Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
eps lima belas


__ADS_3

Tok... Tok...


...Kirana datang ke rumah Andrew, mungkin ia ingin memastikan bagaimana tanggapan Andrew soal semalam ia pergi mabuk mabukan,, dan sebenarnya ia ingin tahu , apa saja yang ia katakan pada Andrew, saat ia sedang mabuk itu......


Ceklek... suara pintu terbuka


"eh Non Kirana, mau mencari siapa?" tanya pembantu Andrew


Kirana celingak-celinguk "aku mau ketemu Andrew bi... ada gak yah" ujar Kirana mengatakan tujuan ia datang kesana


"ooh mau ketemu den Andrew, ada ada silahkan masuk saja Non" suruh si bibi


bibi panggilkan dulu den Andrew nya" lanjutnya lagi


"ok bi, " Kirana pun duduk di sofa ruang tengah sambil menunggu datangnya Andrew


Tak tak .. suara sepatu bersautan turun dari tangga, ternyata Andrew yang sudah turun ke bawah untuk menemui Kirana


"Untuk apa lagi kamu datang kerumah ku,, masih tidak tau malu rupanya" kekeh Andrew menatap tajam pada Kirana, dengan setengah mengejek


"apa maksudmu bicara seperti itu" sarkas Kirana yang tidak terima


"apa maksudku?" tunjuk Andrew padanya sendiri "hei justru apa tujuan mu lagi , datang kesini Kirana " geram Andrew


"Aku_aaku , aku tidak mengerti maksudmu" kata Kirana dengan terbata dan mungkin masih pura pura tidak paham


"Kirana aku tidak mengerti dengan kamu, sudah berani kamu pergi ke club' malam sampai mabuk mabukan, apa sekarang kamu sudah tahu kesalahan kamu," ucap Andrew sambil menatap Kirana tajam


"aku ada alasannya . pergi kesana " Kirana membela diri


"apa pun alasan mu, tidak di benarkan kamu sampai sampai pergi ke tempat seperti itu" bentak Andrew


..."ke-kenapa kamu malah membentak ku" ucap Kirana tak kalah tinggi dari Andrew...


Andrew pun menjambak rambutnya sendiri, "Aarrghh" ia benar benar merasa frustasi , dan bingung bagaimana lagi cara menyadarkan Kirana Dan sebenarnya ia pun tidak ada niatan membentak Kirana


Lalu ia melihat ke arah Kirana, masih menatap nya tajam . "apa harus aku yang katakan pada orang tuamu Kirana, tentang kelakuan mu" ancam Andrew


Saat mendengar itu, Seketika bola mata Kirana membulat dan ia langsung menggeleng , pertanda Andrew tidak boleh mengatakan itu pada orang tuanya, bisa bisa ia di hukum dan juga ia tidak akan bebas lagi


"Tidak tidak, Drew kumohon jangan jangan lakukan itu" mohonnya sambil mengatupkan tangan


Andrew tersenyum miring haruskah aku benar benar mengatakan saja pada Om Firman dan Tante Sera, agar mungkin kamu bakal ada efek jera Kirana Kata batin Andrew

__ADS_1


"kamu-kamu tidak akan mengatakan nya kan Drew" ucap Kirana memastikan lagi sebab Andrew masih saja diam


"sebaiknya kamu pulang sekarang, aku masih banyak pekerjaan kantor, yang harus ku urus" ucap Andrew menyuruh Kirana masih dengan nada halus


"aku tidak mau" tolak Kirana


"Ki please , jangan buat aku marah dan berlaku kasar padamu" kata Andrew lagi


"Tapi aku masih mau disini, aku janji tidak akan menganggu" Kirana masih kekeh tidak mau pergi


Andrew maju melangkah ke arah Kirana dengan pandangan yang entah, sulit ditebak


``ka-kamu mau apa" gagap Kirana


``aku antarkan kamu kedepan pintu, ayo!`` ujar Andrew sambil memegang tangan Kirana setengah memaksa


"tega ya kamu sama aku" ucap Kirana sambil menatap Andrew dengan mata berkaca-kaca


"jangan salahkan aku. kamu sendiri yang tidak bisa di kasih tahu, dan semoga kamu mulai sekarang cobalah berpikir dewasa Ki , kita bukan lagi anak ingusan , kamu pun pasti tahu mana yang harus dan mana yang tidak boleh" jelas Andrew panjang lebar juga setengah menyindir Kirana


"Heh" Kirana malah tersenyum miring "Dengarkan aku ya! Aku ini Kirana Putri Firmansyah aku tidak akan mundur atau menyerah begitu saja, dan bukankah kau sudah tau apa yang aku inginkan harus bisa kudapatkan, dan yang pasti selalu aku dapatkan. termasuk dirimu Haahahaaa......" sarkas Kirana sambil tertawa lalu setelah nya ia pun . menyentak tangan yang masih di pegang Andrew Kirana akhirnya pergi sendiri dengan masih tertawa


Andrew yang melihat Kirana seperti itu kembali menggelengkan kepalanya, ia masih tidak percaya Kirana yang ia kenal dari kecil bisa seperti itu sampai sekarang, ia kira Kirana yang sekarang sudah tumbuh berubah tidak kekanak-kanakan lagi tapi sekarang malah......


...****************...


Ternyata ucapan Andrew kemarin tidak main main. buktinya saat ini ia beneran sedang di rumah Sindy untuk mengatakan rencananya


''om Tante, saya rasa lamaran sebaiknya diadakan besok malam saja'' ucap Andrew menjelaskan tujuan nya


''loh bukannya masih ada waktu tiga hari lagi ya, nak Andrew' kata Papih Sindy


memang benar dari yang mereka kemarin sepakati masih ada waktu yaitu tiga hari lagi, tapi melihat perangai Kirana Andrew takut dia berulah makanya ia memutuskan untuk mempercepat saja acara lamaran ini


''papih bagaimana sih, bukannya lebih cepat lebih bagus ,'' terang mami Sindy


''bukan begitu, Papih kan cuma bertanya'' kata Papih lagi


''tidak apa Tante. dan ya Om begini Andrew memang sengaja ingin mempercepat saja acara ini, benar kata Tante Soraya kalau yang baik lebih di percepat lebih bagus kan'' terang Andrew


''iya.. tapi tidak ada yang terjadi sesuatu kan'' tanya Papih Sindy seperti bisa. membaca gelagat Andrew


''papih..' kata Sindy yang tidak mengerti dengan Papih nya kenapa bertanya terus, bukannya senang gitu anaknya mau segera dilamar

__ADS_1


''iya iya Papih hanyaa memastikan''


''ti-tidak kok Om.. semua baik baik saja'' kata Andrew sambil tersenyum mencoba bersikap biasa


''yasudah Tante dan Om , tunggu kedatangan kamu juga orang tuamu besok malam, ya nak Andrew'' kata Mamih Sindy


''baik Tante''


Lalu di lanjutkan dengan mereka makan malam bersama


......................


...Hari ini hari di mana akan di adakan nya pesta Lamaran Andrew dengan Sindy......


Andrew pun saat ini tengah bersiap, ia tengah bercermin. memastikan lagi penampilan nya


''sudah perfek'' katanya sambil merapihkan rambut sambil tersenyum di depan cermin senyum yang selalu memabukkan bagi setiap kaum hawa yang melihat nya


Tok... Tok


''Masuk'' kata Andrew


''Sayang, sudah bersiap nya kamu'' tanya Mama Andrew' yang mengetuk pintu tadi dan kini sedang melihat Andrew' tengah bercermin


''sudah ma, bagaimana ma anakmu ini'' tanya Andrew Mama nya, masih di depan cermin


''anak Mama selalu luar biasa, ganteng nya'' puji Mama tersenyum sambil merapihkan kemeja anaknya


''he.he Terima kasih ma,


''yasudah ini sudah waktunya kita berangkat yu!'' ajak sang Mama


''baik ma. ayo ''


Yang datang hanya keluarga ini saja, , karena acara memang sengaja di adakan tertutup karena ini hanya acara kecil kecilan saja...


lalu mobil Andrew pun keluar dari pekarangan rumah nya, begitu juga mobil sodara yang ikut mengantar


Tapi ternyata dari arah yang lain ada yang melihat mobil mereka pergi


"


mau kemana mereka, dan Andrew'??

__ADS_1


Hayo siapa coba, ada yang bisa menebak nya gak???..😁😁


__ADS_2