
Mama Andrew menabrak seseorang. yaitu seorang wanita muda..
''Aduhh'' pekik keduanya merasa terkejut
Setelah itu mata keduanya juga kini saling menatap..
''Kirana?'' dengan wajah terkejut
''Tante?'' sama terkejutnya
Bisa bertemu lagi.
''Kirana ini benar kamu Nak?'' memastikan
Kirana masih terkejut tapi mengangguk juga
''Syukurlah akhirnya Tante ketemu kamu juga.. bagaimana keadaan kamu hm?''
''Baik Tante''
''Lalu apa kamu sudah melahirkan anakmu?''
''Su-sudah'' mendadak Kirana gugup dan berdebar. saat Mama nya Andrew, menanyakan anaknya yang tidak bukan cucu dari wanita dihadapan nya juga
''Lalu sekarang dimana . apa disini juga'' Mama Andrew sangat penasaran
Kirana menjawab dengan gelengan kepala..
''Oh ya anak mu laki-laki apa perempuan?''
''laki-laki Tante''
''Kapan kamu melahirkan Kirana. dan dimana kamu selama ini. Tante begitu khwatir padamu''
''Saya tinggal di Paris Tante. dan beberapa bulan lalu saya baru melahirkan'' maaf kalau author salah ya .
''Jadi selama ini kamu di Paris ya. andai Tante tahu pasti Tante saat itu akan ikut dengan Andrew..
karena tepat kalau tidak salah Andrew juga sempat ada pekerjaan di Paris'' jelas Mama
Kirana jadi ingat lagi saat dia bertemu orang yang seperti Andrew di restoran Jepang dulu. berarti dirinya saat itu tidak salah lihat, karena pasti benar itu Andrew orang yang sama..
''Oh jadi Andrew juga sempat ke Paris?'' pura-pura tidak tahu
''Ya Benar Kirana dia ada pekerjaan disana. Hanya waktu dia disana tidak lama tidak seperti rencananya. entahlah dia seperti buru-buru kembali ke Indonesia''
Kirana berpikir lagi dan mencerna semuanya.. ini seperti bukan kebetulan saja, ini sudah direncanakan olehnya..
dan sudah pasti dan jelas pelakunya memang kah Andrew..
tega sekali dia. memisahkan Kirana dengan anaknya, yang masih begitu bayi. yang sangat membutuhkan ibunya...
mendadak Kirana wajahnya jadi sendu. Kirana sampai menitikkan air mata
Mama Andrew tampak panik. ''Ada apa Kirana? apa Andrew melakukan sesuatu lagi?''
Kirana lupa kalau disana masih ada Mama Andrew..
Kirana menggeleng walau Air matanya rasanya semakin deras.. ''Tidak apa-apa Tante'' suaranya sudah parau
''Oh ya Tante. mohon maaf saya seperti nya harus pergi'' pamit Kirana
''kirana tunggu'' cegah Mama Andrew
''kirana. Tante boleh kan bertemu dan melihat anakmu?'' ucap Mama Andrew
setelah lama Kirana berpikir akhirnya ia mengiyakan juga ''Boleh saja Tante''
''Syukurlah.. Tapi Tante tidak tahu alamat rumah kamu sekarang dimana?''
oh ya Kirana juga baru sadar. Kalau dia sekarang berada di rumah yang bukan lagi tempat yang kemarin..
Kirana pun memberikan alamat itu pada Mama Andrew..
setelah itu Kirana benar-benar pergi dan segera pulang ke rumahnya..
__ADS_1
Dan dari semenjak di berikan nya alamat rumah .
Mama Andrew jadi sering menemui Baby Adrian.
Seperti sekarang..
Tok tok
Mama Andrew datang ke rumah Kirana
''Bi mana Adrian?'' begitu pintu sudah terbuka
''itu nyonya di dalam'' jawab bibi
Mama Andrew segera masuk.
''Adrian . ini Nenek'' memanggil Adrian
Ya saat setelah pertama kali bertemu dulu. lalu setelahnya. Mama Andrew menawar bolehkah Adrian memanggil nya nenek juga.. sudah pasti Kirana mengijinkannya. Karena memang itu benar adanya, Adrian adalah cucunya Mama Andrew juga!
''Eh Tante sudah datang'' sapa Kirana begitu melihat Mama Andrew
'''
iya Kirana.. cucu Nenek sedang apa hm?''
''Sedang Mimi Nek'' Kirana yang menjawab.
''aduh semakin gemuk saja ya pasti cucu Nenek. Semakin gemas''
alasan Mama Andre ingin dia di sebut nenek karena. sudah begitu jelas terlihat olehnya. wajah bayi kecil ini begitu mirip dengan anaknya saat kecil dulu....
Mama Andrew hampir seminggu sekali. menjenguk Baby Adrian..
Mama begitu menyayangi Baby Adrian..
...----------------...
kini baby Adrian. sudah menginjak usia Dua tahun, dia sudah bisa mengenali
Oma OPa nya
dan nenek . yaitu Mama Andrew
hanya terkadang Adrian juga suka menanyakan ayah nya..
dan itu hak yang paling sulit Kirana jawab. Karena sampai detik ini Andrew belum mau melihat bahkan menganggap Adrian anaknya..
sungguh kejam!
...****************...
Waktu tak terasa sudah berjalan begitu cepat.. seperti sekarang ini tidak terasa Adrian kecil sudah tumbuh menjadi pintar.. Adrian kini umurnya sudah Empat Tahun, dan mungkin sebentar lagi ia akan sekolah..
dan di tahun ini dia sangat ingin bersekolah. dan katanya juga ingin punya banyak teman..
''Bunda Bunda'' Ucap Adrian memanggil Bunda Kirana
''Ya sayang'' sahut Kirana yang sedang menggoreng ayam kesuksesan sang jagoan.
''Bunda kesini'' panggil nya lagi
''Ada apa?'' setelah mematikan kompor Bunda Kirana menghampiri Adrian yang sedang menonton itu
''Bun. sepertinya Adrian pengen sekolah deh Bun'' ucap Adrian tiba-tiba
Kirana cukup terkejut karena tiba-tiba anaknya bilang ingin sekolah?
''Adrian mau sekolah?'' tanya bunda lagi
Adrian mengangguk ''iya Bun mau'' dengan ekspresi senang
''Kook bisa tiba-tiba seperti ini. ada apa?'' ingin tahu
Adrian menunjuk televisi
__ADS_1
''Apa?''
''Itu Bun. tadi Adrian lihat di TV ada yang sekolah. mereka punya banyak teman Bun. Adrian juga mau Bun'' dengan antusias
Oh sekarang bunda mengerti ''Mau kapan sekolahnya?''
''Sekarang Bun'' jawab Adrian tegas
''Tapi kan belum cukup umur untuk sekolah''
''Belum cukup umur itu apa Bun?'' sekarang Adrian yang tidak mengerti
''Jadi Adrian ini baru empat tahun.. harusnya sih Nak umur mu Lima tahun baru bisa''
''Ah Adrian tidak mau tahu. pokoknya Adrian ingin sekolahnya sekarang Bun'' merengek
Oh Adrian anakku sayang.. kenapa sikap kamu seperti Bunda, yang segala sesuatu itu harus segera didapatkan.dan tidak mau tahu'' kata hati Kirana 'Andai sikap mu seperti ayah mu. Yang tidak pernah mendahulukan ego'' lanjutnya lagi
Kirana selalu merasa sesak ketika mengingat seseorang yang tidak perduli padanya bahkan anaknya...?
''Yasudah nanti bunda Carikan sekolah yang terbaik untuk mu ya?''
''Yee asikk Terima kasih ya Bunda'' memeluk tubuh bunda nya.
''Samasama sayang apapun untuk mu'' balas memeluk
Sampai akhirnya satu Minggu ini Kirana mencuri sekolah yang baik untuk anaknya. akhirnya Kirana menemukannya juga , tempat sekolah yang tidak terlalu jauh dengan kompleks rumahnya...
''Sayang sini'' memanggil Adrian
''Ya bunda?''
''Bunda punya kabar baik untuk kamu?''
''Wah apa bunda?''
''Mulai besok kamu sudah bisa sekolah sayang'' kata Kirana
''Sekolah Bun Adrian?'' wajah Adrian benar-benar Langsung berbinar.
''iya sekolah''
''Adrian merasa senang Bun''
''Syukurlah sayang bunda sangat bahagia nak melihat mu senang''
''Oh ya Bun'' sekarang tampak sedih
''Loh kenapa? ada apa?'' heran
''Tapi kan Bun.. Adrian gak punya baju sekolah nya'' maksudnya baju seragam
Kirana tersenyum.. benar juga yang dikatakan anaknya.. Tapi itu bukanlah hal yang sulit untuknya..
''tenang sayang bunda ada solusinya.. dan ini bukan lah hal yang perlu di cemaskan''
''Nanti bunda tinggal bilang pada ibu gurunya dan mengatakan kamu ingin baju seragam sekolahnya . nanti kita langsung beli ya''
''Yang benar Bun. Jadi nanti Adrian akan langsung punya baju nya ya Bun''
wajahnya berbinar lagi
''Iya. jadi jangan cemaskan itu lagi ya. dan sekarang ayo bersiap-siap'' kata Kirana.
''siap-siap
untuk apa bunda. bukankah sekolahnya besok?''
''Iya. siap-siap untuk pergi. Karena kita akan membeli alat untuk sekolah, Adrian kan sekolah memakai tas kan?''
''Ah iya bener Bunda. kok Adrian gak ingat ya'' sambil menepuk keningnya sendiri,
Kirana terkekeh melihatnya
''sudah cepat bersiap''
__ADS_1
''iya baik bunda'' Adrian pun berlalu ke kamarnya.