
Hari ini Adrian tengah bersiap untuk pergi ke suatu acara yaitu acara reuni sekolah..
Ini bukan sembarang acara reuni karena reuni ini di adakan untuk para mantan murid kelas TK.
Mendengarnya saja itu seperti sangat lucu karena biasanya akan di adakan reuni SMP atau SMA. Namun kini reunian untuk TK.
Adrian pun sudah siap, lantas pria tampan menurun dari ayahnya itu turun ke bawah dan menemui sang Bunda.
''Bun ... Bun ...'' panggil Adrian
''Iya nak ada apa, disini Bunda '' Kirana pun menghampiri dari balik samping rumah.
''Bun, Drian mau pergi sekarang '' ucap Adrian
''Apa mau ke tempat reunian itu Nak ?'' tanya bunda Kirana.
''Hm iya benar Bun, mungkin agak malam Drian di sana''
''Yasudah tapi ingat jangan lah minum yang berbahaya ya sayang '' Kirana menepuk pundak Adrian dengan membenarkan jas yang melekat di tubuh Adrian ini.
''Iya bunda, bunda tenang saja ya. Drian akan ingat semua yang Bunda katakan.'' ucap Adryan mengerti
''Bagus lah Nak, kalau kamu mengerti.''
***
Tak lama kemudian, di ruangan dalam gedung ini rupanya sudah banyak juga anak-anak yang telah hadir.
Tentu mereka semua itu dulunya adalah teman TK Adrian juga. Sebelum duduk Adrian menatap mereka semua, ada yang masih sama wajah mereka itu ads jugs yang terlihat berbeda sehingga Adrian sedikit lupa dengan sebagian mereka. Di tambah dulu Adrian yang pindah sekolah wajah bila dia jadi lupa.
Saat tak sengaja dia melihat tiga wanita cantik, tengah duduk bersama sambil mengobrol dan tertawa.
Tanpa sadar bibir Adrian pun terangkat dia tersenyum ketika melihat pada satu orang wanita yang begitu anggun terlihat oleh Adrian.
'Astaga, si cadel dia kenapa terlihat begitu cantik hari ini' gumam Adrian terpesona.
''Hei Bro, Lo sedang lihat siapa?'' seseorang menyenggol bahu Adrian dan mengagetkan Pria itu.
''Ah Lo, ngagetin aja sih '' kata Adrian
''Lagi lihat siapa?'' kembali tanya Riki teman Adrian sewaktu dia tak dulu dan sampai sekarang ini mereka masih berhubungan baik.
''Ohhh lagi natap si cadel ya'' kekeh Riki ketika ikut mengarah pada yang di lihat Adrian.
''Itu beneran si Salsa , Ki?'' tanya ADrian untuk memastikan.
''Iya bener Dri, dia itu anak gadis kecil yang dulu Lo ejek Mulu Dri. Tuh lihat dia jadi berubah cantik kan.'' ucap Riki
''Cantik, biasa saja ah'' kata Adrian
''Halahhh biasa gimana sih, gak perlu bohong Dri. Gue lihat kok Lo itu dari tadi natap dia mulu.'' goda Riki.
''Mana ada seperti itu.'' elak Adrian.
Sementara Salsa dan dua teman lainnya tidak tahu keberadaan Adrian di kafe itu, bahkan mungkin mereka tak tahu kalau kafe kemarin adalah miliknya Adrian.
__ADS_1
Salsa dan kawan kawan. masih berada di acara reuni ini. Begitu juga dengan Adrian, dan teman-temannya. karena acara maasih berlangsung. Hingga sampai sekarang semuanya sedang menikmati hidangan yang tersedia, dengan adanya hiburan dari anak Band. yang sengaja panitia datangkan..
Adrian di tempat duduknya kini. terus memperhatikan Salsa. ''Oh ayolah Adrian, stop Melihat gadis cadel itu.'' Ucap batinnya
Tampaknya, saat Salsa sedang bercanda bercerita dengan temannya itu. ada seseorang yang terus menatapnya. Oh ralat bahkan ada satu orang lain lagi. yang terus menatap Salsa.
Hingga satu orang pria itu akhirnya menghampiri Salsa,
Juga Adrian semakin ingin menatap pada tempatnya Salsa berada.
''Hai. gue boleh gabung disini?'' Ucapnya pria itu
Maura Pricilla dan Salsa saling menatap. seperti saling menebak siapa pria ini? hingga akhirnya Maura bicara ''Oh boleh boleh silahkan'' ucap Maura
''siapa nih cowok?'' bisik Pricilla Kepada Salsa dan masih menatap pada pria yang kini sudah duduk di hadapan mereka.
''entah gue juga gak tahu'' bisik Salsa
Lalu pria itu tersenyum, dan mulai berbicara ''Kenapa dengan tatapan kalian? Oh apa kalian sedang bertanya-tanya siapa gue?'' Ucapnya
Lantas para wanita itu serentak langsung mengangguk ingin tahu
''Apa wajah gue. berubah banget ya, sampai kalian gak ngenalin gue?''
Semuanya diam.
''Ok gue ini Keenan. ingat?'' lanjutnya
Salsa Maura Pricilla saling menatap ''Keenan?'' ucap mereka
Keenan ini anak paling populer saat masa sekolah dulu. yang suka di bicarakan oleh murid perempuan dan ternyata bisa di bilang ini saingannya Adrian dulu loh gaes.
''Kenapa sih kok seperti kaget gitu kalian?'' tanya Keenan
''Ya karena kenapa semua cowok populer dulu pada berubah sih tambah ganteng'' celetuk Maura yang paling maju kalau soal cowok idaman.
''Oh ya. apa benar seperti itu?'' menatap Maura
''Iya. Lo tambah ganteng, terus si Adrian juga sama tambah cakep keren'' Ucap Maura lagi
''Adrian?'' raut wajah Keenan langsung berubah
''Maura , Ra'' tegur Salsa dan Pricilla
''Eh'' Maura tampak sadar dengan Ucapannya tadi
''Dimana Adrian?'' tanya Keenan lagi
Tapi semuanya diam tanpa menjawab pertanyaan Keenan itu
''Kok pada diam lagi sih. apa salah dengan gue menanyakan Adrian?''
''Itu Adrian'' ucap Pricilla sambil menunjuk pada satu pria di depan sana
Keenan segera menoleh, lalu setelah melihat dia tampak manggut-manggut. ''Oh itu dia sekarang'' ucapnya dengan berbisik dan tersenyum smrik
__ADS_1
''Eh Ken. Lo sekarang kerja di bidang apa?'' Salsa bertanya untuk mengalihkan perhatian Keenan dari Adrian.
''Hm gue, sekarang kerja nerusin perusahaan bokap gue. ya, walaupun itu masih punya bokap tapi disana gue sudah ikut andil dalam mengajukan perusahaan ini'' Ucap Keenan menjawab pertanyaan Salsa
''Ya bagus dong. lagian nantinya mungkin itu bakal di berikan buat Lo juga, secara Lo kan anak tunggal'' Ucap Pricilla
''Ya bisa jadi seperti itu. tapi gue sih inginnya setelah menyelesaikan pekerjaan ini. gue juga punya perusahaan atas nama gue sendiri,''
''Ok sih. kita mah cuma bisa mendoakan ya, dengan tujuan Lo itu.'' kata Salsa
''iya Ken. kita dukung'' sahut Maura
''Ok thanks banget ya''
Dan para wanita itu pun saling mengangguk.
Tampaknya seseorang selalu memperhatikan gerak-gerik si pria ini. dan dia merasa tidak suka dengan kehadiran Keenan. di tengah para perempuan itu. atau lebih tepatnya, antara Salsa dan Keenan mungkin..
''Tidak, itu bukan urusan gue. kenapa gue harus merasa seperti ini. perasaan apa sih ini'' Ucap hati nya. seseorang. lalu dia kembali fokus mengobrol dengan teman-temannya.
lalu
Tak lama, Salsa merasa dia seperti ingin ke toilet. ''Eh gaes gue ke toilet bentar ya. kalian jangan kemana-mana'' Ucap Salsa
''Iya Sa,'' sahut dua temannya.
''Perlu gue antar'' tawar Keenan tiba-tiba
''Eh tidak usah, gue bisa sendiri kok'' tolaknya Salsa
''Oh yasudah Lo hati-hati''
''Siap'' Salsa pun berdiri dan segera mencari toilet di tempat itu.
Kebetulan sekali Adrian juga saat itu sedang ingin pergi ke toilet. dan rupanya saat mereka setelah selesai, menuntaskan Hajatnya.
di luar toilet mereka tak sengaja bertemu. lalu keduanya saling menatap.
Adrian.. apa, dia mengenali aku tidak ya? tanya Salsa dalam hati
Salsa. gadis cadel ini, apa dia mengenali gue? tebak Adrian juga dalam hati
''Lo Salsa?'' karena merasa penasaran akhirnya Adrian Bertanya
''Ya.'' jawab Salsa pendek
Sialan, dia jawab cuma Ya doang.. dasar judes" Ucap hati Adrian lagi.
Aku tanya balik gak ya? Kata hati Salsa. tapi dia seperti malu untuk bertanya balik
Juga diam-diam Adrian menunggu Salsa, menanyakan dirinya. karena Salsa tak kunjung bertanya namanya. Adrian pun memutuskan untuk pergi. tapi sebelum itu, dia pun berbisik di depan wajah Salsa.
''Nyesel gue tanya nama Lo'' cetus Adrian lalu pergi
''Eh Kenapa sih dengan orang itu. aneh'' gumam Salsa menatap kepergian Adrian
__ADS_1