
Saat Kirana sedang mencoba untuk menghubungi nomor nya Sindy . rupanya Nomor telpon Sindy sudah tidak aktif lagi..
''Duh kenapa nomornya sudah gak aktif ya'' ucap Kirana yang terus mencoba menghubungi Sindy . tapi tetap hasilnya yaitu sudah tidak aktif
''Apa sebaiknya aku langsung pergi saja ke rumah nya ah iya, itu lebih baik'' Ucap Kirana lagi
Lalu Kirana pun. segera bersiap untuk kerumahnya Sindy. sampai Kirana tidak perduli kalau dirinya belum makan dari pagi..
karena yang ada di pikirannya sekarang ini, yaitu dia harus bertemu Sindy secepatnya.
Sekarang sampailah Kirana di kediaman kedua orang tuanya Sindy,
Tok Tok..
Tok
Tok
Kirana sudah tidak sabar, dia terus mengetuk pintu.
pintu pun akhirnya terbuka
''Bi Sindy ada?'' Kirana langsung bertanya
''Bi saya mau bertemu dengan nya''
''Oh maaf Non. Nona ini siapa ya?'' bibi pun menahan Kirana agar tidak masuk
__ADS_1
''Saya.. saya temannya Bi, tolong panggilkan dia. saya harus bicara penting sekarang''
''Iya tapi maaf Non, Nona Sindy nya tidak ada dirumah''
''tidak ada dirumah gimana maksudnya bibi?'' Kirana jadi panik
''iya tidak ada, karena Minggu lalu kemarin Nona Sindy sudah pergi ke luar negeri dan nyonya juga tuan ikut pergi kesana'' bibi pun menjelaskan
''A-apa, i-itu tidak mungkin. tidak Sindy tidak boleh pergi jauh'' gumam Kirana dia juga sangat panik saat mendengar Sindy keluar negeri.
Diperjalanan pulang, Kirana bingung harus melakukan apa lagi. karena yang bisa menolongnya kini adalah Sindy, tapi kenyataannya sekarang Sindy sudah pergi jauh.
Besoknya.
ponsel milik Kirana berdering. rupanya itu dari Andrew yang menghubungi nya
Dan Andrew pun Terus menelpon Kirana hingga beberapa kali, tapi Kirana juga enggan mengangkat nya. karena sekarang dia jadi takut walau hanya sekedar mendengar suaranya saja.
Dilain tempat
seorang pria sangat marah juga kesal, karena telponnya tidak si angkat oleh Kirana
''sialan, beraninya wanita itu tidak mengangkat telpon ku. rupanya dia masih berani padaku ya. Oh apa masih belum cukup yang ku lakukan kemarin.. Heh lihat saja kau Kirana'' Ucap Andrew dengan menahan kekesalannya pada Kirana Andrew pun tersenyum menyeringai
Sepertinya Kirana harus pergi dari sini. sepertinya dia tidak aman kalau masih ada di dekat Andrew.. Kirana pun menyusun rencana untuk dirinya segera pergi dari kota ini. dan menghindari dari Andrew,
Kirana puji segera mengemas barangnya ke dalam koper, dan saat sedang memasukkan barang. pintu kamarnya di ketuk dari luar .
__ADS_1
Kirana menoleh dan bertanya tanya, siapakah yang mengetuk pintu. karena yang dia tahu rumahnya ini sedang tidak ada siapapun, juga Bibi Sedang ke pasar.. Kirana jadi panik sendiri
lalu dia berjalan dengan perlahan pada pintu.. yang masih di ketuk itu,
Kirana coba mendekati pintu dan menempelkan telinganya pada pintu,
''Buka.'' tiba-tiba ada suara seorang pria
mata Kirana langsung membulat juga jantungnya berdetak kencang,
''Ku bilang buka. aku tahu kau ada di dalam Kirana'' teriak orang itu lagi
''Oh Tuhan. mau apa dia kesini?'' gumam Kirana dengan ketakutan
''Cepat buka atau ku dobrak dengan paksa''
Kirana segera berlari menuju jendela kamarnya. saat di buka, dia Bingung sendiri, karena rupanya untuk turun ke bawah juga sepertinya bukan cara yang tepat. itu artinya dia justru bunuh diri. tapi saat mendengar suara pria itu juga dia ketakutan..
''Oh sial... aku harus pergi jalan mana?'' keluh nya
Sampai akhirnya, suara pintu di dobrak puj Terdengar. Kirana menoleh dan mendapati Andrew sudah masuk juga menyeringai padanya..
''Stop. ja-jangan mende-kat''
''Ku bilang Jangan mendekat, atau aku.. aku''
''Apa . kau mau apa, mau loncat, ayo loncat saja kalau kau berani.'' tantang Andrew
__ADS_1