
Bertepatan dengan kebahagiaan orang tuanya. Adrian pun kini kondisinya sudah stabil Adrian sudah benar-benar sembuh total. Tapi tetap Walaupun demikian dokter spesialis yang kemarin mengatasi Adrian memberikan saran untuk orang tertentu agar menjaga pola makan juga kondisi Adrian. Agar tidak terjadi lagi yang seperti kemarin..
Dua insan turun dari mobil menuju rumah sakit. Si pria langsung menggandeng tangan nya sangg wanita. Seolah takut kehilangannya ataupun mengatakan dan mengisyaratkan pada orang-orang itu bahwa dia kini adalah miliknya..
''Drew, bisa lepaskan tangan mu gak?'' ucap sang wanita dengan hati-hati
''Biarkan saja seperti ini, Aku ingin hari bahagia kita di saksikan banyak orang!'' jawab si pria menyeletuk
''Hah? Kamu berlebihan deh!'' wanita pun mengomel tapi tak urung dia masih juga di gandeng jari-jari manis itu oleh sang pria..
Andrew hanya membalas dengan tertawa..
Kini Sudah sampai di depan kamar rawat Adrian. Andrew segera menarik kenop pintu dan mereka masuk Adrian masih saja tak melepaskan pegangan tangan itu.
Kebetulan Momy nya Kirana yang memang sedang menunggu sang cucu itu pun menoleh begitu pintu di buka dari luar,.
Momy langsung terpaku di tempat saat melihat kedatangan dua insan itu di tambah saat Momy Melihat tangan mereka saling bersautan..
Diam-diam ada rasa hangat di hati Momy nya Kirana.
'Mungkinkah mereka?' Momy bergumam dalam hati
''Eh kalian sudah datang ?'' Momy pun menyapa
Kirana balas mengangguk
''Iya Mom..'' jawab Andrew mengagetkan dua wanita itu langsung saling pandang.
''Anak Ayah sedang main apa? Ayahnya gak di sapa nih?'' Andrew menghampiri Adrian yang lagi memainkan mainan anak kecil dan tak menghiraukan kedatangan Andrew.
__ADS_1
''Ayah, lihat Drian dapat hadiah ini dari uncle'' jawab Adrian memberitahu dengan antusias lalu kembali memainkan mobil mobil-lan rupanya.
''Uncle siapa maksudmu?'' tanya Andrew
''Uncle teman nya Bunda Yah.'' jelas Adrian
''Ohh.'' Andrew jadi tak tertarik lagi wajahnya pun mendadak datar.
''Kamu suka hadiah itu?'' tanya Andrew kembali setelah tadi beberapa saat hanya keheningan.
''Iya Yah. Drian suka!'' menjawab sambil tersenyum
''Nanti Ayah berikan yang banyak dan bagus-bagus melebihi hadiah yang dia berikan.'' ucap Andrew nadanya begitu cetus.
Kirana mendekati dua orang yang memiliki ikatan darah itu, Kirana memegang pundak Andrew ''Tenanglah, Adrian hanya anak-anak yang memang akan suka bila di berikan hadiah, bukan karena apa-apa kok.'' Kirana niatnya hanya menenangkan.
Andrew menoleh hingga mereka saling tatap ''Ya aku tahu, makanya tadi aku akan memberikan dia hadiah juga yang bahkan lebih bagus dari pemberian Pria teman mu itu. Aku tidak salah kan?'' masih saja ada nada kecemburuan di kalimat yang Andrew ucapkan
''Ohh ya, kau dan pria itu tidak ada sesuatu yang lebih dari clien bisnis kan?'' tanya Andrew tiba-tiba
''Hah? Ah tidak ada'' Kirana menggeleng
''Benarkah? Kalian tidak saling suka kan?'' apalagi ini pertanyaan Andrew.
Huhh
Kirana jadi jengkel sendiri..
''Kalau aku ada hubungan dengannya, sudah pasti aku menyuruhnya menikahi ku tadi, bukan minta nya padamu..'' tegas Kirana.
__ADS_1
Seketika Andrew tersenyum lebar dia manggut-manggut ''bagus, tapi kita jadi kan menikah nya?''
'haruskah di perjelas lagi?' batin Kirana
Kirana pun mengangguk saja..
Tiba-tiba Andrew mendekati wajah Kirana dan detik kemudian bibir itu akan mendarat di bibir Kirana. Tapi untunglah Kirana dapat menebak ia segera mendorong wajah Andrew dengan tangan.
''Drew...'' pekik Kirana menatap tajam.
''Hkmm, di sini masih ada Momy loh Andrew,!'' suara Momy Kirana Menyadarkan Andrew. Momy menatap dengan pura-pura marah.
''Eh i-iya.'' Andrew menggaruk tengkuknya ia malu sendiri.
Kirana mencubit pinggang Andrew ''Awwww aduhh sakit Ki..'' menatap Kirana
''Biarin, kamu buat aku malu tahu gak!'' omel Kirana tak perduli Andrew masih mengaduh.
''Tolong jelaskan pada Momy apa ini?'' tanya Momy kini serius
''Mom, tolong restui kami. Aku akan menikahi Kirana Dua hari lagi.'' sambil membawa tangan Kirana di genggamannya lagi Andrew mengucapkan niat nya dan meminta restu dia akan menikahi anaknya dari wanita baya itu..
Tak terasa Air mata Momy jatuh juga begitu mendengar sesuatu hal yang selama ini Momy doakan Momy pinta pada Tuhan, kebahagiaan mereka bersatunya mereka. Dan akhirnya kini doa Momy terjawab juga.
Momy menganggukkan kepalanya beberapa kali Momy menghampiri anaknya juga Ayah Cucunya. Momy memegang pundak mereka.
''Momy sangat setuju, dan Momy pasti merestui kalian. Ini yang Momy harapkan, bahagia lah Nak jaga putri Momy..'' terdengar isakkan tangis Momy
''Baik Mom.'' Andrew mengangguk mantap.
__ADS_1
Momy pun membawa mereka dalam pelukannya..
Akhirnya, congratulations ya Ayah Andrew dan Bunda Kirana!!