Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
83


__ADS_3

Kirana memasuki rumahnya dengan perasaan yang dongkol kesal,


kok bisa bisanya gitu, Andrew Melaku hal itu lagi,


Apa Andrew hanya memandang nya seperti itu gitu padanya ? pikir Kirana.


''Bun, sudah pulang ?'' tanya Adrian begitu melihat ibunya datang


''Hm..'' hanya balasan singkat dari Bunda nya.


Adrian menatap Bingung pasti , apa terjadi sesuatu pada Bunda nya?


''Bun, habis dari mana ?'' Adrian mulai bertanya dan ingin tahu.


''Bunda, habis keluar, bekerja sayang'' jawabnya


''Oh.. tapi kok muka nya Bunda kaya gitu Bun,? apa bunda di gangguin orang Bun. biar Adrian lawan Bun ?'' tanyanya sangat penasaran.


Kirana merasa lucu dengan tingkah anaknya. Ini ulah Ayah mu sayang, apa kau akan membela Bunda atau Ayah, kalau kau tahu yang terjadi . Tanya hati Kirana masih menatap anaknya.


"Bun, kok diam?" masih menatap Kirana


"ah, tidak ada apa-apa sayang, bunda tidak kenapa-kenapa kok, mungkin Bunda hanya kecapean saja, Bunda mau ke kamar dulu ya sayang, badan Bunda penuh keringat nih. bau" canda Kirana agar anaknya tak lagi berpikir kemana-mana.


''Oh gitu, yasudah Bun.''


''Kamu lanjutin lagi belajar nya ya sayang, muahh'' sebelum pergi Kirana mencium kening Adrian .


Adrian hanya menganggukkan kepalanya..

__ADS_1


Kirana pun berlalu, memang sepertinya dia harus menyegarkan tubuhnya, agar otaknya fresh kembali..


Beberapa menit kemudian,


Bel rumah berbunyi.


Ting Tong,


''Bi, ada yang pencet bel'' teriak Adrian memberitahu pada bibi pengasuh nya .


Dengan tergopoh bibi pun membuka kan pintu depan.


Dan rupanya yang datang ini adalah Andrew, bibi sudah tahu dengan situasi Kirana Andrew dan Adrian.


Karena Kirana sudah menjelaskan bahwa Andrew ini adalah Ayah kandung Adrian.


''Eh, tuan.. mari masuk tuan'' kata bibi mempersilahkan Andrew masuk .


''Non Kirana, sudah tuan, sudah kembali kok, tadi barusan '' jawab bibi menjelaskan.


Andrew manggut-manggut dengan bernafas lega, syukurlah kalau Kirana sudah pulang.


Andrew pun langsung masuk rumah, dan kedapatan Adrian tengah belajar, karena di depannya ada beberapa buku.


''Halo jagoan.'' sapanya kepada sang putra.


Adrian langsung mendongak begitu mendengar ada suara ayahnya. ''Ayah..'' ia langsung menampilkan wajah senang nya ''Ayah, kapan ayah datang ?'' lanjutnya menanyakan kedatangan Andrew.


''Baru saja Kok sayang, Uhh..berat sekali ini anak ayah.'' kata Andrew sambil menggendong Adrian .

__ADS_1


''emang Drian berat ya Yah ? tapi Drian gak gemuk kok Yah '' kekeh Adrian dan bertanya


''Hmm, Adrian gak gemuk sih, cuma, emang bener, kamu kok berat ya?'' kata Andrew sambil mengikuti gaya bicara Adrian tadi.


''Tapi Drian gak mau gendut Yah.''


''Kalau gak mau gendut, Drian harus olahraga'' kata Andrew .


'' terus Olahraga nya harus kapan Ayah,? Drian mau''


''Bagusnya sih pagi-pagi sayang, memang Bunda gak pernah olahraga gitu?'' tanya Andrew


Adrian cepat menggeleng, ''Kayaknya gak pernah deh Yah'' jawabnya.


''Gak pernah ya.. andai saja kamu tinggal nya dekat dengan Ayah, pasti kita bakal tiap hari olahraga sayang.'' ujar Andrew


''Ayah katanya mau pindah kesini?'' nah loh, Adrian jadi ingat ke sana lagi kan.


Andrew kali ini lama diam tak menyahut.


Terus Andrew coba mengalihkan perhatian Adrian agar tak menanyakan soal dirinya yang di inginkan Adrian untuk segera dan kapan bisa satu rumah dengan Adrian.


''Eh sayang, dimana Bunda mu? Kok Ayah tidak lihat?'' tanya Andrew


''Bunda sih tadi ke kamar Yah, katanya mau mandi, eh tapi Yah yah tadi Bunda -'' perkataan Adrian terpotong oleh Andrew yang langsung menyela


''Kenapa sayang dengan Bunda?'' Andrew malah cemas takutnya terjadi apa gitu pada Kirana.


''Wajah Bunda, aneh Yah, seperti lagi marah''

__ADS_1


''Lagi marah?'' ulang Andrew.


__ADS_2