
''Aku tidak tahu. haruskah aku mempercayai mu, tapi setelah yang ku lihat hari ini. kau yang membuat kepercayaan ku hilang padamu'' Ujar Sindy
'' tidak Sayang kau tidak boleh bicara seperti itu, aku tidak mengerti dengan semua ini, ku mohon kau harus percaya padaku'' Ucap Andrew memohon
''Apa maksudnya kau bicara seperti itu, kita disini bukan lah seorang anak kecil yang tidak mengerti dengan semua yang kita lihat. tapi kau bilang kau tidak mengerti, bukankah kau yang melakukannya dengan putriku Kirana. lalu sekarang kau bilang seperti itu, lalu bagaimana dengan putriku hah'' Teriak Momy Kirana merasa tak terima dengan pikirannya Andrew.
''Tapi Tante, saya tidak ingat apapun. saya juga tidak ingat apakah saya melakukan nya atau tidak'' Ucap Andrew dengan pembelaan nya
''lalu maksudnya kau menuduh putriku yang sengaja dan menjebak mu Begitu. ya memang saya sudah tahu kalau putri saya sangat menyukaimu, tapi dia juga sudah bilang kemarin Kepada saya dan Daddy nya. kalau dia sudah akan melepaskan mu dengan Sindy''
Ya memang kemarin kemarin Kirana sudah bilang dia akan melupakan Andrew. dan dia sudah merelakannya..
''Sudah sudah, kita cari jalan tengah saja'' ucap Mama Andrew
''Yasudah sekarang kamu nikahi putri saya'' Ucap Momy Kirana tiba-tiba mengusulkan untuk Andrew menikahi Kirana
''Apa, itu tidak mungkin Tante. karena saya sudah punya calon punya kekasih. bahkan Minggu ini kita akan menikah. lalu bagaimana bisa sekarang Tante, bilang saya menikahi Kirana. ini tidak lucu Tante'' Andrew pun langsung menolak dan membantah ucapan Momy Kirana
''Terus bagaimana juga dengan nasib Kirana hah. yang sudah kau ambil segalanya'' Momy Kirana kembali marah
__ADS_1
Andrew menghela nafas berat dia frustasi Andrew mengusap wajahnya kasar, Andrew bingung..
''maaf semuanya. saya perlu bicara dengan Kirana hanya berdua'' Ucap Sindy tiba-tiba
Semuanya langsung menatap pada Sindy.
''Aku ikut'' Andrew Sudah ingin berdiri
''Tidak, biar kita berdua saja. ada hal penting yang ingin ku bicarakan hanya dengan Kirana saja'' putus Sindy dengan tatapan yang penuh arti Kepada Andrew
Andrew pun mengangguk..
''Ya''
''Ada apa?'' tanya Kirana lebih dulu berbicara
''Coba kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi disana, dan kenapa kamu juga bisa ada disana?'' kata Sindy
''Ya disana Andrew mabuk parah, karena di paksa oleh teman kuliahnya untuk minum . lalu setelah semua bubar dan kembali ke tempat hotel dimana kita memesan kamar masing-masing, tapi rupanya Andrew salah masuk kamar, dia malah masuk ke kamarku.. saat itu aku sedang berganti pakaian, lalu aku lupa kunci pintunya.. dan ya Andrew melakukannya saat setengah sadar, dan juga memang Andrew mengajak beberapa teman wanita saat kuliah dulu'' Kirana menjelaskan dengan sesenggukan karena menangis.
__ADS_1
''Sin, tolong Lo mengerti ya. dan gue juga Minta maaf Sin, gue yang gak bisa menahan hasrat Andrew. tapi bukan gue gak menolak gue udah Sin, gue coba pergi dan menghindar, cuma saat itu tenaga Andrew kuat Sin..'' sambil masih menangis
''Gue gak tahu harus percaya ke siapa, tapi gue kecewa pada kalian berdua'' Sindy menatap Kirana tajam . ada rasa benci pada Kirana
''iya gue ngerti tolong Lo maafin gue.. dan gue takut kalau gue hamil Sin'' Ucap Kirana tiba-tiba
Sindy menghela nafas Berat...
Sindy pun berlalu pergi tanpa mengatakan apapun lagi. bahkan Sindy langsung pulang tanpa berbicara dengan Andrew terlebih dahulu.
Kirana kembali ke tempat dimana dua keluarga sedang berkumpul itu..
''Mana Sindy?'' Tanya Andrew begitu melihat Kirana hanya datang sendirian
''pulang'' jawab Kirana singkat
''pulang. kok gak bilang dulu''
Kirana hanya mengangkat bahunya acuh, dan kembali duduk di tempat nya tadi..
__ADS_1
Andrew pun menatap Kirana dengan tatapan penuh Curiga.