Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
Will you marry me!


__ADS_3

''Ayo kita menikah.!'' ajak seorang wanita paada laki-laki yang sedang menunggu kedatangannya.


Sebelumnya mereka membuat janji untuk bertemu di restoran tempat pavorit mereka dulu.


[Besok tolong datang ke restoran pavorit kita!] pesan yang Kirana kirim kemarin


''Tumben dia meminta bertemu di sana lagi ?'' seorang pria bergumam dan merasa heran mendapat pesan itu.


[Ok!] hanya itu yang di balas si pria.


Hingga kini di sinilah dia, menunggu kehadiran wanita yang mengajaknya bertemu kemarin.


Si Pria mendongak tak percaya wajahnya menyiratkan keterkejutan apakah dia sedang bermimpi ? apakah dia salah mendengar ?


''Ayo kita menikah!'' lagi sang wanita berkata yang sama


Pria itu langsung berdiri dan menatap Serius wajah wanita yang baru saja datang langsung mengajak nya Menikah benarkah ini?


''A-apa kau sedang bercanda ?'' tanyanya


Si wanita menggeleng pertanda ia Serius dan memang tidak sedang bercanda.


''Aku serius, mari kita menikah.. Dan menjadi orang tua yang utuh untuk anak kita!'' terdengar nada yang tegas tanda memang si wanita sangat serius.


''Heh.'' si pria justru tersenyum mengejek dan membuang muka ke samping tanda ini pasti suatu lelucon.


''Kamu jangan bercanda, aku tidak suka dengan omong kosong mu.'' sedikit menekan si pria berkata


Wanita itu tidak marah mungkin pantas bila si pria beranggapan seperti itu, wanita pun membawa tangan si pria mendekapnya erat.


''Drew, kali ini aku serius bahkan sangat serius. Mari kita jalin hubungan yang serius demi Adrian, kau mau kan?''


''K-kau serius ?'' rupanya masih tak percaya

__ADS_1


Kirana mengangguk mantap ''Iya, memang aku terlihat seperti sedang membual ?'' Kirana lelah harus berapa kali mengatakan dirinya saat ini sangat serius dan keputusan ini sudah bulat Kirana pikirkan dengan matang..


''Ahh syukurlah..''


''Akhirnya.....'' Andrew berteriak sangat kencang hingga suaranya memenuhi ruangan restoran tersebut.


''Kirana, aku bahagia...'' lagi ia berteriak sampai mengendong Kirana dan memutar-mutar tubuh Kirana


''Aaaa .... Drew, turunkan aku! Drew Aaaa..'' Kirana memekik terkejut


'Aaaa Drew, turunkan aku. Malu di lihat banyak orang itu.'' Kirana merasa malu jadi tontonan para pengunjung restoran ini di tambah kini adalah waktu makan siang sudah pasti restoran tampak ramai.


''Kenapa harus malu, ini hari bahagia kita loh..'' Andrew merasa masa bodo dengan orang-orang itu karena Andrew sangat bahagia dia tak memikirkan orang lain.


''Kirana aku sangat bahagia, apakah aku sedang bermimpi?'' tanya Andrew wajahnya jelas terlihat begitu berseri-seri beda dengan waktu tadi pertama kali Kirana datang melihat wajah Pria ini.


Andrew sudah menurunkan Kirana dari gendongannya.


Kirana dengan sengaja menampar pipi Andrew


''Awssshh, kau. Kenapa menampar pipi ku?'' tanya Andrew bingung apa, Kirana sedang mengerjainya?


''Sakit tidak?'' tanya Kirana serius


Andrew pun mengangguk bak anak kecil.


''Kalau terasa sakit, itu artinya kamu tidak sedang bermimpi. Drew!'' tegas Kirana niatnya menyadarkan sang pria.


Andrew tersenyum lagi dengan lebar.


''Kamu benar, ah memang kadang cinta membuat orang jadi bo-doh'' Andrew terkekeh


''Memang siapa yang sedang jatuh cinta?'' tanya Kirana menatap serius

__ADS_1


''Aku..''


''Sama siapa?''


''Ya sama kamu dong, Aku mencintai kamu dan Adrian.''


Tiba-tiba Andrew berlutut lalu tangannya mengambil sesuatu di atas meja berada di pot.


Andrew mengambil satu bunga lalu di berikan nya untuk Kirana.


''Will you marry me?'' ucap Andrew


Kirana sekarang yang di buat terkejut dengan perlakuan manis ini.


Kirana menutup mulutnya dengan tangan ia terharu


''Kirana, Will you marry me?'' ulang Andrew sekali lagi sambil tangannya memberikan satu tangkai bunga


''Terima''


''Terima!''


''Ya terima saja Mbak!''


''Ayo terima!''


Para pengunjung justru mendadak heboh meminta Kirana menerima tawaran menikah dari Andrew.


Dengan tersenyum malu Kirana mengangguk ''I-iya aku mau!'' lalu menerima bunga pemberian Andrew


Andrew lagi segera memeluk Kirana dan memutar-mutar kan tubuh wanita itu


Para pengunjung kini maju dan mengucapkan selamat kepada dua pasangan yang akan menikah itu mereka turut bahagia walaupun tidak saling mengenal tapi mereka antusias mendukung keputusan dua manusia itu..

__ADS_1


__ADS_2