Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
86


__ADS_3

Dua Tahun Kemudian...


Waktu kini begitu cepat berlalunya..


Adrian sudah masuk sekolah SD. Dan Adrian sudah tak lagi sedih sekarang di sekolahnya, beda dengan saat waktu masih di bangku TK..


Adrian ini menjadi anak yang sedikit urakan, juga jahat kepada satu temannya , teman perempuan lagi.


Ceritanya, saat itu Adrian masih belum bertemu dengan ayah kandungnya,


Adrian merasa Menyesal masuk sekolah, Karena ternyata ada satu hal yang membuat nya tak suka dulu, Yaitu, semua orang memilki Ayah. Pernah ada acara sekolah, yang mengharuskan semua orang tua murid ikut hadir waktu itu...


Dan dari sana, Adrian sadar kalau hanya dirinya yang datang tanpa kehadiran Ayah.. Adrian marah benci kepada kenyataan ini, Adrian kesal pada Bunda nya. ''Sayang, tenanglah. sabar Nak '' ucap Bunda nya waktu itu.


''Tidak Bunda, Drian benci sama Ayah Bunda Drian benci..'' teriak nya marah dan sekarang mereka lagi di mobil. Adrian tak mau meneruskan acara itu


''Drian, bunda harus bagaimana Nak ?'' Bunda Kirana sudah mulai lelah.


''Bunda, sebenarnya Drian ini punya Ayah atau tidak sih Bun ? lalu kemana Ayah drian Bunda Kemana hhuu'' Adrian menangis pilu Adrian sudah lelah dengan keadaan .


''Ada Nak, ayahmu masih hidup''


''Tidak Bun. Ayah ku sudah mati,'' pekik Adrian

__ADS_1


''Jangan berbicara seperti itu sayang ?'' Kirana menggeleng sambil ikut menangis.


''Kenapa Bun, kalau Ayah ada mana sekarang Bun, Drian gak pernah melihatnya! kenapa Ayah gak temuin kita?''


''Karena Ayah mu,,, bekerja sayang'' jawab Kirana pelan.


''Bunda bohong,''


''Bunda tidak bohong Drian ''


''Gak, Bunda pasti bohong karena teman nya Drian juga kalau ayahnya pergi bekerja itu pasti selalu pulang Bun, tapi kapan ayah pulang ?'' Adrian sesenggukan.


''Maafkan Bunda Nak '' Kirana segera mendekapnya dengan erat. Karena kelelahan Adrian sampai tertidur.


''Hei Ra, nanti kamu lihat ya'' ucap anak perempuan bernama Salsa, tengah berbicara kepada dua temannya yaitu Maura dan Pricilla.


''Lihat apa?'' tanya Maura


''iya lihat apa Sa?'' Pricilla ikut menyahut.


''Nanti kalian lihat Daddy aku ya, dia bakal datang sama Mama aku,'' jawab Salsa menjelaskan.


''Beneran Sa, Daddy kamu mau datang ?'' tanya Maura antusias.

__ADS_1


''Benar, pokonya lihat saja, Daddy aku itu sangat tampan loh, dia juga sangat baikkk banget, nanti aku kenalin deh pada kalian '' ucap Salsa yang membanggakan ayahnya..


Disitu tak sengaja Adrian mendengar percakapan Tiga murid perempuan itu yang dimana Ada satu anak perempuan yang membanggakan ayahnya, sedangkan perasaan Adrian sekarang, justru dia tengah merasa sedih... karena lagi-lagi Ayah Adrian tak ikut hadir, jangankan hadir. melihatnya saja pun Adrian belum pernah,


Rupanya, dari sejak saat itu, Adrian Seperti menaruh benci nya kepada Salsa, yang seolah mengejeknya yang tak memiliki Ayah.


Dari sejak itu, Adrian membenci Salsa, dan suka menganggu salsa di kelas.


Hingga pada akhirnya, dengan terpaksa Adrian harus di pindahkan sekolah, Karena telah melakukan kesalahan fatal yaitu membuat Salsa celaka..


Namun kini Adrian sudah memasuki kelas Dua SD, dari sejak itu dirinya pindah, sudah tak lagi bertemu dengan Salsa si Cadel..


Dan hal positifnya adalah sebelum masuk SD, Adrian akhirnya bertemu juga dengan ayah kandungnya, yaitu Andrew, yang saat itu datang bareng bersama Bunda nya, saat baru pulang dari kota Semarang. Maaf kalau salah lupa .


Kini, waktu cepat berlalu, Dia tahun sudah Adrian merasakan kasih sayang ayahnya, sudah dua tahun juga Andrew menunggu cintanya Kirana..


Sampai pada akhirnya, Andrew merasa tak semangat lagi saat mendengar Kirana dekat dengan seorang pria bernama Excel, pria yang waktu itu pernah di lihatnya..



Nih, Ayah Andrew yang menunggu cinta sahabat kecilnya,


Memang perasaan tak ada yang tahu, awalnya Kirana lah yang mengejar-ngejar, sekarang Bang Andrew justru yang mengejar cinta teman masa kecilnya ini.. Kirana !

__ADS_1


__ADS_2