Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
75


__ADS_3

Andrew berniat ingin mengantarkan Kirana kembali ke Jakarta, begitu juga dengan dirinya yang akan langsung kembali. padahal pekerjaannya di kota ini masih belum terselesaikan.


''Kau sudah bersiap.?'' tanya Andrew


Kirana sedang duduk di pinggir ranjang


lalu menatap Andrew


''aku sudah siap tapi, biarlah aku pulang sendiri aku bisa kok, dan pasti kau masih ada pekerjaan disini kan?'' tebak Kirana


karena tadi Andrew sudah mengetakan kalau dia akan mengantarkan Kirana pulang.


''tidak apa-apa biar aku antar kau pulang. lagian urusan ku di sini sudah selesai!,'' jawab Andrew tentu hanya alibi


Kirana menghela nafas.. ''baiklah terserah mu saja.'' putus Kirana


Dan kini sekarang mereka sudah di jalan didalam mobil menuju Jakarta.


''Apa Adrian ada menghubungi mu?'' tiba-tiba tanya Andrew


''iya ada, dia meminta ku untuk cepat pulang. saat malam itu sebelum kejadian itu terjadi.'' lirih Kirana mengatakan ia mendadak sedih lagi


Andrew mengangkat tangannya lalu mengusap Pahu Kirana '' tenanglah! ''


Kirana menatap pada tangan Andrew yang masih berada di bahu kanannya,


''maaf. tolong singkirkan tangan kamu!'' suruh Kirana


''Ya! kenapa,?'' tak paham


''Karena kita bukan lah muhrim'' jawab Kirana to the poin


Oh .... Andrew sampai terpaku mendengarnya.

__ADS_1


Tiba kini di bandara , mereka pun melanjutkan lagi perjalanan.


''Nanti aku ikut ya ke rumah mu!,'' tiba-tiba ucap Andrew lagi


'' mau apa?'' tanya Kirana


''Aku ingin bertemu dengan Adrian'' jawab Andrew menatap sekilas pada Kirana


''untuk apa?'' tanya Kirana kembali


''ya, untuk lebih mendekatkan lagi sama anakku'' kekeh Adrian


''Oh anak mu, ya!'' ejek Kirana


''memang benar dia anakku, kan?''


Kirana tak menyahut dia hanya diam saja.


Akhirnya mobil yang di kendarai langsung oleh Andrew sudah sampai di pekarangan rumah Kirana.


Akhirnya Kirana yang kalah dan jadilah sekarang keduanya di rumah yang tak terlalu besar,namun terlihat sangat nyaman. itu yang tergambar di mata Andrew


Di dalam rumah, Adrian yang sedang bermain bersama bibi. nampak penasaran begitu mendengar ada suara mobil memasuki pekarangan rumah.


Cepat-cepat Adrian menatap keluar


''Den Adrian mau kemana?.'' bibi bertanya


''Itu bi, di sana ada mobil '' jelas Adrian sambil menunjuk ke depan atau keluar.


Dan melanjutkan jalannya, di ikuti bibi.


Seseorang turun dari mobil, dengan menenteng sebuah paper bag. Kacamata bertender di atas hidungnya. Dan diikuti Kirana yang ikut keluar dari mobil tersebut

__ADS_1


Senyum merekah terukir di bibirnya Adrian ''Bunda .... '' Adrian segera berlari


''Bunda, Drian kangen sama Bunda'' memeluk lutut Kirana


Kirana mengusap kepala Adrian


Lalu Kirana berjongkok mensejajarkan diri dengan Adrian, '' Bunda juga kangen kok sama Adrian, gimana di rumah Adrian tidak rewel, kan?'' tanya Kirana


Adrian tersenyum lalu menggeleng ''Tidak kok Bun, Adrian tidak rewel.'' jawabnya cepat


''Ya baguslah kalau kamu tidak rewel itu bagus sayang''


Hm ... Adrian menatap pada seseorang yang datang bersama Bundanya.


''Bun,'' panggil Adrian


''Iya kenapa?''


''Itu, siapa Bun? kenapa bisa datang nya sama Bunda?'' tanya Adrian sangat penasaran


''Oh ini ... ''


''Sayang, aku ini adalah Ayah mu,'' tiba-tiba ucap Andrew sambil berjongkok di depan Adrian


''A-ayah?'' Adrian sampai terbata menatap mata Andrew


Andrew mengangguk lalu menggenggam tangan Adrian, ''Iya sayang ini Ayah, kemari! Nak?'' Andrew mengulurkan tangannya agar Adrian mendekat


Perlahan kaki Adrian melangkah dan ia dengan cepat memeluk tubuh Andrew ''Ayah ... Ayah, Drian rindu sama Ayah. Ke-kenapa A-ayah tidak pernah jenguk Drian juga Bunda?'' suara Adrian sampai terputus-putus karena dia begitu sangat senang juga masih tidak percaya akan hal ini.


''Maafkan Ayah, Nak. maafkan Ayah.'' hanya itu yang bisa Andrew ucapkan


Pelukan pun terlepas.

__ADS_1


Lalu Adrian menatap pada Andrew dengan begitu intens, ''Tapi .... Sepertinya Drian pernah lihat Ayah deh, tapi dimana ya,?'' seru Adrian tiba-tiba . Ia merasa tak asing dengan wajah Andrew. Dan menatap Andrew sampai serius. Mencoba mengingat mungkin


__ADS_2