
Kirana masih tercengang saat Andrew mau melakukan semua ini yang katanya hanya demi dirinya.
Oh, apa ini. Tiba-tiba pipinya terasa menghangat . Kirana menatap mata Andrew, bukan hanya parasnya yang manis. Tapi, perlakuannya juga begitu sangat manis.
'Pantas saja, Sindy begitu menempel pada Andrew dulu!' Hmm, mengingat ke sana. Ada rasa tak nyaman di hati Kirana.
Lamunan Kirana buyar saat ada yang mengetuk pintu kamar rawat Adrian saat ini..
''Permisi.'' suara Pria terdengar dari luar.
Semua langsung mengarahkan pandangan ke arah pintu..
''Biar saya yang bukakan.'' ujar si perawat lalu berjalan dan akan membuka pintu.
Sementara perawat dua lagi langsung menyiapkan tugasnya untuk membawa Adrian pindah kamar VIP.
Perawat tadi membukakan pintu lalu ia melihat ada seorang Pria tampan ke bule-bule an, yang mengetuk pintu tadi.
''Cari siapa Mas?'' tanya perawat ramah.
''Saya mau cari pasien bernama Adrian, apa benar ini kamarnya?'' tanya orang itu.
''Ah ya, benar Mas. Di dalam ada orangtuanya juga kok.'' beritahu sang perawat dan mengangguk membeberkan pertanyaan Excel.
''Oh gitu ..'' Berarti, di sana ada ayahnya Adrian juga begitu kah. lanjut hati Excel.
''Mas nya siapa? maksud saya, saudaranya kah?''
Excel hanya mengangguk saja
__ADS_1
''Namanya Mas? maaf saya harus beritahu dulu Keluarga pasien'' ujar perawat itu .
''Bilang saja Excel.'' jawab nya
''Hm baiklah, mohon di tunggu'' perawat mengangguk sopan. Lalu sang perawat tadi masuk lagi kedalam
Andrew segera bertanya dengan wajah bingung karena perawat itu kembali seorang diri, dan siapa yang tadi mengetuk pintu. ''Sus, siapa?'' tanya Andrew
''Itu Pak, katanya saudaranya yang bernama Excel.'' jawab perawat memberitahu.
''Excel?'' Andrew mengulangi dengan alis terangkat
Sementara Kirana langsung menatap perawat saat mendengar nama yang disebut tadi .
''Itu, clien ku. Dia mau menjenguk Adrian'' segera Kirana menyela pembicaraan Andrew dan si perawat.
Andrew menatap pada Kirana dengan raut wajah yang sulit di artikan. ''Kau meminta orang yang bernama siapa itu , Excel , Excel itu untuk kesini?'' tuduhnya.
''Lalu ke--''
''Nanti ku jelaskan.'' potong Kirana dan ia melangkah pergi keluar meninggalkan Andrew begitu saja.
''Kurang ajar.'' Andrew mengumpat tak perduli dengan tatapan si tiga perawat yang masih di sana.
''Kenapa kalian diam, dan hanya melihat ku. Cepat bawa anakku pergi.!'' Andrew marah berteriak pada mereka semua yang terlonjak kaget
''Eh, maaf Pak mau di bawa kemana pasien?'' tanya si perawat yang takut tapi malah jadi bertanya pertanyaan konyol.
sambil menatap tajam Andrew berkata ''Bawa pulang.! Ya bawa ke ruangan yang ku minta, bo-doh!'' Andrew jadinya uring-uringan. sampai tak sadar mengumpuat pada si perawat yang memang Sedikit bo doh. Sepertinya.
__ADS_1
''Dasar kau ini, pertanyaan apa itu.'' teman nya mengomel
''Iya . sudahlah Cepat kerjakan pekerjaan kita, kalau tidak mau kena cacian lagi'' ujar yang satu lagi.
Sementara itu Kirana menemui Excel.
''Hei, kenapa disini. Ayo masuk!'' ajak Kirana pada Excel begitu sudah menemui.
Excel menoleh sambil tersenyum ''Bagaimana sekarang kondisi Adrian?'' tanya Excel beranjak dari tempat duduk lalu mendekat Kirana.
''Sudah lebih baik kok, hanya masih perlu di rawat beberapa hari lagi.'' jelas Kirana
''Ah begitu, saya doakan semoga Adrian cepat sembuh dan segera pulang.'' ucap doa tulus Excel
''Aamiin, terima kasih.''
''Hmm..''
Excel dan Kirana masuk ke ruangan yang sebenarnya tak lama lagi akan di pindahi oleh Adrian sesuai kemauan Andrew, Walaupun Andrew kesal dengan keadaan saat ini, dimana Kirana malah mengajak pria itu menemui Adrian. begitu yang di pikirkan Andrew. Tapi Andrew tak akan mengubah keputusannya yang tepat akan memindahkan Adrian ke ruangan yang lebih nyaman..
Excel segera mendekati Adrian yang masih menutup matanya dan juga selang infus berada di tangan kanannya.
''Heui, jagoan. Ini uncle. Ayo cepat sembuh ya jagoan, agar kau bisa bermain-main lagi sama Bunda mu.'' ucap Excel mendekap tangan Adrian.
''Drian, Om yakin kau ini anak yang sangat kuat, kau harus sembuh'' dengan tulus Excel mengucap.
Kirana melihat pada seseorang yang sedang memperhatikan Excel dan Adrian. wajah pria itu seperti menahan sesuatu terlihat dari wajahnya.
Kirana coba mendekati Andrew. Tapi Andrew segera beranjak lalu ia berkata pada Tiga perawat tadi.
__ADS_1
''Suster, cepat bawa anak saya ke ruangan yang saya inginkan tadi..'' ujar Andrew lalu setelah itu Andrew melengos pergi meninggalkan Kirana dan Excel yang baru melihat keberadaan Andrew karena tadi Andrew berada di posisi dekat pintu jauh dari tempat Adrian berbaring...
''Drew..'' panggil Kirana tapi tak di hiraukan Andrew berlalu pergi semakin jauh.