Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
42


__ADS_3

Semakin hari, sikap Andrew semakin menjadi-jadi, dia selalu memaksa Kirana untuk melayaninya.. juga selalu menyakiti pisiknya kala Kirana Menolak keinginan nya...


''Ya Tuhan, aku sudah tidak sanggup lagi.. aku harus melakukan cara, tapi apa?'' Kirana sekarang sering murung di kamarnya sendiri, dia sudah tidak mau lagi bertemu dengan orang lain. bahkan dengan orang tuanya pun dia selalu menghindar.


''Sayang makan dulu yuk. kata bibi kamu dari siang belum makan ya?'' Ucap Momy Kirana lalu duduk di dekat putrinya yang sedang berbaring itu


''Aku gak nafsu makan ma'' Ucap Kirana dengan suara lemah


''Kamu kenapa sayang Hhm.. kamu sakit nak?'' tanya Momy lalu meraba dahi Kirana


''Ya ampun badanmu panas, Kirana kita ke rumah sakit sekarang'' Momy Kirana sangat panik juga khawatir


''Gak perlu Mom.. aku istirahat saja''


''loh tidak bisa begitu. pokoknya kamu harus segera di periksa.. Momy khawatir pada mu Nak''


lalu Momy segera menelpon supir pribadinya untuk menyiapkan mobil


''ayo sayang Momy bantu kamu berjalan''


karena Sebenarnya memang tubuh Kirana juga lemah . hingga Momy pun memapah tubuh Kirana untuk turun kebawah...


Sampailah mereka di rumah sakit Medika..


''Dokter tolong anak saya'' Momy sudah panik


''Baik Bu. sus tolong segera bawa ke ruangan'' titah dokter


''Baik dok''


Momy pun ikut mengantar Kirana yang sekarang sedang di dorong pakai belangkar oleh suster..

__ADS_1


''sayang kamu kenapa.. kamu yang kuat ya Kirana'' ucap Momy mengusap kepala Kirana


''Bu maaf tolong tunggu diluar ya. dan biarkan dokter segera memeriksa keadaan pasien''


''iya suster. tolong selamatkan putri saya''


''tentu Bu. itu sudah pasti karena itu sudah tugas kami'' lalu suster itu menutup pintu .


lalu tak lama Daddy Kirana pun datang, setelah tadi di beri tahu oleh Momy.. kalau Kirana sakit


''Mom. gimana Kirana''


''Dad..'' Momy segera memeluk suaminya itu


''Sudah Mom tenang, ayo coba ceritakan'' Daddy mengusap punggung istrinya untuk menenangkan


''Dad, anak kita belum makan dari tadi pagi. juga kata bibi selama ini Kirana jadi jarang makan Dad, lalu tiba-tiba tadi tubuh Kirana panas Dad, juga tubuhnya lemas'' ucap Momy sambil menangis


''Dad, maafkan Momy. yang gak bisa merawat putri kita dengan benar''


''Sudah Momy tidak usah menyalahkan Momy seperti itu..''


Hingga dokter pun keluar dari ruangan dimana Kirana berada,


''Dok gimana anak saya, dia baik-baik saja kan?''


''Semuanya baik-baik saja kok ibu. ibu tidak perlu cemas dan khawatir, juga saya justru ingin mengucapkan selamat untuk ibu juga bapak'' ucap dokternya sambil tersenyum


''Selamat.. maksudnya?'' Momy dan Daddy saling menatap tak mengerti


''iya selamat ya Bu pak.. karena anak Anda positif hamil, dan ibu juga bapak sebenar lagi akan mempunyai seorang Cucu'' dokter itu pun menjelaskan

__ADS_1


''Astaga Kirana hamil Dad?'' Momy langsung lemas dia bahkan tak kuat untuk berdiri


''Ibu. ibu tidak apa-apa'' dokter juga ikut heran dan panik melihat reaksinya Momy Kirana


''Oh tidak apa-apa kok Dokter, kalau begitu terima kasih ya dokter. kita bisa langsung melihat putri saya kan?'' ucap Daddy


''iya bisa kok pak. yasudah kalau begitu saya permisi''


''iya dokter Terima kasih''


''Kirana..'' panggil Momy dengan berteriak


''Mom.. Dad..'' ujar Kirana lemah


''Katakan anak siapa itu?'' Momy langsung bertanya dan menatap tajam pada Kirana


''Anak?'' sungguh Kirana tak mengerti


''Jangan pura-pura tidak mengerti dan bodoh.. kau hamil anak siapa? kau sudah membuat Daddy malu'' pekik Daddy sekarang yang marah


''juga kau sudah membuat Momy mu terluka Kirana. anak siapa yang kau kandung?'' lanjut Daddy lagi


Kirana pun langsung menangis saat mendengar Dirinya dinyatakan hamil.. Kirana menangis bukan karena bahagia, tapi karena dia kecewa pada dirinya sendiri..


''Momy Daddy maafkan aku..''


''Kirana kenapa kau seperti ini Kirana.. Momy tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat seperti itu..''


''katakan apa itu anaknya Andrew?'' tanya Daddy sambil menatap tajam


Kirana pun akhirnya mengangguk lemah.. ''i-iya Dad''

__ADS_1


''Sekarang juga Daddy harus menemui dia. pria itu harus bertanggung jawab'' ucap Daddy dengan sangat marah pada Kirana juga Andrew


__ADS_2