya ''
''iya Benar. kenapa dari tadi tidak kelihatan''
''iya ya. masa Adrian tidak punya ayah''
''pasti ada kan''
begitu kira-kira orang yang saling berbisik. membicarakan soal ayah dari Adrian . .
''Stop ibu ibu.. saya mengundang Anda semua kesini itu bukan untuk membicarakan tentang ayah dari anak saya.. kalau kalian masih seperti itu silahkan pergi'' pekik Kirana berteriak marah dan menatap semuanya dengan tajam..
seketika semua langsung diam. dan kembali ke tempat semula..
''Ki sudah'' Momy menenangkan putrinya.
''Sebaiknya acara kita bubarkan.. silahkan semua pergi'' Kirana menunjuk pintu
''Peergii...''
''Maafkan kami Bu. '
''maafkan saya Bu Kirana''
mereka satu persatu pun berlalu pergi . .
sekarang setelah semuanya pergi.. Kirana langsung terduduk dan menangis
''Bunda.'' Adrian merangkul Kirana
''Drian. . maafkan bunda nak'' memeluk Adrian
''Bunda, kenapa mereka bicara seperti itu.. Tapi tadi yang di bilang ibu ibu itu. sepertinya benar bunda. ayah nya Adrian itu kemana?'' tanya Adrian
Kirana bergeming...
Lalu Mama Andrew duduk sejajar dengan Adrian..
''Sayang cucu nenek.. ayah kamu itu ada kok Nak.. Hanya dia masih bekerja'' jelas nya
''Bekerja nek? Tapi kenapa tidak pernah temui Adrian?''
''Ya karena kerja nya itu sangat jauh sayang.. nanti juga pas saatnya akan bertemu kok dengan Adrian, ayah pasti pulang''
__ADS_1
''Benar Nek. nanti ayah akan pulang?'' wajahnya langsung antusias
''Iya Benar'' Mama Andrew menitikkan air matanya. tak tega sebenarnya..
''Bun. ayah akan pulang. bunda jangan sedih lagi'' Ucap Adrian mengusap air mata di pipi Kirana
''iya...'' Kirana coba Tersenyum agar anaknya tak ikut sedih
dan membawa Adrian kecil kedalam pelukannya.
Beberapa tahun berlalu..
nyatanya semua perkataan itu hanyalah semu. Karena nyatanya sampai detik ini. hati Andrew masih keras dia masih enggan menemui Adrian . .
Adrian yang mulai tumbuh besar ia semakin bisa berpikir dengan cepat..
''Bunda..'' memangil Kirana
''Ya sayang'' sahut bunda nya
''Bunda. kenapa anak itu bisa sama ayahnya. sedangkan Adrian gak pernah'' sambil menunjuk satu orang anak sedang bersama keluarga yang utuh . Adrian wajahnya langsung mengeras tampak tidak suka.
''Drian..'' Kirana tak sanggup melanjutkan ucapannya. Kirana menyentuh tangan Adrian. Tapi Adrian segera menepisnya
''Bunda. ayah mana bun? katanya ayah akan pulang. bunda'' Adrian berteriak
''Drian kita pulang ya'' ajaknya
''Bunda. kenapa anak itu ada ayah, sementara Drian gak. bunda Adrian mau ketemu ayah'' Adrian menangis di taman itu..
semua orang tampak Melihat kearah mereka..
''Sudah sayang ya. sudah jangan kaya gini. bunda mohon sayang''
Kirana segera membawa pulang Adrian yang masih menangis dengan jeritannya..
sampai di mobil, Adrian akhirnya tertidur. Kirana menatap wajah Adrian yang tenang. ''Maafkan bunda ya sayang..'' ucap Kirana
Lalu Kirana teringat pada Andrew.. ''Apa aku coba temui dia. dan bicarakan hal ini dengan nya'' Kirana bicara sendiri
Kirana tak tega melihat keadaan Adrian . Yang terus seperti ini. pasti semakin besar ia akan semakin terus menanyakan keberadaan ayahnya. .
Dan saat itu. beberapa hari nya, Kirana mencoba menemui Andrew.. dia awalnya berbicara baik-baik pada Andrew..
dan memohon untuk sekali saja temui Adrian. Tapi hati pria itu masih keras, dan masih tak terima keberadaan Adrian maupun Kirana..
akhirnya Kirana menyerah.. Kirana sudah tidak perduli kan tentang pria itu.. bahkan kini Kiranna tak membiarkan Adrian keluar rumah. agak tak lagi Melihat hal yang memacu ke arah sana...
__ADS_1
Kembali pada saat ini.
Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah Andrew.
bibi pun membuka kan..
''Permisi.'' Ucap seorang pria
''iya. cari siapa ya?'' tanya bibi pembantu rumah Andrew
''ini saya mau mengantarkan surat ini untuk Tuan Andrew. apa benar ini adalah rumahnya?'' ucap pria itu lagi
''Oh benar.ini rumahnya,''
''Baiklah tolong ini di berikut ya Kepada tuan Andrew.''
''Dari siapa?'' tanya bibi
'' maaf Saya tidak tahu. Tapi pasti di dalamnya ada nama pengirimnya'' jelas sang kurir
''Oh baik baik. nanti saya sampaikan''
''Baik terimakasih. saya permisi'' pamit kurir
''iya..''
lalu bibi pun segera memberikan kertas tersebut pada majikannya.
''Dari siapa bi?'' tanya Andrew begitu bibi menyodorkan sebuah kertas tersebut.
''TIDAK tahu tuan. Tapi katanya mungkin ada nama pengirimnya di dalam'' bibi mengatakan yang seperti yang di kurir tadi bilang
''Oh ok makasih bi''
''Iya tuan permisi''
''Hm..''
setelah Kepergian bibi. Andrew langsung membuka isi kertas tersebut
saat sudah di bukanya. Andrew langsung terkejut. ''Ini.. undangan pernikahan Sindy'' Andrew tubuhnya langsung lemas
''Sin... tidak Kenapa kamu Menikah dengan orang lain.. sindy aku gak terima'' Andrew langsung berteriak dan ia langsung membanting benda di hadapannya itu
Rupanya alasan Andrew tidak mau menerima Kirana dan juga anaknya. Karena Andrew masih mencintai Sindy. dan berharap Sindy akan mau bersamanya lagi.
Tapi sayangnya sekarang sudah tak ada harapan lagi untuknya memiliki Sindy. Karena kenyataannya Sindy Menikah bersama pria lain.
__ADS_1
akankan Andrew mampu melupakan Sindy dan menerima Kirana juga Adrian. selanjutnya ada di pesta pernikahan Sindy