
Kirana yang sudah selesai dengan membersihkan tubuhnya itu pun turun ke bawah untuk menemani Adrian,. Karena hari ini dia sangat sibuk di luar, dan belum menyempatkan waktu bersama anaknya seharian ini.
Tap
Tap
Suara sandal yang di pakainya beradu dengan lantai. Kirana berjalan sambil melihat ponsel di tangannya. ''Sayang '' Kirana pun memanggil Adrian tanpa melihat nya dulu .
''Ya Bun ?'' sahut Adrian dan Andrew ikut menatap Kirana.
''Sudah be- '' perkataan Kirana terputus saat ia melihat seseorang di samping anaknya.Orang yang tak di undang !
''Apa Bun ?'' tanya Adrian kembali , dia tidak mengerti rupanya.
''Sudah belajarnya belum, cepat istirahatlah.!'' kata Kirana dan meneruskan lagi yang ingin dia tanyakan tadi pada Adrian.
''Sudah kok Bun, kan di bantuin Ayah tadi '' jawab Adrian dengan tertawa kecil pada Andrew.
Andrew balas mengusap kepala Adrian, lalu kembali menatap wanita di depannya..
''Hai.'' Andrew menyapa Kirana dengan tersenyum lebar, raut wajah yang polos tanpa dosa.
Tapi Kirana tak membalas sapaannya ataupun senyuman nya, Kirana memilih membuang wajahnya saja pada arah yang lain.
''Dri, Sepertinya iya Bunda mu lagi marah '' bisik Andrew
''Ya kan Yah benar, itu juga dari saat Bunda pulang Yah, Bunda kaya marah gitu wajahnya '' balas Adrian dengan berbisik pula.
__ADS_1
''Kamu ada cara gak, agar Bunda kamu gak marah lagi, biar rumah rame Dri?'' tanya Andrew meminta pendapat dari Adrian.
''Em..'' coba berpikir dulu, ''Hah ada yah '' lanjutnya ketika sudah tahu.
''Apa-apa?'' Andrew pemasaran .
''Belikan ice krim saja Yah '' itu usul dari Adrian.
''Ice krim ya?'' Tapi kan setahunya Kirana tak suka ice krim, Apa sekarang jadi suka? tanya batin Andrew
''Memang Bunda mu suka ice krim gitu?'' akhirnya Andrew bertanya dulu pada Adrian.
''Enggak'' jawabnya dengan menggeleng itu membuat Adrian sangat lucu.
''Lalu kenapa tadi kamu suruh belikan ice krim ?'' aneh kan anaknya ini !
Andrew langsung membuka matanya dengan lebar Dan akhirnya tertawa ''Hahaa, lucu banget kamu Adrian Drian, kok di samain.''
Di depan sana, seorang wanita tampak bingung dan heran tiba-tiba Andrew tertawa seperti itu, dan penasaran lagi pada membisikkan apa mereka? Namun untuk menanyakan tentu dia malu.!
''Drian, kamu mengantuk tidak?'' Kirana bersuara lagi
lalu Adrian menggeleng sebagai jawaban.
''Benar , gak ngantuk? biasanya jam segini kamu suka tidur loh'' Kirana mengingatkan
''Iya Bun, benar gak ngantuk kok tapi,,,'' Adrian sengaja menjeda perkataannya sambil menatap Andrew tiba-tiba.
__ADS_1
''Tapi apa?''
''Tapi, kalau tidurnya bertiga Drian mau Bun'' katanya dengan tertawa simpul.
''Hah itu baru anak Ayah, Ayo kita tidur bertiga Ayo'' Andrew menyahut dengan sangat senang, jelas sekali terlihat.!
''Apa apaan sih kamu'' Kirana menegur .
''Apa? gak ada salahnya Bun'' kata Andrew, dengan sengaja memanggil Kirana dengan sebutan Bun.
''Jangan ngaco deh, sebaiknya kamu pulang saja!'' ujar Kirana dengan tegas.
''Bunda,'' Adrian langsung merengek
''Lihat sayang, Bunda mu mengusir Ayah'' adu Andrew dengan pura-pura sedih .
''Drew.'' sentak Kirana mulai kesal lagi .
''Bun, jangan usir Ayah, Drian mau tidurnya sama Ayah'' Adrian sudah mau menangisi.
Huft .
Kirana membuang nafas kasar, mau nya apa sih pria ini, tak cukup kah setelah tadi yang dia lakukan itu, sekarang Kenapa harus datang ke sini juga sih, padahal Kirana ingin pulang ke rumah itu untuk istirahat dan menenangkan tubuh juga pikirannya.
Tapi kalau seperti ini, namanya dia gak bisa tenang, Kirana menatap tajam pada Andrew, Dan Andrew justru membalas nya dengan senyuman genit yang mengedipkan sebelah matanya pada Kirana, ia ingin menggoda Kirana...
Kirana semakin melotot pada Andrew sebagai balasan darinya..
__ADS_1
''Bun, jangan pelototin Ayah ! '' tiba-tiba Andrian menegur Kirana sambil marah. karena kedapatan melihat ekspresi melotot mata Bunda nya ini kepada Ayahnya..