
Dokter sudah selesai menangani Adrian.
Kirana Mama, dan Andrew langsung berdiri dari duduknya, lantas segera menanyakan keadaan Adrian pada dokter.
''Dok, gimana anak saya?'' tanya Andrew lebih dulu bersuara.
''Tadi itu pasien mengalami gejala demam berdarah, dan untunglah tadi Anda cepat membawa anak Anda ke rumah sakit, kalau terlambat, mungkin akan berakibat fatal '' Dokter yang berkelamin laki-laki itu pun menjelaskan.
Semua sangat shock mendengar kenyataan tentang Adrian yang mengalami demam berdarah. Juga Kirana semakin takut . ''Adrian.'' Kirana bergumam
''Tenang, ada Tante''
Kirana mengangguk.
''Dok, tapi sekarang anak saya sudah baik-baik saja kan? tidak lagi Sesuatu yang serius ?'' kembali Andrew bertanya, Kirana tak mampu berkata-kata ia masih terkejut.
Dokter mengangguk meyakinkan ''Semua sudah terkendali, pasien juga sudah mulai membaik kondisinya, seperti yang tadi saya sebutkan untung Anda cepat membawanya. Dan sekarang pasien tengah berada di pengaruh obat, jadi tolong jangan dulu di ganggu, untuk memulihkan kondisinya.!'' jelas sang dokter.
''Ya baiklah Dok''
''Yasudah, saya permisi'' Pamit dokter dan berlalu.
*
Pagi pun tiba
''Ki, sebaiknya kamu pulang saja, kamu pasti butuh istirahat, biar aku disini.'' ujar Andrew
Mama Andrew sudah pulang sedari tadi, dan nanti mau kesini lagi, menemani.
Kirana menggeleng ia tak mau berpisah dengan Adrian, biarlah ia tak istirahat asal bersama anaknya.
''Ki, aku tahu kau ingin menjaga Adrian, tapi aku gak mau kamu ikut sakit juga, jadi kamu pulang ya'' bujuk Andrew
''Tidak Drew, aku tidak merasa capek , aku mau di sini'' kata Kirana kukuh tak mau pulang.
''Yasudah kalau itu mau mu'' Andrew tak akan memaksa lagi.
__ADS_1
Rupanya dokter menjelaskan lagi kalau katanya Adrian masih harus di rawat di rumah sakit ini, untuk pemulihan.
Tiba-tiba, Andrew beranjak mau keluar.
''Mau kemana ?'' tanya Kirana menghentikan langkah Andrew. Andrew pun berbalik menatap kearah Kirana dan berkata ''Aku ada urusan dulu, kamu tunggu sebentar ya'' ucap Andrew tak menjelaskan
Kirana hanya mengangguk saja.
Triiingggg..
Suara ponsel nya Kirana berdering
Kirana segera melihat siapa yang menghubungi.
Tertera di layar nama Excel. 'Ada apa?' dalam hati Kirana bertanya
Kembali Excel menelponnya karena penasaran Kirana pun mengangkat panggilan Excel
[Halo, Kirana.] sesaat sudah terhubung
[Ini Ki, aku tadi ke kantor ku, katanya kamu gak datang ya?] ucap Excel mengatakan tujuannya menghubungi Kirana.
[Iya Ex, memang aku gak ke kantor sekarang.]
[Kenapa Ki? Sorry kalau aku merasa ingin tahu.]
[Aku sedang berada di rumah sakit, karena Adrian sedang sakit, makanya aku gak ke kantor. Oh ya kenapa kamu nyariin aku sampai ke kantor ?] Kirana ingin tahu.
[Kemarin sepertinya ada berkas yang ketinggalan deh Ki, di ruangan mu.] Excel menjelaskan
[Oh gitu ya, duh gimana dong aku nya belum bisa ke rumah sakit Ex.] Kirana merasa tak enak pada Excel, tapi tak mungkin juga ia pergi ke perusahaan dan meninggalkan Adrian.
[Sudah tak apa Ki, kamu jangan kesini, aku ngerti kok, dan ya, Kirana, boleh kah aku menjenguk anakmu'' mohon Excel.
'Bagaimana ini,' Kirana bingung sendiri.
[Halo Kirana boleh tidak ? Tapi kalau kau tak mengijinkan tak apa.] kata Excel berbicara lagi
__ADS_1
Karena merasa tak enak dengan Excel , padahal niat Excel ini baik ingin menjenguk anaknya akhirnya Kirana mengijinkan Excel untuk kesini dan menjenguk putranya. Juga Kirana sudah menyebutkan nama rumah sakit ini.
Takk
Pintu terbuka dan rupanya Andrew sudah kembali dan kali ini Andrew datang tak sendiri, ia datang bersama para perawat.
Itu justru membuat Kirana panik apa terjadi lagi yang serius pada putranya ? Kirana beranjak dari tempat duduk dan berjalan mendekat pada Andrew ''Ada apa Drew ?'' tanyanya cemas
''Tidak ada apa-apa, hanya aku ingin memindahkan Adrian ke ruang VIP yang lebih nyaman untukmu '' Andrew menjelaskan.
''Lebih nyaman?'' Kirana masih bingung.
''Hm, agar kau bisa istirahat disini dengan nyaman. bukankah kau tak mau pulang ?'' tanya Andrew
''Iya, tapi ... Apa tak berlebihan ?'' menatap Andrew
''Tidak ada yang berlebihan, jika itu menyangkut dengan dirimu dan anak kita.'' ujar Andrew begitu manis.
Para perawat wanita yang tadi di panggil Andrew yang menyaksikan dua orang itu merasa ikut tersentuh dan iri, melihat perlakuan Andrew pada Kirana.
'So sweet banget sih ya'
'Iya, duh gue jadi ngiri'
'Gue jadi ingin punya suami gitu juga'
'Gue juga mau di perlakukan gitu sama suami gue'
'Pasangan serasi banget ya mereka'
'Suaminya pasti sayang banget itu, pada istrinya'
'Dan istrinya pasti sangat bahagia juga tuh'
'Hu.uh'
Begitu bisik-bisik para perawat yang salah mengira bahwa Andrew dan Kirana ini suami istri.
__ADS_1