
Memang Adrian kini merasa bahagia bisa mengobrol dengan Excel dan juga Adrian sangat terhibur oleh candaan Excel
Tapi sesekali ADrian merasaa ada yang aneh dan hilang Adrian pun langsung teringat pada sang Ayah yang sedari tadi dia membuka matanya Adrian tak nampak melihat kehadiran sang Ayah..
ADrian bertanya-tanya dimana ayahnya itu Adrian kembali merasa takut bila Andrew akan menghilang seperti waktu dulu.
Beberapa saat yang lalu Adrian sudah di pindahkan ke ruangan VIP seperti yang Andrew minta. Dengan di bantu oleh Excel tadi memindahkan barang-barang yang di perlukan di rumah sakit ini.
Adrian merenung sendiri dan wajahnya jadi murung Kirana pun merasa aneh dan cemas Adrian jadi pendiam
Oh ya Excel sudah pulang sedari tadi karena hari juga sudah mau malam dan Excel tak ingin mengganggu kesembuhan juga istirahat Adrian bila dia masih di rumah sakit itu..
''Sayang kenapa ?'' suara Kirana menyadarkan lamunan Adrian
''Bun, Ayah mana?'' Adrian langsung bertanya
''Oh itu , Em. Ayah ada urusan dulu nanti ke sini lagi kok.'' jawab Kirana memberikan alasan agar anaknya percaya
''Ini kan sudah malam Bun, apa urusan orang dewasa itu sampai malam-malam juga ya Bun ?'' tanya Adrian polos yang mungkin merasa aneh.
Kirana tersenyum mendengar pertanyaan sang anak yang ada pikiran ke arah sana.
''Sudah pasti ada sayang, mungkin sebentar lagi ayah kembali '' ucap Kirana yang sekedar untuk menenangkan sang putra Karena Kirana sendiri pun tak tahu apakah malam ini Andrew akan ke sini lagi
atau tidak..
__ADS_1
''Yasudah Bun, Drian ngantuk Bun'' ucapnya Manja
''Ayo kita tidur Nak agar cepat sembuh katanya mau segera pulang kan?''
''Ya Bun, Drian gak betah di sini.'' ucapnya merajuk tapi itu sangat menggemaskan.
Setelah itu ADrian pun mulai memejamkan matanya dan nafasnya mulai naik turun pertanda Adrian sudah tidur..
Kirana pun membenarkan selimut sang anak lalu mencium kening Adrian ''Selamat bobok sayang'' ucapnya. Lalu Kirana beranjak dan ia ikut membaringkan tubuhnya yang sedikit letih di atas ranjang yang di minta Andrew di ruangan kamar ini
Kirana mencoba memejamkan matanya tapi lagi-lagi tak bisa bayangan Andrew membuatnya tak tenang Kirana memikirkan keadaan sahabatnya itu.
'Kira-kira sedang apa ya dia?' Kirana berbicara sendiri
Tak lama rasa ngantuk datang dan Kirana pun mulai tertidur nyenyak mengikuti mimpi Adrian yang sudah lebih dulu tertidur tadi..
''Ayah.''
'Ayah.'' Adrian memanggil Andrew keringat pun bercucuran di badan Adrian.
jantungnya berdegup kencang Adrian merasa mimpi itu nyata. mimpi Andrew pergi sangat jauh dan meninggalkan nya lagi.
''Ayah.'' kembali anak kecil ini memanggil nama sang Ayah. Adrian teringat dengan ponsel Kirana dengan itu Adrian bisa menghubungi sang Ayah dan memintanya untuk Cepat datang ke rumah sakit ini
Tut....
__ADS_1
Tuuutttt
Dering panggilan terus terdengar di telinga Adrian karena Andrew lama akan menjawab panggilan itu
Tut
Adrian terus mencoba menghubungi Andrew.
Dan akhirnya
[Halo ada apa, menelpon malam-malam?] suara itu sangat dingin terdengar oleh telinga Adrian
[Halo Ayah. Ini Drian ayah Drian mau ketemu Ayah.] rupanya yang terdengar bukan suara Kirana melainkan suara Adrian anaknya yang terdengar sangat pilu.
[Sayang kau sudah sadar Nak? kau sudah bangun?] tanya Andrew antusias Andrew sangat senang akan hal ini
[ Iya Ayah. Tapi Drian sedih karena Ayah tidak menemui Drian dari sore kenapa Ayah ? apakah Ayah mau pergi meninggalkan Drian lagi Ayah? Ayah sangat jahat...] tiba-tiba Adrian berteriak histeris dan badannya menggigil saat berpikiran Andrew akan meninggalkan nya kembali.
[Tidak sayang! kau Jangan berpikir yang buruk seperti itu, ayah ada bersamamu sayang. Ayah mencintaimu, menyayanginya.. Ayah tak mungkin meninggalkan mu lagi tidak sayang..] di lain tempat Andrew ikut cemas dan menenangkan sang anak agar tak berpikir seperti itu terhadapnya..
Rupanya tanpa ada yang menyadari Kirana ikut terbangun dan menyaksikan bagaimana tadi anaknya ketakutan dan berpikir Andrew meninggalkan Adrian lagi..
Hati ibu mana yang mau melihat mental anaknya seperti itu, Kirana tidak bisa melihat Adrian meraung dan takut kehilangan Andrew..
Mungkinkah ini saatnya dia menentukan pilihan demi jiwa dan mental sang anak Kembali stabil seperti anak yang lainnya yang mempunyai keluarga juga orang tua yang utuh..
__ADS_1
Besok Kirana akan meminta berbicara empat mata dengan Andrew tentang putra mereka..