Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
78 konyol


__ADS_3

Seharian ini, Kirana mendiamkan Andrew, dan hal itu tentu sangat mengganggu untuk pria itu.


''Sedang apa?'' tiba-tiba tangan itu melingkar di pinggang seorang wanita, yang tengah mencuci piring.


wanita Cantik itu matanya langsung membola menatap tangan pria ini , juga kaget, dengan kedatangan Andrew yang tiba-tiba.


''Lepas, ngapain sih, tiba-tiba kaya gini.'' protes Kirana dengan menyingkirkan tangan Andrew.


''Kau ini kenapa sih, perasaan aku tak melakukan kesalahan.'' ujar Andrew meminta penjelasan atas sikap Kirana hari ini.


Kirana diam tak sekali pun menyahut ucapan atau pertanyaan Andrew, dirinya ini masih kesal pada Andrew karena, ya yang tadi pagi itu, sebenarnya kalau di pikir-pikir, kenapa juga Kirana harus kesal, bukankah tak ada apa-apa di antara dirinya dengan Andrew ? Hah.. Lelah memikirkan hal ini


Cepat-cepat Kirana menyelesaikan pekerjaan mencucinya. Kirana mengelap tangannya yang basah oleh kain yang tersedia,


Lalu dia berjalan meninggalkan Andrew, dan menuju kamar sang putra. Namun rupanya Adrian tengah tidur siang.


Andrew terus mengikuti kemana Kirana melangkah, selama itu juga Kirana mengacuhkannya..


Kirana kembali ke dapur, lalu ia mengambil gelas, juga mengambil gula dan teh. Mungkin Kirana mau membuat teh manis..


Tapi rupanya Kirana hanya membuat satu saja. Hal itu langsung di protes oleh Andrew.


''Kenapa membuat satu teh saja ?'' tanya Andrew


''Ini hanya untukku,'' jawab Kirana.


''Aku juga mau, buatkan lagi.'' titahnya dengan kok memaksa.


''Kau mau, memangnya ?'' tanya Kirana


Andrew cepat mengangguk '' Sudah pasti aku mau, ayo buatkan untukku juga!'' masih dengan nada yang sama.


''Ada ya, yang meminta dengan seperti itu,maksa'' sindir Kirana.


Baiklah ''Ki, sayang, Ibu dari anak anakku, tolong buatkan teh manis untukku juga ya!. untuk Ayah dari anak anakmu nanti.'' ucap Andrew kini mendadak sangat lembut.

__ADS_1


Kirana menatap Andrew, dengan heran.


''Aku tunggu di depan ya, jangan lama!'' bisik Andrew


Lalu..


Cupp . Andrew mencuri ciuman dulu di pipi Kirana,


Dan segera berlari kecil pergi dari hadapan Kirana, yang sudah siap mengomel.


Kirana matanya langsung membola sempurna. namun tubuhnya terasa terpaku mendapat perlakuan dadakan seperti tadi dari Andrew.


Kirana menggigit sendok yang sedari tadi di pegang nya, terasa manis seperti perlakuan Andrew barusan, Eh, manis lah. kan, bekas ngambil gula tuh Sendok..


Kirana mengucap istighfar, Sadar Ki jangan ter bujuk rayunya buaya darat tuh laki-laki.Dia bukan lagi Andrew yang dulu, dia yang sekarang .. '' Kirana tak mampu melanjutkan ucapannya saat mengingat Andrew yang sekarang. Nakal


Kirana datang menghampiri Andrew yang tengah berkutat dengan laptopnya. mungkin Andrew sedang melakukan pemeriksaan perusahaan melalui laptop. Sama seperti yang sering dilakukan oleh Kirana juga..


Kirana memberikan gelas berisi teh manis hangat untuk Andrew ''Ini, teh nya'' ujar Kirana


''Ou ya, terima kasih.'' ucap Andrew menatap Kirana sambil senyum manis terukir untuk Kirana.


Andrew kembali berkutat dengan laptopnya.


Lalu sesekali Ia, meminum teh yang Kirana buat.


Kirana sangat penasaran siapa sebenarnya wanita yang tadi sempat Andrew sebut namanya itu..


''Drew,'' Kirana mulai memanggil, walau sepertinya dia sedikit ragu untuk bertanya hal ini..


''Ya.'' Andrew menyahut tanpa melihat.


''Itu, siapa?''


''Siapa? apa?'' tanya Andrew masih fokus mengetik.

__ADS_1


''Em, yang kau sebut pagi tadi'' ucap Kirana lagi


''Yang mana?'' masih fokus pada laptop.


''Prita.'' kini Kirana mengatakan dengan jelas.


''Ohh itu , temanku'' jawabnya asal


''teman ya?'' tak percaya.


''Iya,''


''Ah, akhirnya pekerjaan ku, sudah beres.'' seru Andrew lagi sambil merenggangkan kedua jari tangannya.


''Teman kamu yang ke berapa?'' tanya Kirana lagi.


''Teman yang mana? Dan apa maksudnya'' kini Andrew sudah fokus.


Kirana jadi bingung sendiri, bukankah mereka lagi membahas Prita?


''Iya, itu si Prita teman kamu yang ke berapa? atau mungkin teman kencan ku yang ke berapa hm?'' jelas lagi Kirana menanyakan.


Kirana sampai haus, terus menerus bertanya, lantas dia pun meminum lagi teh miliknya.


''Prita?'' mengingat dulu, ''Oh , itu si Prita itu mah, dia hanya pemeran film yang aku tonton semalam, Hah iya, aku ingat, semalam tuh aku nonton film Jepang, ada namanya dia si Prita.'' jelas Andrew


Kirana terkejut sampai ''Uhukkk.. Uhuk,'' dia tersedak minuman nya sendiri.


Apa? jadi maksudnya, yang Kirana pikirkan sedari tadi itu .. cuma pemain film? Oh astaga, sungguh ini konyol sekali.. Kirana memikirkan hal yang tidak sepatutnya dia cemburui, cemburu? Apa benar, dia cemburu, Entahlah.


''Kalau minum, makanya hati-hati dong'' peringat Andrew, dan mengusap tengkuk Kirana yang sedang tersedak itu, Andrew tidak tahu saja, yang sedari tadi Kirana tengah pikirkan. dan penyebab nya terbatuk ini..


Kirana mendongak menatap Andrew


''Jadi, Prita itu, hanya pemain film yang kau tonton?'' kembali memastikan

__ADS_1


Andrew berkali-kali mengangguk '' iya, memangnya kenapa sih?'' Andrew merasa heran.


Kirana menggeleng, tak menjawab, Bisa besar kepala kalau sampai Andrew tahu..


__ADS_2