
Wajah Andrew langsung memerah saat tadi Sindy menanyakan hal yang sangat dia sembunyikan..
juga Kirana Langsung membulatkan matanya, ia tentu terkejut mendengar nya.
''Itu bukan lah urusan mu''.ucap Andrew dengan sangat dingin. lalu Andrew pun segera pergi dari tempat itu.
Kirana menatap kepergian Andrew, yang sebelumnya mata mereka sempat bertemu lagi. Karena Andrew menatap sekilas padanya. .
Kirana masih terkejut,
''Ki..'' panggil Sindy
''hm'' menatap nanar
''Lo Sudah tahu belum tentang Andrew yang tadi gue tanyakan padanya tadi'' kata Sindy.
Kirana pun menggeleng..
''Yang benar saja Ki. masa kamu belum tahu?''
''Ya Sin, memang aku baru tahu sekarang saat tadi kamu bicara kaya gitu pada Andrew'' jelas Kirana.
''Ki sebenarnya aku juga tahu nya dari temanku. dia itu pernah jadi partner kaya gitu Andrew. dan mengatakan kalau punya abdrew itu ternyata impoten Ki '' bisik Sindy
Kirana rasanya tak percaya.
...****************...
Dua bulan kemudian.
Kirana harus melakukan perjalanan bisnis ke kota Palembang..
ia ada pekerjaan di sana, dan mengharuskan ia untuk menginap beberapa hari di kota itu.
Adrian pun menangis ia mau ikut pergi bersama Kirana. Tapi Kirana tak mungkinlah membawa Adrian, dan Kirana mengatakan bahwa Adrian tak boleh bolos sekolah..
akhirnya setelah di bujuk ADrian mau juga di tinggal pergi oleh Kirana..
Disekolah Adrian memang langsung punya banyak teman. juga dia mendapatkan dua sahabat yaitu Kiki dan Juga Daniel.. itu nama sahabat Adrian,
Namun suatu hari di sekolah nya ada tugas yaitu menceritakan pengalaman bersama orangtua.
__ADS_1
saat itu Adrian tampak murung karena banyak teman-temannya menceritakan tentang bagaimana mereka bersama ayahnya,
Tapi Adrian hanya bisa menceritakan hanya bersama bunda nya saja.
hingga suatu hari, ada satu anak perempuan yang Adrian sangat tak suka.
''Hei , nanti kalian lihat ya Daddy aku.. dia itu sangat tampan loh, dia juga sangat sayang padaku'' Ucap seorang murid perempuan yang bernama Salsa.
Dan sering sekali perempuan itu membanggakan ayahnya.. dan itu membuat Adrian tak suka pada Salsa,
mungkin Adrian sebenarnya ia merasa iri, karena ia tak bisa merasakan kasih sayang ayahnya..
bahkan untuk sekedar bertemu saja ia tak pernah, dan bunda nya selalu mengatakan kalau ayahnya masih bekerja di tempat yang jauh...
Saat itu Adrian Sering menjahili Salsa. Karena dia sedikit kesal dengan Salsa yang selalu menceritakan tentang Daddy nya..
Karena saat itu Kirana masih di kota Palembang jadi Kirana belum tahu kalau Adrian suka menjahili teman perempuannya.
Kini Kirana sedang bersama asistennya, ia pun memesan satu kamar hotel. untuk dirinya dan asistennya Vivi. .
''Senang bekerja sama dengan Anda nyonya Kirana'' ucap Stefan Hansson Rejan kerja Kirana saat ini
''iya senang juga bisa bekerja sama dengan Anda Tuan Hansson'' balas Kirana
namun Kirana tampak seperti biasa saja, ia tak menunjukkan reaksi apapun,
pertemuan dengan clien nya tadi itu sore hari. dan kini sudah mau malam, tapi sebelumnya kembali ke hotel. Kirana pun pergi dulu ke tempat bisa dibilang pasar malam,
ia ingin membeli barang dan hadiah untuk Adrian nanti saat pulang,
setelah mendapatkan yang dia beli. Kirana pun bersiap untuk pulang ke hotel, dan tentunya beristirahat, karena hari sudah sangat malam.
Di tempat parkir, ia tak sengaja Seperti Melihat seorang pria yang begitu dia kenali ..
Tapi Kirana tak berniat menghampirinya, segera dia memasuki mobil dan pergi ke tempat hotel.
Sesampainya di depan hotel. tiba-tiba ponselnya berbunyi, Kirana pun segera mengangkatnya.
Kirana berjalan sambil berbicara pada seseorang di ponselnya,
jadi dia tidak terlalu fokus pada nomor hotel, saat telah di buka handle pintu. rupanya tak terkunci, Kirana pikir mungkin asistennya Vivi sedang berada di dalam...
__ADS_1
setelah pintu ia buka, Kirana pun segera masuk. dan ia juga memasukkan ponselnya Kedalam tas, karena dia sudah selesai dengan menelpon nya. Yang rupanya tadi itu dari Adrian.. Adrian lah yang menelpon dirinya. menanyakan kepulangannya.
Saat ingin masuk kedalam kamar, tak sengaja Kirana Seperti mendengar suara orang sedang melakukan hal intim.
Kirana pikir itu adalah Vivi .
..''astaga berani sekali dia''. kata Kirana.
Kirana pun mendobrak pintu masuk. Yang ia pikir di dalam adalah Vivi asistennya, namun saat dia sudah masuk. matanya langsung membulat sempurna.. Tapi buru-buru dia berbalik badan,
Dan saat Kirana mau pergi. rupanya pria itu mencegah dengan menahan tangan Kirana..
''Tolong lepas, dan maafkan saya yang tidak melihat dulu nomor hotel ini'' Ucap Kirana. ia menunduk
''Apa? lepaskan? hm ..'' sambil meneliti tubuh Kirana
Umpan yang indah tenyata datang sendiri tanpa harus di minta.. Ucap batin lelaki itu. tentu dengan tersenyum miring..
pria itu pun semakin mendekati Kirana, dan dengan beraninya ia ingin mencium pipi Kirana. Tapi cepat-cepat Kirana menghindar.
''Jangan berani macam-macam ya tuan Hansson'' Kirana menatap tajam
''Sudah lah jangan pura-pura Nona. saya tahu kamu itu membuntuti saya bukan. sehingga kamu sekarang datang ke kamar hotel saya.. jadi cepat kau layani saya''
''Apa kurang ajar sekali anda, dan jaga bicara anda itu'' Kirana ingin menampar pipi Hansson tapi sayang tangan Hansson lebih dulu memegang tangan Kirana dan menahannya..
''Cepat pergi dan tinggalkan kamar ini'' suruhnya pada wanita mainannya
''Tapi tuan?'' wanita itu tampak enggan.
''tenang saja uang nya nanti ku transfer'' kata Hansson
''Oh baiklah'' lalu wanita itu membuat memaksa pakaiannya dan pergi meninggalkan Hansson dengan Kirana.
''Hei jangan pergi... tolong lepaskan saya..'' teriak Kirana.
''Diam...'' Hansson menyeret tubuh Kirana
''Lepaaskan ku bilang.. tolong tolong'' sekuat tenaga Kirana melawan
Bugh..
__ADS_1
Hansonn dengan kasar membanting tubuh Kirana di atas kasur..
Kirana menggeleng ketakutan, ''Tolong siapa pun Tolong'' teriak Kirana meminta pertolongan ia sudah menangis . .