
Mereka masih di sana, dengan menatap pada Adrian yang masih bermain bola.
''Kirana, jadi kamu sudah memiliki anak?'' kembali tanya Excel
''Benar'' jawab Kirana sesuai Kenyataan
''Kenapa kamu gak bilang dari kemarin-kemarin Ran?'' kata Excel
''Memang harus ya aku beritahu kamu?'' tapi dengan tersenyum Kirana berucap seperti itu pada Excel
''Ya,, mungkin harus,''
''Kamu kan gak tanya'' ujar Kirana
''Lah , aku kan gak tahu, kamu udah memiliki anak'' sahut Excel
''Yasudah, tapi sekarang sudah tahu kan?'' Ucap Kirana
''Ya sudah tahu, dan itu gak masalah kok Ran!'' Ucap Excel membuat Kirana tak mengerti.
''Gak masalah bagaimana?''
''Ran, Aku terima kamu dan anak mu!'' ucapnya tiba-tiba
Kirana terkejut, memang Kirana merasakan Excel ini begitu perhatian padanya, seperti menaruh hati, tapi itu hanya perkiraan Kirana saja, lalu sekarang Excel mengatakan ini, dan apa itu artinya? Ah Kirana tak mau ke geerran dulu.
''Bunda,'' Adrian membuyarkan lamunan Kirana sekarang
''Ya sayang'' tanyanya
''Bun, Drian sudah selesai bermainnya, Drian ngantuk'' ucapnya memberi tahu pada Kirana kalau dirinya mengantuk.
''Ah kamu ngantuk ya, mau pulang?'' tawar Kirana
Adrian pun mengangguk,, tapi sebelum itu Drian menatap seseorang yang berada di samping ibunya, yang tengah menggendong seorang anak kecil perempuan.
__ADS_1
''Hai Boy!'' Sapa Excel sambil tersenyum kepada Adrian
''Hai Om'' balas Adrian,
''Ran, kamu gak mau kenalin anak kamu ke aku?'' tiba-tiba ucap Excel
''Oh iya, Drian, ayo beri salam pada teman nya Bunda'' ucap Kirana pada Adrian agar menyapa Excel dan menyalami tangannya.
''Hai Om, aku Adrian'' kata Adrian sambil menyalami tangan kanan Excel
'Sungguh anak yang sopan juga penurut' dalam batin Excel merasa bangga
''Hai Boy, kenalkan Om, Om Excel'' kata Excel pun memperkenalkan dirinya.
''Bun Om ini teman Bunda?'' tanya Adrian memastikan
Kirana pun mengangguk,,
''Oh!''
''Anak kamu pintar ya Ran, umur berapa?'' Excel ingin tahu
''Hai Drian, besok-besok mau gak main sama Om?'' tanya Excel sambil mengusap pipinya Adrian
Adrian menatap dulu pada ibunya, lalu saat Kirana menyetujui , akhirnya Adrian pun mengangguk mengiyakan ajakan Excel .
'Benar-benar penurut sama orang tua, didikannya pasti bagus' Puji Excel lagi dalam hati.
''Om,, El, dan ngantuk mau pulang'' tiba-tiba Ellena anak dari adiknya ini bersuara
''Oh Ell sudah ngantuk ya?''
''Iya!'' mengangguk lucu
''Bun, Drian juga sudah ngantuk, hoamm..'' Adrian sampai menguap beberapa kali.
__ADS_1
Dan bisa berbarengan begini dua anak kecil ini, Kirana dan Excel yang melihat pun sangat terkekeh lucu melihatnya, menggemaskan rasanya.
''Yasudah, kami pamit pulang duluan ya Ex'' pamit Kirana
''Ah iya iya, kita juga sudah mau pulang juga kok'' balas Excel
''Hm begitu''
''Iya senang Ran, bisa bertemu dengan anakmu'' kata Excel
''Hm iya,. Senang juga dapat bertemu ponakannya kamu yang menggemaskan ini'' balas Kirana
Dan setelah itu mereka pun berpisah untuk menuju mobil mereka masing-masing, dan melanjutkan pulang ke rumah mereka..
*
Sepulangnya dari tempat bermain tadi, Excel berpikir keras, memikirkan soal Kirana wanita yang lagi di sukai nya itu. Yang ternyata sudah memiliki anak. Oh apakah Kirana ini seorang janda, tebak Excel
Excel terus berpikir dengan segala tebakan yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
Kalau Kirana bukan janda berarti ia memiliki suami, tapi saat itu dia bilang dia masih sendiri, kata hati Excel lagi..
''Om...''
''Om.'' panggil Ellena membuyarkan lamunan Excel ini
"Ya sayang kenapa ?" Excel tersadar
"Om , Kok gak jalan-jalan ?" tanya Ellena keheranan, kini mereka lagi di mobil tapi Ellena merasa aneh karena mobil Om nya ini tak juga melaju pergi
Aduhh Excel sampai lupa, dia ini kan lagi di mobil dan akan membawa ponakannya pulang, "Maaf ya sayang, kita pulang ya!"
"Iya Om, Ell sudah mengantuk" kekehnya
"Baiklah"
__ADS_1
Bllluurrrrrrrr mobil pun kini melaju pergi meninggalkan area tempat bermain anak itu.
Juga dengan mobil Kirana sudah melaju sedari tadi.