Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
38


__ADS_3

''Emhh leppass'' ujar Kirana


''kenapa hah. kau sok menolak ku, bukankah ini yang kau inginkan'' sekarang Andrew dengan paksa meraba dada Kirana


''Awhh sakitt'' rintih Kirana dan menahan tangan Andrew


lalu Kirana pun menampar pipinya Andrew


''kau keterlaluan.'' pekik Kirana


''Aku. aku kau bilang keterlaluan? oh apakah kau masih belum menyadari kesalah mu hah.. dan perlu ku ingatkan dimana letak kesalahan yang pernah kau lakukan?'' Andrew mencengkeram kuat rahang Kirana


''Emhh sakit lepaskan''


''ini belum seberapa Kirana, dan kau harus merasakan sakit yang lebih dari iini''


Lalu Andrew menyeret tubuh Kirana ke ranjang. dan langsung melemparkan nya dengan kasar . lalu Andrew menyeringai saat melihat Kirana sudah terlentang Seperti itu.


Andrew pun mendekati Kirana dan langsung mengungkung dibawahnya..


''ayo katakan kau memulai nya seperti apa.. ini . seperti ini'' Andrew mengecup semua tubuh Kirana tapi dengan penuh amarah


''Atau seperti ini'' sekarang Andrew memainkan dua gundukan dengan kasar

__ADS_1


''Ahhk lepaskan sakiit'' rintih Kirana


''Sakit kau bilang, sakit mana dengan kekasihku yang telah kau rampas kebahagiaan nya hah''


lalu Andrew menampar pipinya Kirana


''hikss sakit. tolong lepaskan, biarkan aku pergi'' sambil menangis dan memegang pipinya yang tadi di tampar Andrew


''jangan harap kau bisa lepas dariku sekarang. karena mulai detik ini, aku akan merebut semua senyuman mu. kebahagiaan mu, karena mulai sekarang kau hanya akan mematuhi perintah yang kuberikan''


Dan Andrew pun melakukan penyatuan dengan Kirana . dengan cara kasar, bahkan Andrew tak mendengar rintihan Kirana. saat mengatakan dia kesakitan...


dan Andrew pun justru merasa puas setelah mendengar Kirana memohon dan jeritan sakitnya. itu membuat Andrew merasa puas..


''Drew ku mohon to-long henti-kan'' Ucap Kirana dengan nada lemah nya karena sudah lelah berteriak kesakitan dari tadi.


''teruslah berteriak dan memanggil namaku. ayo sebut nama ku'' teriak Andrew


Kirana menggeleng ''aku mau pulang'' Teriak Kirana dengan menangis


Lalu tiba-tiba Andrew menghentikan aktivitas itu..


Kirana pun akhirnya bisa bernafas lega, ia kira Andrew telah berhenti menyiksa nya..

__ADS_1


tapi Kirana lihat Andrew meminum obat keramat yang Kirana tahu obat apa itu..


seketika Kirana panik . matanya membulat Takut dia ketakutan.. Oh tidak apa yang akan terjadi?


Dan Kirana berpikir keras, bagaimana caranya dua harus keluar dari kamar ini sekarang juga.. tapi bagaimana karena bajunya Telah di robek Andrew tadi..


saat Kirana melihat bajunya Andrew.. buru-buru Kirana mengambil dan ingin memakainya dengan tangan bergetar, tapi rupanya pergerakan nya di ketahui oleh Andrew.


''Jangan sentuh baju ku'' teriak Andrew sambil merampas bajunya yang sudah di pegang Kirana


Kirana semakin ketakutan saat Andrew menatap nya tajam .


''bi-biarkan a-aku per-gi'' mohon Kirana dengan terbata


''jangan harap bisa semudah itu, wanita ****** seperti mu lepas dariku.. kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa sekarang ini'' lalu Andrew mendorong bahu Kirana, sehingga Kirana sekarang terlentang lagi dan Andrew pun ikut berada di atasnya. hingga mengungkung tubuh Kirana


''jangan kumohon, tolong jangan lakukan lagi''


''kenapa, bukankah kemarin kau suka rela untuk ku sentuh hem? kenapa kau sekarang menolak ku ******. kenapa?'' Teriak Andrew marah


Dan Andrew pun langsung melakukan nya lagi dengan kasar. dan dalam satu hentakkan miliknya menyatu dengan milik Kirana


''Aahh sakitt'' pekik Kirana dengan berurai air mata

__ADS_1


hingga akhirnya Andrew mencapai pelepasan di dalam inti Kirana.. dan Kirana pun rupanya jatuh pingsan, tidak kuat melawan permainan Andrew


__ADS_2