
Andrew masih mengungkung tubuh Kirana yang terbentur sisi mobil, lalu Andrew menatapnya semakin tajam.
Kirana tak mengerti dengan pria ini? mau apa sebenarnya, ''Lepas, aku mau pergi !'' ucap Kirana .
Andrew segera mencekal ke-dua lengan Kirana, ''Siapa pria tadi itu?'' tanyanya suaranya sangat dingin menusuk .
Kirana semakin kebingungan, ''P-pria A-ppa?'' sampai terbata.
''Kau tadi berpelukkan dengan siapa?. siapa dia?'' dengan setengah membentak.
''Bukan siapa-siapa, dan apa yang kau katakan ? aku tidak mungkin memeluk seorang pria '' tegas Kirana, dia tidak tahu saja kalau Andrew sempat melihatnya tadi si sekitar lobby kafe.
''Oh ya? Tapi, aku melihat mu, kau dipeluk pria itu saat di lobi kafe tadi.'' ujar Andrew dengan memperjelas yang dia maksud.
Kirana cukup kaget, benarkah Andrew melihatnya tadi saat dia sedang bersama Excel , yang merupakan clien nya .
''Siapa dia?'' tanya Andrew kembali mendesak Kirana agar menjawab.
''Siapa pun dia, itu bukan urusan mu bukan ?'' kata Kirana.
''Ya...itu harus jadi urusan ku juga dong'' balas Andrew
''Kenapa ?'' Kirana bingung
__ADS_1
''Karena kau adalah ibu dari anakku, jadi aku tidak mau kau dekat dengan seseorang yang sembarangan '' tiba-tiba ucap Andrew,
Kirana semakin menatap heran, apa maksudmu, dia kan tidak seperti yang Andrew kira .
''Tapi, kau bukan lah siapa-siapa ku.'' tegas Kirana.
''Hm, mungkin itu benar tapi Kirana.'' Andrew semakin mengungkung tubuh Kirana sampai Kirana juga semakin menempel pada pinggir mobil , dan menahan tubuh Andrew dengan tangannya, agar tak terlalu menempel
''Soal pria yang mendekati mu, itu menjadi urusanku juga, karena aku tidak ingin pria itu hanya menginginkan mu saja, tapi kalau sampai dia tidak suka pada Adrian, maka pria itu berhadapan langsung dengan ku.'' Andrew melanjutkan lagi kata katanya, dengan serius.
''Drew, ku mohon jangan lah ikut campur soal diriku, dan ini tidak ada kaitannya dengan mu, mungkin kau memang adalah ayah nya Adrian, tapi. soal pria manapun itu adalah hidupku, jangan lah mengatur Seperti ini '' kata Kirana ia protes dengan perkataan Andrew barusan, lagian siapa yang dekat dengan Pria, tidak ada .
''Jadi kau tidak setuju yang ku bicarakan tadi, jadi kau ingin memiliki kekasih yang tidak menerima anakku begitu ?'' Andrew setengah membentaknya
''Bukan seperti itu, apa sih maksudmu, aku juga ibunya mana mungkin aku tak memikirkan kesana.'' Kirana ikut tersulut emosi
''Bukan urusan kamu.''
''Kirana..''
''Apa?''
Gepp
__ADS_1
Tak tahan akhirnya Andrew segera menangkup tengkuk Kirana, dan mendaratkan ciuman di bibir Kirana tanpa sadar .
Kirana langsung kaget dia membulatkan matanya.. Apa apaan Andrew ini.
''Emmhh.. mmmmhh'' Kirana coba melepaskan ciuman Andrew.
tapi Andrew semakin menggila, ******* dan menggigit nya pelan .
Kirana terus menyingkirkan badan Andrew agar melepaskan pagutannya..
Akhirnya Andrew melepaskan juga, saat di rasa Sepertinya Kirana akan kehabisan nafas.
Plak,
Tamparan keras langsung mendarat di pipi kiri Andrew..
Kirana langsung menatap tajam pada Andrew. ''Apa yang kau lakukan hah? kenapa kau berani mencium ku?'' teriak Kirana marah
''Kau kenapa marah, dan kenapa kau menampar ku?'' tanya Andrew ikut membentak
''Kenapa? kau bilang kenapa ? apa kau tidak sadar, yang kau lakukan tadi kepada ku itu salah Drew, itu dosa.''
''Oh, maaf tadi aku kelepasan.'' Ucap Andrew begitu datar nya dan tak merasa bersalah..
__ADS_1
Kirana segera menyingkirkan badan Andrew dan cepat-cepat dia masuk ke mobilnya, lalu menutup pintu mobil dengan keras, dan brummm mobil melaju dengan kecepatan tinggi, Andrew masih mematung sambil menatap mobil Kirana yang membawa wanita itu pergi..
''Astaga, apa yang sudah gue perbuat, dia pasti sekarang marah sama gue.'' Andrew berbicara sendiri.