Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
57


__ADS_3

Setelah selesai di periksa. Kirana dan Momy pun akan langsung pulang kerumah..


Tapi pas di tengah perjalanan masih di rumah sakit. Kirana seperti ingin pergi ke suatu tempat. lalu ia pun berbicara pada Momy


''Mom. Momy duluan saja ya, Ki mau ke toilet dulu sebentar'' Ucap Kirana


''Oh yasudah. Tapi jangan lama ya sayang''


''iya Mom. bentar kok''


''Ya udah Momy tunggu kamu di loby''


Kirana hanya membalas dengan anggukan.. lalu tak membuang waktu, ia segera pergi ke tempat yang tiba-tiba ingin dia datangi . .


perlahan Kirana berjalan, sampai akhirnya ia sampai juga di ruangan khusus bayi..


Kirana Melihat dari luar, yang bisa melihat ke dalam ruangan..


Tak lama. Kirana masuk dan menatap satu persatu wajah bayi yang sedang dirawat juga di rumah sakit itu..


Dan entah kenapa. Kirana langsung merasa sakit di bagian hatinya. Begitu melihat satu bayi laki-laki..


Kirana ingin mendekat tapi langsung di halangi oleh seorang wanita, yang mungkin sebagai seorang pengasuh. Karena terlihat dari baju seragamnya..


''Maaf Nona Anda mau apa?'' tanya nya menghalangi Kirana yang ingin menyentuh Baby Adrian


''Saya, saya ingin melihat anak ini'' Ucap Kirana


''Meemang Anda siapa? tolong jangan sembarangan''


''Tidak saya tidak akan melakukan apa-apa kok. saya hanya ingin melihat nya saja''


''iya tapi tidak boleh. Karena Anda bukan siapa-siapa den Adrian. dan sebaiknya anda pergi Nona'' sebenarnya suster itu tidak bermaksud untuk kasar pada Kirana. Hanya saja ini pesan dari tuannya, untuk tidak membiarkan ada orang asing mendekati Baby Adrian.


''Kenapa tidak boleh. Saya bukan orang jahat . sus tolong biarkan saya melihatnya saja'' mohon Kirana


''Maaf Bu. Tidak boleh''


Kirana merasa dia sangat ingin menggendong bayi ini. dia seperti sudah mengenalnya..


Lalu karena mendengar keributan di ruangan itu. para penjaga pun datang dan langsung membawa Kirana pergi..


Kirana Menolak di bawa paksa oleh penjaga. Karena dia tidak melakukan kesalahan apapun. begitu pikirnya.


''Lepas, lepaskan saya. Saya bukan mau berbuat jahat.''


''Lepaskan.. saya hanya ingin melihat putraku''


''Saya mohon biarkan saya menggendong anakku'' Teriak Kirana . dengan memohon kepada para penjaga yang membawanya pergi dengan paksa itu

__ADS_1


''Maaf Bu. Anda sudah membuat keributan. Jadi kami harus membawa anda pergi'' ucap petugas keamanan


''tidak kalian salah, saya tidak seperti itu. saya hanya mau anak saya''


Setelah kepergian Kirana. Yang tiba-tiba datang dan ingin membawa Baby Adrian. suster itu kini bisa menghela nafas lega.. takutnya Tuan nya Melihat dan bisa-bisa marah besar padanya.


''Syukurlah tuan tidak ada.. kalau beliau melihat bisa kena marah aku'' Ucap suster berbicara sendiri


Sebenarnya Kirana juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.. sampai bisa menunjukkan hal yang tidak dia duga sebelumnya..


Tapi ya Kirana seperti sangat yakin . kalau itu seperti anaknya.. Kirana juga Seolah merasa begitu dekat dengan bayi kecil itu..


para penjaga telah membawa Kirana sampai di loby.


Momy yang kebetulan memang masih menunggu Kirana pun tampak shock. begitu melihat Kirana yang di bawa paksa oleh petugas keamanan..


''Hei. kalian lepaskan putriku'' teriak Momy dan menatap tajam kearah penjaga


Momy menghampiri ''apa yang kalian lakukan hah. kenapa putriku kalian seret seperti itu?'' Momy marah dan tidak terima


''Maafkan kami nyonya. Tapi Nona ini mau mencoba menculik seorang bayi'' kata petugas


''Tidak Mom'' Kirana menggeleng


Momy semakin shock ''Tidak mungkin. Jangan asal bicara kamu''


''Kirana. sebenarnya apa yang terjadi sayang?''


''Momy . aku ingin lihat putra ku'' Ucap Kirana tiba-tiba


dengan mata berkaca-kaca


Momy pikir mungkin Kirana hanya terbawa suasana. makanya Kirana sampai berbicara seperti itu.. Momy menatap tak tega pada putrinya itu, Momy Begitu merasa sakit melihat kondisi Kirana...


''Yasudah tolong biarkan putri saya dengan saya . kalian boleh pergi'' suruh Momy


''Baik nyonya. Tapi tolong lain kali jangan membuat keributan lagi'' peringat sang petugas


''iya iya sudah pergilah''


lalu Momy memapah tubuh Kirana. untuk kembali ke mobil. ''Mom anakku. anak ku ada disini Momy'' Kirana masih kukuh dengan ucapannya


''iya sayang sudah ya. kita sebaiknya pulang saja''


''Tidak Mom.. aku ingin lihat putraku'' kekeh Kirana


''Kirana sudahlah''


''Mom.. aku tidak mau pulang'' Pekik Kirana

__ADS_1


''Menurutlah Kirana Momy mohon''


''tapi anakku bagaimana Momy''


Lalu kemudian Momy dan Kirana telah sampai di depan mobil.. Momy segera memaksa Kirana masuk. Walau Kirana masih ingin kembali ke rumah sakit.


Besoknya.


Andrew datang untuk menanyakan dan melihat kondisi baby Adrian... Andrew pun kini sedang di ruangan dokter. Yang menangani Baby Adrian.


''Dokter bagaimana sekarang kondisi anak itu?'' tanya Andrew


Dokter sedikit merasa aneh. apakah pria ini ayahnya atau bukan? tapi kalau benar. kenapa menyebutnya harus anak itu. bukan anaknya? begitu yang ada di dalam pikiran dokter tersebut...


''Dok saya sedang bicara pada anda'' tegur Andrew


''Oh iya tuan maaf. iya kondisi anak ini sekarang sudah mulai stabil.. Dan itu semua karena Untunglah anda membawa tepat waktu.. sehingga masih bisa tertolong..'' jelas Dokter


''Memang anak itu sakit apa?'' Andrew ingin tahu lebih jelas


''Anak anda mengalami dehidrasi. dan itu sangat berbahaya bagi anak sekecil ini'' Ucap dokter lagi menjelaskan


rupanya Andrew sedikit tersinggung saat dokter justru menyebutkan anaknya.. Andrew sampai menatap dokter dengan tatapan tak suka.. Tapi ia juga tidak akan memarahi dokter ini. karena Andrew Sekarang sedang malas berdebat


''Oh begitu. Lalu kapan dia boleh pulang?'' tanya Andrew kembali


''untuk saat ini sebaiknya beberapa hari masih dirawat Tuan. karena biar kami lebih intens memeriksa nya dengan benar


''Oh ok. Tapi saya tidak ingin terlalu lama berada di rumah sakit. Karena itu tidak lah menyenangkan'' Ucap Andrew berbicara langsung kalau dia tidak ingin berlama-lama disana


''Baik Tuan.. ini tidak akan terlalu lama kok. Hanya untuk beberapa hari saja untuk menyetabilkan keadaan pasien'' jelas dokter


''Ya sudah. kalau begitu saya permisi'' lalu Andrew berdiri


''Baik tuan silahkan''


Dan sampai detik ini Andrew masih belum mengetahui bahwa tadi sempat ada keributan di ruangan bayi itu..


Lalu setelah tadi bertanya soal kondisi Baby Adrian. lalu juga ia melihat Adrian secara langsung. kini Andrew kembali pergi untuk ke perusahaan. karena masih ada yang harus dia kerjakan.


Dilain tempat...


Momy Kirana bertanya-tanya. apa benar yang Kirana katakan. ataukah hanya itu mungkin seperti yang dia pikirkan saja..


Karena kalau pun iya. darimana Kirana tahu bahwa itu Benar adalah anaknya. secara mereka sampai detik ini belum pernah melihat wajah sang bayi?


itu yang menjadi tanda tanya besar bagi Momy?


Tapi sekarang yang Momy khawatirkan adalah Momy takut psikis Kirana justru terguncang Akibat terlalu memikirkan anaknya.. Momy takut hal itu terjadi...

__ADS_1


__ADS_2