Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
74


__ADS_3

Dokter telah selesai menangani Kirana, dan dokter mengatakan bahwa Kirana psikis nya cukup terganggu..


tentu itu membuat Andrew terpaku di tempatnya, ia cukup terkejut.. Andrew kira Kirana baik-baik saja.


walau dia tahu bahwa pasti sudah banyak hal yang terjadi kepada Kirana..


namun entahlah sekarang dia merasa cukup peduli pada Kirana dan merasa kasihan,


dokter sudah pulang.dan memberikan wejangan kepada Andrew untuk menjaga Kirana, tentu sebelumnya dokter tidak tahu kalau mereka berdua ada masalah sebelumnya.


''baiklah'' Jawab Andrew


Andrew menatap wajah yang kini sedang damai dalam tidurnya.


''Adrian..


Adrian..'' Kirana mengigau


''adrian..''


''ki bangun.. sadarlah'' ujar Andrew


Kirana tak sadar Langsung mendekap erat tangan Andrew yang ia kira itu adalah Adrian


''adrian.. Jangan tinggalkan bunda nak'' ucapnya pelan namun penuh ketakutan


dahinya penuh dengan keringat,


perlahan tangan Andrew menusap keringat yang keluar dari dahinya Kirana,


''Sadarlah''


tak sengaja Kirana dalam tidak kesadarannya Kirana tiba-tiba membawa lagi tangan Andrew pada buah dadanya..


''Adrian..'' masih mengigau


****.... Andrew salah fokus dia justru menikmati sentuhan yang Kirana lakukan,


''Oh ayolah.. mengapa pikiranmu seperti ini''


Kirana semakin menekan tangan Andrew di dadanya, mana Kirana meremas tangan nya lagi..


Andrew menggigit bibir bawahnya,


Oh sial..

__ADS_1


ada apa denganmu Andrew.. Kenapa milikmu tiba-tiba bangun?


menyebalkan, namun ia bertanya tanya kenapa hanya dengan perlakuan Kirana seperti ini saja, miliknya Langsung berdiri dan terasa sesak.


tapi berarti dia tidak impoten kan?


entahlah Andrew bingung sendiri,


karena tak mau pikirannya Semakin berkelana, Andrew melepaskan tangannya dari genggaman Kirana


sial kan . dia sampai harus menuntaskan ini di toilet..



Rupanya sampai Kirana sadarkan diri, Andrew masih setia menemani..


perlahan mata lentik itu terbuka


"Emm" menahan silau Lampu. dengan tangan


Kirana menatap sekeliling dimana dia?


"Ki, sudah sadar kau syukurlah " ucap Andrew mengangetkan Kirana


Ha!


"Ke- kenapa kau di- disini?'' bertanya dengan panik


''tentu karena ini adalah kamar ku'' jelas Andrew mengatakan


''a-pa kamar mu, kenapa bisa ?''


lalu Kirana coba mengingat lagi sebelumnya atau kejadian sebelum ini..


saat itu dia yang sedang ketakutan, dan tiba-tiba datang seseorang mungkin menyelamatkan nya..dan Kirana ingat dia adalah Andrew


tak terasa mengingat kejadian semalam, Kirana kembali terisak .


''Ki tenanglah, aku bersamamu '' ucap Andrew mendekati


Kirana langsung menatapnya tajam, ''benerkah kau bersamaku ? lalu dimana kau selama ini saat anakku...'' Kirana tak sanggup meneruskan lagi ucapannya.


Andrew termangu, ''maaf kan aku'' ucapnya


Kirana menggeleng ''Semua tidak bisa diselesaikan dengan kata maaf saja..hinaan cacian pertanyaan tentangmu dan tentang putraku.. juga pertanyaan orang-orang. tak bisa di obati hanya dengan kata maaf '' ucap Kirana menatap kosong.

__ADS_1


''Ki...'' membawa tangan Kirana kedalam genggaman nya


''aku akan memperbaiki semuanya, aku akan meminta maaf pada Adrian.. aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf mu'' ujar Andrew dengan serius


Kirana langsung menatap pada mata Andrew


memang sempat dia melihat tak ada kebohongan di mata pria itu, namun entahlah hati Kirana sedang tidak bisa di ajak kompromi


Kirana hanya bergeming


tak lama ia bersuara,


''kalau hanya untuk sekedar membual lebih baik kau tak banyak bicara Drew'' ujar Kirana


Andrew tak menyahut ucapan Kirana, karena Andrew tahu kalau Kirana saat ini sedang tak mempercayai ucapannya tadi..


biarlah ia ingin membuktikan pada dirinya sendiri juga kalau dia tidak bohong atau membual dengan yang dia katakan tadi,


dan Andrew akan membuktikan nya dengan caranya nanti,


tiba-tiba Kirana bangun dari tidurnya, dan ingin beranjak.. namun tubuhnya masih lemah.


Kirana kembali terjatuh dengan di bantu Andrew..


Andrew segera menopang tubuh Kirana,


''hati-hati Ki, kamu masih lemas'' ujar Andrew mengingatkan


tatapan mereka saling bertemu lagi dengan jarak sedekat ini tentu Kirana dapat menciumi Aroma wangi parfum Andrew


buru-buru dia membuang muka, dan menyingkirkan tangan Andrew yang tadi menahan nya saat mau terjatuh..


''lepas, ''


Andrew masih di tempatnya.. ia tak beranjak, justru kini Andrew duduk di samping Kirana,


perlahan tangan Andrew menggenggam lagi tentang Kirana lebih erat.


Kirana menolak namun Andrew tak mau melepaskan


''Kirana tolong dengarkan ini.. mungkin kau tidak akan percaya, tapi aku serius aku ingin memperbaiki semua yang sudah ku perbuat kepada mu.. juga Kepada Adrian, aku ingin menebus dosaku Dengan membayar waktu yang terbuang bersama anakku'' tiba-tiba Andrew berucap


''A-anak mu?'' ulang Kirana tak percaya juga terkejut


''Ya. anakku . Adrian adalah anak ku kan? maaf aku baru menyadarinya'' lanjut Andrew

__ADS_1


Kirana terpaku di tempatnya.. benarkah Andrew sudah mengakui Adrian sebagai anaknya?


__ADS_2