Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
dua puluh sembilan


__ADS_3

''Loh kenapa ini?. ada apa dengan kalian kenapa masih pada berdiri'' heran papa saat sampai di ruang makan, melihat Mama ,Andrew Sindy dan Kirana , seperti tengah tegang dan pada berdiri


''Oh Pah tidak ada apa apa kok , sudah ayo kita makan sekarang.. ayo Kirana silahkan duduk'' Mama Andrew memutus percakapan karena tidak mau ketegangan semakin berlanjut, biar nanti saja Mama menanyakan langsung pada Andrew


''Ah iya Tante terima kasih'' ucap Kirana


Semua pun makan dengan khidmat dan hanya suara garpu juga sendok yang terdengar...


''Sayang kenapa si Kirana ada disini juga, apa Mama mu mengundang nya juga?'' bisik Sindy pada Andrew


Andrew menggeleng ''Ya tidak lah, ngapain Mama ngundang dia'' balas berbisik


''Terus kenapa harus kesini segala sih'' kesal Sindy


'' yah mana ku tahu sayang. sudahlah jangan di bahas lagi ''


Sindy pun diam... dan melanjutkan makannya.


''Pah. tadi ibunya Kirana memberi Cake kesukaan Papa. dan ini Kirana yang membawakan kesini .'' kata Mama yang memulai percakapan setelah tadi beberapa menit hanya ada keheningan


''Terima kasih ya nak Kirana tolong sampaikan ucapan saya kepada Momy kamu . . memang selalu tau kalau saya sangat suka Cake.. dan terima kasih juga, nak Kirana sudah mau mengantar kan . '' ujar Papa Andrew


''Sama sama Om.. nanti saya juga sampai kan pada Momy'' ucap Kirana lembut


Sindy sungguh muak melihat wajah Kirana yang tampak mencari muka di hadapan orang tua Andrew.. ''Cihh..'' batinnya Sindy dan memutar mata jengah .


''Malah saya terima kasih loh Om, Tante sekarang saya ikut juga makan malam disini'' kata Kirana lagi


''Iya gak pa pa. ayo makan lagi yang banyak Kirana , Jangan sungkan'' ujar Mama Andrew dan di Angguki Papa ''Ya iya ayo, Kirana dan juga Sindy di tambah lagi lauknya Jangan sungkan sungkan'' kata Papa


Kirana terus memperhatikan raut wajah Sindy yang kesal padanya.. dan Kirana sengaja ingin menunjukkan kedekatan nya juga dengan orang tua Andrew.. Kirana tampak tersenyum miring saat matanya dan mata Sindy bertemu dan menatap tajam Sindy, begitu juga Sindy tak kalah tajam..


****


Sekarang Kali ke dua Ferdi akan bertemu lagi dengan Sindy.. kali ini pertemuan di adakan di kantor Sindy,


Ferdi telah sampai di gedung perkantoran Sindy bersama sekretaris nya. .


setelah tadi bertanya kepada resepsionis, dan mengatakan kalau ruangan rapat ada di nomor Lima belas, dan Sindy juga sudah menunggu nya.


Lalu Ferdi dan sekertaris nya pun berjalan menuju nomor yang tadi di katakan, setelah tadi mengucapkan terima kasih pada resepsionis..


Ferdi menaiki lift dan memencet angka Lima belas,. saat sudah sampai di ruangan nomor Lima belas, dan saat pintu lift terbuka, Rupanya sudah ada sekertaris Rina yang sedang menunggu mereka datang... ''Halo selamat pagi pak Ferdi dan sekertaris Lee'' ucap Rina membungkuk hormat


''Iya selamat pagi juga sekertaris Rina'' jawab Ferdi di Angguki Lee

__ADS_1


''Mari saya antar , pak disini ruangan nya. Ibu Sindy telah menunggu Anda'' sekertaris Rina pun menunjukkan ruangan rapat nya


''Oh baik terima kasih Nona rina'' Ferdi mengikuti langkah Rina


Rina terlebih dahulu masuk , lalu diikuti Ferdi dan sekertaris Lee.. ''permisi Bu. ini tuan Ferdi dan sekertaris nya sudah datang'' ujar Rina


Sindy yang sedang memeriksa dokumen untuk rapat kali ini pun mendongak saat mendengar suara Rina . Sindy langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka..


''Apa kabar Tuan Ferdi sekertaris Lee'' sapa Sindy


''Kami baik , bagaimana dengan Anda'' balas Ferdi


''Ya Seperti yang Anda lihat. saya pun sedang baik'' sambil tersenyum


Ferdi manggut-manggut ''Syukurlah kalau begitu''


''Ayo ayo silahkan duduk'' ajak Sindy


mereka pun memulai Mitting kali ini gantian lah Ferdi yang menunjukkan presentasi nya.. yang menyebutkan keuntungan bila bekerja sama dengan perusahaan nya..!!


Dan ternyata pertemuan kali ini Sindy tampak memperhatikan Ferdi, seperti tidak asing dengan Ferdi..


apakah ini Ferdi yang ku kenal dulu . yang sudah lama tidak bertemu , tapi Ferdi yang ini sedikit lebih keren…? kata batinnya bertanya tanya


''Eh ya?'' Sindy sedikit kaget karena tengah melamun


''Bu itu Tuan Ferdi memanggil Anda''


''Ou iya kenapa?''


dahi Ferdi mengerut 'Ada apa dengan Sindy'' pikirnya


''Iya saya bertanya , bagaimana dari presentasi saya tadi apakah anda menyetujui nya?'' tanya Ferdi


'Oh.. Emm '' Sindy bingung karena dia kurang fokus apa yang Ferdi sampaikan, dan bingung harus menjawab apa ? lalu Sindy melihat pada sekertaris nya . dan mengangkat dagunya Seolah bertanya. Rina yang mengerti pun mengangguk kan kepalanya.. tanda semua sesuai keinginan Sindy juga..


''Ou ya saya setuju setuju saja Tuan Ferdi '' ujar Sindy


Ferdi menghela nafas lega, ''Baik kalau Anda setuju Nona''


Mitting kali ini pun berjalan dengan lancar.. lalu mereka melanjutkan aktivitas nya lagi .


saat Ferdi pergi ke toilet masih di kantor nya Sindy.. setelah Ferdi selesai menuntaskan hajatnya, saat itu juga kebetulan Ferdi berpapasan dengan Sindy, yang sedang berjalan di depannya...


Lalu Ferdi pun mengejar nya. dan memanggil Sindy

__ADS_1


''Sin.. Sindy'' panggilnya sedikit teriak karena Sindy berada di depan sedikit agak jauh


merasa ada yang memanggil namanya.. Sindy pun berhenti . dan mencari dimana orang yang memanggil nya..


''Sin' saat sudah dekat Ferdi memanggil lagi


Sindy berbalik ke belakang dan di sana rupanya ada Ferdi


dahi Sindy mengkerut dan memastikan apa benar yang tadi memanggilnya itu adalah Ferdi? tapi kenapa hanya menyebut nama saja? begitu pikirnya


''Ya '' kata Sindy akhirnya setelah tadi hanya berdiam mematung


Ferdi semakin jalan mendekati pada Sindy ..


''Kamu,.. mengingat ku tidak?'' akhirnya Ferdi menanyakan juga


''Em . apakah kita pernah bertemu memang ya sebelumnya?'' Sindy balik bertanya


''Jadi kau tak mengingat ku'? Dengan raut wajah kecewa Ferdi berucap


''Oh tunggu, apa... kamu Ferdi yang temanku waktu sekolah?'' tebak Sindy sedikit ragu mengatakan


Tapi sudah pasti Ferdi mengangguk dan tersenyum bahagia, karena sekarang Sindy sudah mengingat dirinya...!! ''Ya ini aku Sin''


Hah.. ''Apa'' Sindy tampak shock mulutnya terbuka saat Ferdi mengatakan kalau benar dia adalah Ferdi yang dulu pernah dekat dengannya..


''Jadi kamu ..'' ucapnya tergantung


''Iya'' Ferdi lagi mengangguk dan tersenyum ''Ini aku Sin. Ferdi yang dulu teman sekolah mu'' ujar Ferdi


''Astaga, kamu berubah akan sampai tidak mengenali mu '' Sindy masih pangling melihat penampilan Ferdi yang memang semakin keren, dan tampah ganteng ini..


''berubah bagaimana maksud mu? aku masih sama kok''


''Gak pokoknya penampilan kamu sekarang ini sudah beda dengan yang dulu, tambah keren Fer'' Sindy tampak memuji perubahan Ferdi


''Ah kamu berlebihan sin''


''Yee aku serius tau. kalau kamu yang tidak menyapa ku terlebih dahulu, mungkin aku tidak akan mengenali mu lagi'' ucap Sindy


Ferdi terkekeh.. ''Kamu juga berubah kok sin. kamu tambah cantik'' memuji balik Sindy dengan mata menelisik penampilan Sindy


''Ah bisa saja kamu ini'' Sindy tampak salah tingkah


Aku minta dukungan nya ya gaes... jangan bosan dengan cerita retceh ku ini

__ADS_1


__ADS_2