Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
Mulai serius


__ADS_3

Adrian sudah bangun dari tidurnya, dan saat terbangun Adrian teriak-teriak memanggil Andrew.


''Ayah .. Ayah, Hikss'' sampai menangis


Kedua orangtuanya yang tengah berada di meja makan, merasa terhenyak kaget saat tiba-tiba mendengar teriakannya Adrian dengan memanggil Andrew,


''Ki, itu Adrian kenapa?'' tanya Andrew panik


''Gak tahu Drew, coba ku lihat.'' Kirana beranjak.


''Aku ikut,'' Andrew mengikuti Kirana menemui Adrian yang masih memanggilnya.


''Ayah .. '' Adrian terus menerus berteriak.


''Sayang, Adrian, kau kenapa Nak?'' Kirana menghampiri dan langsung menggendongnya Adrian juga coba menenangkan nya.


Adrian kini menatap pada Kirana juga gantian pada Andrew, ''Ayah, Drian mau di gendong Ayah.'' ucapnya


''Baiklah sini,biar Ayah gendong'' seru Andrew dengan mengalihkan Adrian pada gendongannya dari Kirana.


Adrian langsung tertawa senang karena sudah di gendong oleh Andrew, juga rupanya Andrew masih ada di rumahnya ini..


''Ayah,'' panggil Adrian


''Iya sayang, Drian mau apa hm?''


Adrian menggeleng, ''Drian tidak mau apa-apa kok Yah, hanya Drian tadi itu takut.''


''Takut kenapa hm?'' tanya Andrew dengan alis terangkat.


''Drian takut kalau saat Drian terbangun tadi, ayah tidak ada di rumah ini, jadi Drian memanggilnya Ayah tadi, Drian takut Ayah meninggalkan Drian lagi.'' ucapnya lirih.

__ADS_1


Andrew semakin membawa Adryan ke pelukannya, ''Mulai sekarang Drian tidak perlu takut kalau Ayah akan pergi lagi meninggal Adrian. Karena mulai sekarang Ayah akan selalu ada bersama Adrian.'' Ucap Andrew serius.


''Sama Bunda juga Yah, Ayah tidak akan tinggalin Bunda lagi yah'' pinta Adrian.


Andrew menatap Kirana lalu berkata, ''Tentu, Ayah juga berjanji akan selalu kamu dan Bunda, juga Ayah tidak akan lagi meninggalkan kalian berdua'' lanjut Andrew berjanji dengan sangat serius..


''Terima kasih Ayah''


Andrew tersenyum dan tangannya mengusap kepala Adrian dengan sayang.


Siang nya.


Kirana sudah bersiap di kamar nya itu untuk pergi ke kantornya, hari ini ada jadwal meeting dengan clien nya dari perusahaan ternama..


Andrew tengah bermain game dengan Adrian,


Kirana pun keluar dari kamarnya itu, lalu berjalan menghampiri keduanya,


''Drew, kamu gak ke kantor memangnya ?'' tanya Kirana


''Hei.''


''Oh ya Apa ?'' sudah sadar


''Kamu gak ngantor ?'' tanya lagi Kirana


''Ngantor sih.'' jawab Andrew


''Apa kau juga mau berangkat ke kantor ?'' tanya balik Andrew pada Kirana karena Kirana sudah siap pakaiannya


Kirana menganggukkan kepalanya, ''Iya ini aku sudah mau berangkat, Oh ya. kalau kau mau pergi gak apa-apa biar Adrian sama bibi'' ucap Kirana memberitahu Andrew

__ADS_1


''Tidak, biar Adrian aku bawa pulang- ''


''Bawa pulang ?'' Kirana memotong cepat ucapan Andrew dengan raut wajah panik.


Awalnya Andrew sedikit terkejut juga dengan reaksi Kirana, tapi, saat ia mengingatkan sesuatu kini Andrew mengertilah yang ada di pikiran Kirana.


Andrew berdiri dari duduknya, lalu dia berjalan menghampiri Kirana..


Tiba-tiba ia membawa tangan Kirana dan menggenggam nya..


Kirana coba melepaskan tangan Andrew, tapi Andrew memegangnya itu dengan sangat erat.


''Dengarkan aku '' ucap Andrew ''Aku tahu kau pasti takut bukan aku akan membawa Adrian pergi lagi dari kamu, kan?''


''Siapa bilang seperti itu.'' cetus Kirana sambil membuang muka, sebenarnya Kirana enggan membahas masa lalu lagi.


''Aku juga tahu kalau kau sangat mencintainya, kau takut kehilangannya, dan aku tidak akan lagi memisahkan kalian aku tidak akan merebutnya lagi darimu '' lanjut Andrew serius.


''Lalu, tadi itu apa? kau bilang kau akan membawanya pergi, saat aku akan ke kantor'' ujar Kirana dan sialnya Air mata ini jatuh di pipinya tanpa di suruh.


Andrew memegang bahu Kirana, membawanya menatap padanya.. ''Benar tadi aku memang mengatakan itu, tapi. bukan berarti aku akan membawanya selamanya darimu lagi, aku hanya ingin membawanya ke kantor ku, dan mengenalkan dia pada semua karyawan ku'' jelas Andrew


Kirana langsung menatap Andrew dengan dalam, apakah ada kebohongan di mata itu ?


''Kau percaya padaku kan ?'' tanya Andrew bibirnya tersenyum begitu manis..


''Kau tidak sedang mengelabui ku kan?''


Andrew menggeleng ''Tidak sayang, aku kali ini benar-benar sangat serius, aku akan menebus waktu yang terbuang dengan waktu yang ada sekarang sama Adrian.''


Oh tidak! ada sesuatu yang mengganjal di pendengaran Kirana ?

__ADS_1


......Kata sayang ?!......


Dasar buaya darat,


__ADS_2