Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
52


__ADS_3

Dikediaman keluarga Kirana kini tengah panik dengan hilangnya Kirana yang sudah berjam-jam tidak pulang....


''Dad, ini gimana. Kirana kemana Dad, Momy takut'' ujar Momy Kirana. dengan menangis sedari tadi


''iya Mom tenang lah. Daddy sedang berusaha mencari anak kita, oh ya tadi apa Kirana bilang mau pergi kemana?'' tanya balik Daddy


''iya dia bilang mau pergi mencari makanan. katanya dia ingin beli seafood, tapi Dad ini sudah berjam-jam Kirana belum juga kembali.. Momy takut terjadi sesuatu padanya'' Momy menjelaskan


''Makanan seafood, Ok Mom. Kalau begitu Daddy harus pergi ke tempat itu.''


''Iya. Tapi Momy ikut Dad''


Daddy menggeleng ''Tidak Mom, sebaiknya Momy tunggu di rumah ya.. dan kalau Kirana pulang Momy segera beri tahu Daddy. begitu juga Daddy akan selalu kabari pada Momy. Kalau Kirana sudah Daddy temukan''


''Tapi Dad..''


''Mom.. dengarkan yang tadi Daddy bilang. ini demi kebaikan Momy juga, Ok.. Daddy berangkat sekarang'' pamitnya sebelum itu Daddy memeluk tubuh sang istri


''Tenanglah semua akan baik-baik saja..'' mengusap punggung Momy


''iya Dad, hati-hati. dan kabari Momy ''


''hmm.''


...****************...


Di rumah sakit...


Andrew masih setia menunggu hasil operasi. padahal bisa saja dia pergi meninggalkan Kirana, tanpa harus menunggu nya seperti ini.

__ADS_1


Tiba-tiba Lampu ruang operasi berubah. pertanda operasi Telah selesai di lakukan.. juga jantung Andrew mendadak berdebar kencang,


Pintu terbuka, suster keluar bersama bayi mungil di tangannya..


''Atas nama keluarga nyonya Kirana?'' Ucap suster memangil


''Ya sus..'' Andrew menghampiri


''Oh ini Tuan, bayi Anda telah lahir dengan selamat. dan sekarang mari ikut saya ke ruangan anak''


''i-iya'' Andrew mengikuti suster tersebut dengan perasaan yang entah?


''Mari silahkan untuk mengadzani'' suster memberikan bayi mungil itu pada Andrew


''Baik'' Andrew pun menggendong bayi itu.


''Tuan. anak Anda ini berjenis kelamin laki-laki, juga sepertinya bayi ini begitu mirip dengan Anda. itu artinya istri Anda Begitu mencintaimu Anda. saat hamil dulu'' Ucap suster tiba-tiba berbicara tentang bayi yang baru lahir itu.


''Omong kosong..'' pekik Andrew tiba-tiba menatapnya tajam


''Ah astaga'' suster terkejut melihat reaksi Andrew


''Apa, apa saya salah bicara?'' berucap pelan


''Jangan bicara yang omong kosong lagi. tentang bayi ini dan wanita itu'' pekik Andrew lalu memberikan bayi pada suster. Andrew keluar dari ruangan itu dan membanting pintu


''Ya Tuhan . ada apa dengan Tuan itu. Tapi sepertinya aku tidak salah bicara, terus salahnya dimana? dan kenapa dengan reaksinya tiba-tiba mmarah, aneh?'' gumam suster merasa kebingungan


Rupanya sekarang Kirana sudah sadarkan diri. dan ia juga sudah di pindahkan ke ruangan VIP. Tapi Kirana belum menyadari kalau dirinya sudah melahirkan.

__ADS_1


juga ada seseorang yang menghubungi keluarga Kirana. Kalau Kirana saat ini berada di rumah sakit..


Maka orang tua Kirana segera datang ke rumah sakit.


Ceklek pintu terbuka.


''Kirana..'' panggil Momy masuk kedalam diikuti Daddy di belakang


''momy Daddy''


''Sayang.. gimana keadaan kamu hm?'' tany Momy khwatir. Momy mengusap wajah Kirana dan menciuminya. lalu menatap pada perut Kirana


''Kirana, sebenarnya apa yang terjadi. kenapa bisa kamu melahirkan sekarang. bukannya waktunya masih beberapa Minggu lagi Nak?'' tanya Momy cemas bercampur kebingungan


Kirana mengusap perutnya yang kini sudah datar, ''Mom. apa maksudnya aku sudah melahirkan, Tapi aku juga baru tahu, kalau aku sudah melahirkan'' menatap Momy Daddy bergantian


''Apa?''


Kini Daddy dan Momy semakin Bingung saja.


''Lalu apa yang terjadi.. dan siapa yang sudah membawa mu kesini?'' Ucap Daddy


Kirana menggeleng.. ''Aku tidak tahu Dad, aku tidak ingat apapun.. Tapi, Mom Dad'' tiba-tiba Kirana berubah panik


''Ada apa sayang kenapa?''


''Lalu anakku dimana sekarang, aku. aku mau melihatnya.. tolong bawa aku ke tempat bayi. Momy Daddy ayo!'' Kirana memaksa dan perasaannya jadi gelisah.


''iya. sayang iya, Biar Momy tanya suster dulu, kamu tenang lah dulu''

__ADS_1


__ADS_2