
''Bunda.'' panggil Adrian
''Iya sayang.'' balas Kirana
''Bun, Drian mau pisang.'' ucapnya meminta buah pisang
''Sini Bunda ambilkan.'' Kirana pun memberikan pisang muli.
''Ini namanya pisang apa bun?'' tanya Adrian sambil memegang pisang kecil yang Kirana berikan padanya.
''Namanya sih pisang muli ini sayang, kenapa memangnya tanya begitu ?'' Kirana penasaran sendiri anaknya tiba-tiba menanyakan soal pisang karena biasanya tinggal di makan saja langsung..
''Tidak apa-apa Bun, jadi ini namanya pisang muli ya Bun ?'' memastikan lagi
Kirana kembali mengangguk
''Ya. Yasudah di makan.''
Lalu Adrian dan Kirana pun memakan pisang kecil itu.
Saat itu Andrew datang dan ikut bergabung. Tapi Adrian tiba-tiba berkata lagi, ''Bun''
''Hm?''
''Kalau pisang Ambon itu yang mana Bun ?'' celetuk Andrian .
''Uhukkk..'' Kirana langsung tersedak segera menatap Andrew penuh tanya dan menatap tajam.
Andrew menggeleng dan mengangkat bahu tanda bukan dia.
''Bun Yah.. pisang Ambon yang kaya gimana sih Drian mau makan pisang itu.'' kekeh Adrian
''Memang Adrian tahu dari siapa ?''
''Kan tadi ayah yang bilang pada Bunda, katanya nanti Ayah mau ngasih Bunda pisang Ambon itu'' jawab Adrian polos
Kirana semakin mendelik pada Andrew ''Salah mu, kalau bicara tuh gak kenal tempat.'' omelnya
__ADS_1
''Hihii maaf sayang, tapi kan gak nyebutin detailnya ini sayang.'' masih saja bisa membela diri.
Kirana hanya mencebik-kan bibirnya
Di hari yang bahagia ini, semua ikut hadir juga tentunya saling memberikan ucapan selamat atas kebersamaan mereka sekarang atas bersatunya dan semua rintangan juga masalah yang sudah Kirana dan Andrew lalui akhirnya berbuah manis juga.
"Selamat ya" ujar Sindy mantan kekasih Andrew Sindy kini sudah berbadan dua bahkan mungkin sebentar lagi akan lahir anaknya itu.
"Thank you Sin.." balas Kirana
"Drew, jaga Kirana dan jangan buat dia kecewa Jangan kamu sakiti lagi" pesan Sindy walaupun Kirana sudah merebutnya dari Sindy juga membuat dulu hati Sindy sakit tapi sekarang Sindy memberikan peringatan agar Andrew tak menyakiti Kirana lagi.
"Iya, kamu tenang saja. Aku akan jaga istriku ini sama anak ku."
"Anak ku juga." ujar Kirana
"iya iya, anak kita
Meraka pun tertawa terasa lucu saja.
Malam telah tiba..
"Ayah, Ayah gak pulang ?'' tanya Adrian polos kini waktunya Andrew pulang untuk kemarin-kemarin
Andrew menggeleng '' Ayah mau nginap di sini'' jawabnya
''Benarkah Yah ?'' Adrian berbinar ini yang dia mau.
''Ya dong, ayah mau bobok di sini.''
''Asikkkk, tapi kenapa Yah ? nanti Bunda akan marah Yah.'' memang saat dulu Kirana akan menolak bila Andrew tidur di rumahnya, walau itu demi Adrian.
Andrew malah merasa lucu ''Ya gak akan marah lah sayang, kan sekarang Ayah ini suaminya Bunda. Jadi tidak apa-apa lagi bila Ayah tidur di sini..'' jelas Andrew Bahkan melakukan itu dengannya juga malam ini sudah sah, dia tidak akan lagi menolak Ayah Drian, Bunda mu akan suka rela melakukan penyatuan dengan ayah, hehe . lanjut batin Andrew sudah berbunga-bunga hatinya.
''Ohh begitu, lalu kenapa gak dari dulu saja Ayah melakukan pernikahan kaya tadi siang. Agar Ayah bisa Tidur dengan Drian kaya gini ayah, Drian akan senang Drian gak akan sedih bila saat rindu pada Ayah.'' mendadak Adrian sedih saaat mengingat dulu dirinya ingin tidur sambil di peluk Andrew .
Andrew langsung membawa sang anak dalam pelukannya. ''Sudah jangan sedih gitu dong, sekarang kita harus happy. Kan sudah ada ayah di sini ya''
__ADS_1
''Baik Ayah.''
Adrian langsung menatap Andrew dan tersenyum mengangguk kembali memeluk erat tubuh Andrew
Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga, Kirana sang istri sudah datang ke kamar itu. Andrew tersenyum manis pada istrinya dan di sambut senyuman maut oleh Kirana. Dan bagi Andrew itu seperti senyuman menggoda Padahal Kirana tak berniat Seperti itu..
Kirana pun ikut bergabung dan berbaring di sisi Adrian yang berada di tengah-tengah. Tapi Andrew merasa tak terima kalau posisi seperti ini.
''Ayah baru tidur bertiga nih ya kan. kamu kangen kan sama ayah ingin peluk Ayah kan?''
Adrian mengangguk patuh.
''Nah pasti Bunda kamu juga kangen pada ayah ingin peluk Ayah juga.''
Adrian mengangguk lagi.
''Jadi posisi tidurnya itu Ayah harus di tengah.''
''Kenapa gitu?'' tanyanya polos
''Agar Bunda dan kamu bisa bareng-bareng peluk Ayah, sini kamu geser di sini dan Ayah di tengah jadi kalian bisa memeluk Ayah.'' Andrew pun sudah memindahkan Adrian dan dia sudah berbaring di tengah sambil membawa tangan Kirana agar memeluknya. Tak cuma itu dengan jahilnya Andrew mencuri ciuman di bibir Kirana saat Adrian berada di sisi agar tak melihat perlakuan nya..
''Bunda...'' Adrian justru merengek
''Eh kenapa?''
Adrian menggeleng. ''Drian gak mau! Drian mau tidur dekat Bunda, mau peluk Bunda.''
Andrew langsung melongo
''Katanya mau peluk Ayah?''
''Ya! tapi kalau di tengah itu Drian bisa peluk Ayah juga Bunda, kalau di sini nanti Drian jatuh.'' Adrian sudah berkaca-kaca matanya
Adrian pun kembali berbaring di tengah-tengah meninggalkan Andrew yang mulai kesal. Kirana hanya tertawa tertahan melihat tingkah dua pria hebat di hadapannya ini..
''Ya Tuhan, ini bukan bayangan yang ku inginkan..'' Andrew mengeluh Tapi ia tak mungkin marah pada anaknya.
__ADS_1