
''Dimana aku'' kata Kirana sambil menyipit kan matanya, karena silau matahari yang masuk dari celah jendela
Hah dimana ini'' katanya lagi langsung terduduk sambil melihat sekeliling ruangan, yang Terasa aneh... ini bukanlah kamar nya!
Ceklek... pintu terbuka
''Sudah bangun rupanya '' ujar orang yang datang itu
''Sii-siapa Anda'' gagap Kirana karena tidak mengenali ruangan itu juga orang yang ada dihadapannya ini
''Saya yang menolong anda nona, saat Anda pingsan semalam'' ucap orang tersebut
''pingsan? gumam Kirana
''Iya dan maaf saya membawa Anda ke tempat saya, karena saya tidak tahu dimana rumah Anda'' kata orang itu mengatakan alasan dirinya membawa Kirana, yang saat ini ada di rumahnya
''Baik te-terima kasih... saya harus pulang'' ucap Kirana yang langsung ingin berdiri tapi dirinya masih lemah, akhirnya ia akan terjatuh lagi untung orang tadi segera menahan tubuh Kirana, dan tidak sampai terjatuh ke lantai
Seperkian detik, tatapan mereka. beertemu Cantik'' kata batin orang itu buru buru ia berdehem dan melepaskan tangannya yang masih menahan dari tubuh Kirana
Kirana pun tersadar ia jadi salah tingkah , ''Maaf saya jadi merepotkan Anda'' ucap Kirana
''Tidak , tidak merepotkan sama sekali kok'' ujar orang itu
Ooh ya sebaiknya kamu istirahat dulu sebentar lagi saja, kondisimu masih lemah'' ujar lelaki itu lagi orang yang menolong Kirana
''Memang tubuhku rasanya masih lemas,, mungkin ya sebaiknya aku istirahat disini dulu '' kata Kirana lalu ia mengistirahatkan lagi tubuhnya
Terima kasih sudah menolongku.... Tuan?''
''alex , panggil saja aku Alex '' kata orang itu rupanya namanya Alex
''Iya Terimakasih Tuan Alex '' ucap Kirana sekali lagi
''tidak , jangan ada embel Tuan. cukup Alex saja'' titah Alex
''hem iya tuan.. eh Alex '' ucap Kirana sambil tersenyum
__ADS_1
Alex yang melihat senyum Kirana, sungguh terpesona mungkin kah ia jatuh cinta pada wanita yang di tolong nya... wanita yang baru ia kenal
''Aku buat kan sarapan dulu untukmu.. kamu berbaring saja'' pamit Alex
''iya . jawab singkat Kirana sambil merebahkan tubuhnya, Kirana melihat sekeliling kamar milik lelaki ini.... di dominasi dengan cat warna abu , Kirana menatap langit-langit kamar itu , ingatannya kembali ke kejadian semalam.... dimana dirinya yang meminta Andrew datang ke kafe tempat pavorit mereka dulu . lalu dirinya meminta Andrew tinggal lebih lama lagi, hingga akhirnya Andrew marah, ia pun mengejar nya lalu tiba-tiba dirinya hampir tertabrak.... dan akhirnya menangis dengan datangnya hujan
Lalu setelah itu mungkin dirinya pingsan, dan sampai saat ini dia berada di tempat orang yang menolongnya... Karena terlalu lelah memikirkan kejadian semalam, Kirana pun sampai tertidur
Beberapa menit
Alex datang lagi ke kamar dimana Kirana tertidur sekarang ini, , dengan membawa nampan berisi bubur yang ia buat juga susu untuk Kirana... Tapi rupanya Kirana sedang tertidur.
Alex pun yang kasihan melihat kondisi Kirana , dia tidak tega membangunkan Kirana , ''aku simpan saja bibirnya di nakas, biar nanti di makan setelah dia bangun'' monolog Alex
Alex kembali lagi keluar dan menutup pintu kamar itu pelan,
...****************...
Huaaa'' Kirana sudah bangun sambil menguap , dan merenggangkan tangannya ''aku sudah tidur terlalu lama rupanya, pantes perut ku keroncongan'' ucap Kirana sambil mengusap perutnya
tok tok..
''aku masuk ya'' izin Alex
''masuk saja'' balas Kirana dari dalam
ceklek
''Sudah dimakan sarapan mu Nona'' tanya Alex begitu pintu sudah di buka olehnya, dan melihat bubur dalam mangkuk sudah tandas begitu juga susu yang ia buat
''iya ini kamu yang buat?'' tanya Kirana
''Ya itu aku yang masak buat kamu aku sendiri yang buat'' jawab Alex
Bagaimana rasanya, enak tidak'' tanya balik Alex
''Iya hemm buatan mu sungguh enak'' puji Kirana sambil mengacungkan dua jempolnya.. pertanda memang benar, masakan Alex enak walau dia lelaki tapi sungguh enak pas di lidah . Kirana saja ngiri dia saja wanita tapi tidak akan bisa membuat yang seperti Alex buat.... ia lah maklum anak manja yang tidak pernah memasak, kedapur pun hanya mengambil air minum atau untuk makan, ingin apa apa saja tinggal beli , atau tinggal minta buatkan sama bibi . pembantu nya, itulah Kirana
__ADS_1
''Terima kasih sudah mengantar ku pulang Lex '' ucap Kirana yang sudah turun dari mobil Alex dan bicara dari lewat jendela mobil
''Iya sama sama, dan tolong jangan kabur lagi dari rumah. dan menyusahkan orang'' canda Alex Sambil tertawa
''Aku tidak sedang kabur ya'' balas Kirana jutek karena tidak terima di sebut kabur
''iya iya . sudah Sono lu masuk'' titah Alex
'' gue masuk ya, Lo hati hati di jalan'' ucap Kirana
''sipp.. gue pulang'' pamit Alex
''hem... singkat Kirana menjawab sambil melambaikan tangan kepada Alex perlahan menghilang
''Momy Daddy i'm coming'' Teriak Kirana saat ia masuk dalam rumah, yang tidak tahu saja, sang Momy justru sedang khawatir padanya yang menghilang dari semalam
''sayang' teriak Momy juga, langsung memeluk Kirana.. '.darimana kamu baby . semalam kamu kemana, tidak terjadi sesuatu kan'' tanya Momy beruntun sambil melihat seluruh tubuh Kiraana
''momy , satu satu dong pertamanya.. Kirana pusing nih'' keluh Kirana Karena tadi sang Momy memutar mutar tubuhnya terlalu kencang. padahal ia masih sedikit pusing efek kehujanan semalam
''Biar anakmu duduk dulu Mom, baru ceritakan kamu dari mana, Kirana dan kenapa tidak pulang'' ujar Dady tegas yang baru datang dan ingin segera tahu anak gadisnya kemana semalam... tapi dengan menatap anaknya tajam
Glekk..... Kirana kesusahan menelan salivanya saat ia menatap wajah sang Dady .. dirinya sungguh takut menatap mata tajam itu.. juga takut Dady marah dan mengurung dirinya tidak bisa keluar bebas lagi , lalu bagaimana dengan rencananya.. Pikirnya
''Ayo baby cerita .. kemana kamu semalam? '' kata Momy
''AKU a-ku . aku semalam nginap di rumah temen ku mah. dan se-semalam hujan makanya aku tidak pulang. dan dan baterai ponselku habis'' ucap Kirana dengan terbata yang pasti dia pun juga menjawab berbohong
Entahlah dirinya sangat takut melihat tatapan Dady nya.. sungguh sangat menusuk lebih baik ia berbohong saja .
''Kamu tidak berbohong kan?'' Tanya Dady sambil dengan mata menyelidik
''Ti-tidak Dad Kirana gak bohong''
''Baik, Dady kali ini percaya padamu. tapi kalau sampai kamu ulangi kelakuan mu seperti ini lagi, keluyuran gak jelas , maka kamu sudah tau akibat nya bukan?'' ancam Dady pada Kirana
'' Iya Dadd Kirana janji ini yang terakhir'' ucap Kirana
__ADS_1