Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
80


__ADS_3

Semakin hari Andrew semakin menunjukkan keseriusan dalam perkataan dulu,


Dimana dia akan mencintai Adrian, menyayangi Adrian, karena Andrew sudah sadar kalau Adrian memang benar putranya,


Juga kedekatan keduanya semakin kompak, namun ada sesuatu yang mengganjal di hati Adrian, kenapa orang tuanya tinggal terpisah,


Hingga suatu hari Adrian pun segera bertanya langsung kepada Kirana dan Andrew, kebetulan saat ini mereka sedang berada di sebuah restoran .


''Ayah,'' Adrian mulai memanggil Andrew


''Ya, sayang, kenapa ?'' tanya Andrew


''Yah, kok Ayah tidak tinggal di rumah Bunda bareng Drian sih yah?'' tanyanya bocah kecil itu


Andrew langsung menatap Kirana, lalu dia tersenyum pada Adrian, mengusap kepalanya sayang.


''Nanti ya, nanti Ayah juga akan tinggal di rumahmu bareng Bunda kamu'' jawab Andrew dengan serius .


''Kok nanti sih yah ? kenapa tidak sekarang ?'' tanyanya masih bingung


''Nanti saja ya, saat sudah waktunya, pokoknya kamu tunggu sabar saja yang sayang, Ayah akan tinggal bersama kalian.''


''Baiklah Ayah '' balas Adrian mungkin coba mengerti walaupun dia masih belum paham,


Memang mereka sangat dekat, tapi kalau saat Adrian tidur bersama Kirana Bunda nya, Adrian Suka berpikir juga, kenapa ayah nya tidak ikut tidur bareng,


Pernah saat itu mereka berbaring dan akan tidurnya memang bertiga, tapi pas Adrian bangun tidur tengah malam, rupanya hanya ada dia dan Andrew saja, Bunda nya tidak ada entah kemana ? Dari saat itu Adrian berpikir keras, kenapa tidak sekalipun ia melihat ke-dua orang tuanya, tidur bareng ?


Adrian ingin Andrew juga ikut tinggal bersama dirinya di rumah nya saat ini,

__ADS_1


Bukan seperti Adrian yang harus menginap di rumah Andrew, sementara Bunda nya tidak ikut, dan beralasan sibuk kerja .


Padahal Adrian sangat ingin, saat dia bangun tidurnya yang pertama di lihatnya itu adalah kedua orangtuanya ada di sampingnya..


''Ki,..'' Andrew memanggil


''Hm,'' balas Kirana singkat


''Kamu dengar tidak tadi yang di katakan Drian ?'' kata Andrew


''Iya, kenapa memangnya ?'' Seolah tidak paham


''Kamu gak pengen gitu, ngabulin permintaan Adrian ?'' tanya Andrew


''Ya, aku belum tahu '' jawabnya


''Aku,, aku butuh waktu '' ucap Kirana lirih


''Sampai kapan Ki ? kita sudah sama-sama bersama, hingga detik ini, apa kau masih tidak percaya padaku ?'' tanya Andrew


Kirana tak menjawab lagi, dia menatap wajah putranya Adrian . .


Sungguh Kirana ingin sekali mewujudkan keinginan Adrian ini, tapi...


Kirana juga belum tahu tentang hatinya. harus bagaimana yang dia pilih,


''Ki, tolong beri aku kesempatan lagi, Aku akan berusaha perbaiki semuanya.. Aku sangat Serius Kirana, aku mulai mencintaimu '' ucap Andrew mantap


Kirana terkejut mendengar nya, matanya mengerjap beberapa kali, Apa dia tadi salah dengar ?

__ADS_1


Kirana membuang muka, tapi seulas senyum terbit di bibirnya.


Namun pada kenyataannya, Sudah Enam Bulan kemudian,


Kirana masih juga belum menjawab rasa Andrew, juga belum mewujudkan keinginan anaknya ini,


Entahlah, mungkin Kirana masih sangat butuh waktu..


Dan selama itu juga Andrew tak pernah berubah, Andrew masih sama, menunjukkan rasa sayang nya terhadap Adrian, bahkan Adrian sangat bahagia sekarang, dia tidak lagi iri kepada teman nya di sekolahnya .


Karena dia sudah bangga, sudah punya Ayah yang ternyata rasanya sangat menyenangkan .


Kirana saat ini tengah berjalan di sekitar lobby kafe, dia sedang berjalan bersama clien nya seorang pria .


Namun rupanya saat Kirana menginjak lantai tak sengaja di terpeleset, karena rupanya lantai baru di pel .


Kirana tadi tak memperhatikan tanda dari OB .


''Aaa...'' Kirana menjerit kaget .


Belum sempat dia jatuh mendarat di lantai, seseorang menangkap tubuhnya, dan merangkulnya agar Kirana tak jatuh .


Tatapan keduanya saling bertemu beberapa saat,


Kirana akui, rupanya Excel ini manis juga..


Tanpa mereka sadari, rupanya ada yang menatap mereka tidak terlalu jauh , orang itu menatap dengan wajah dan leher yang mengeras dan mata yang menatap tajam, begitu sangat menusuk .


''Hati-hati Nona'' ujar clien Kirana bernama Excel.

__ADS_1


__ADS_2