
Mama Nina malam ini dia tampak gelisah memikirkan perkataan dokter tadi setelah memeriksa Andrew. yang menyatakan Andrew mengalami gejala seperti morning sickness..
Dan itu semua kenapa bisa berbarengan dengan kehamilannya Kirana saat ini.. ya Mama Nina berfikir ini pasti ada kaitannya dengan kehamilan Kirana,
Dan kemungkinan besar kalau itu memang anaknya Andrew, dan Andrew lah ayah kandungnya.
''Ma, kenapa? Papa perhatikan dari tadi sepertinya Mama gelisah?'' Tanya Papa Andrew
''Pa, Mama sedang memikirkan perkataan dokter saat tadi memeriksa kondisi Andrew pa'' Ucap Mama dengan menatap pada Papa
''memang apa yang terjadi, dan kenapa dengan Andrew?'' Tanya Papa lagi
''Tadi Andrew sempat muntah muntah, bahkan sudah beberapa hari ini dia seperti itu. yasudah Mama suruh dia ke rumah sakit, tapi setelah Dokter memeriksa. dokter mengatakan kalau Andrew mengalami morning sickness'' Ucap Mama menjelaskan
''Morning sickness? bukankah itu untuk orang yang sedang hamil?'' Kata Papa lagi
''iya Pa, nah itu juga yang sedang Mama pikirkan Pa, Mama tuh berpikir kalau anak yang di kandung Kirana itu pasti anak Andrew Pa. ya karena bisa kebetulan begini kan Pa''
Papa Reno pun mencerna setiap perkataan istrinya itu.. ''Bisa jadi sih ma, memang benar kalau itu anaknya Andrew dan cucu kita''
''Pa, coba dong di cari lagi Kirana dan keluarganya itu pergi kemana, kalau benar Kirana sedang mengandung cucu kita, kita harus segera menemukan mereka Pa''
__ADS_1
''iya ma, tapi sampai sekarang Papa masih belum menemukan mereka'' kata Papa
''Pa, pokoknya Mama ingin segera Kirana di temukan'' kekeh Mama, karena sekarang yang dia inginkan hanya bertemu Kirana dan orang tuanya, juga takutnya benar itu cucu nya..
''iya iya Papa pasti usahakan Ma, sudah sebaiknya kita tidur ini sudah malam'' bujuk Papa
''iya Pa''
Besok nya.
Andrew saat ini sedang mengadakan meeting dengan clien nya, Andrew saat sedang menjelaskan presentasi, di meja yang sama seorang wanita selalu memperhatikan Andrew seperti menaruh perasaan padanya. bahkan wanita itu terang-terangan menyenggol kaki Andrew di bawah meja..
Andrew bukan tidak mengerti arti tatapan juga perlakuan wanita itu. tapi dia sangat membenci wanita seperti itu, yang tidak ada harga dirinya.
''Permisi Pak saya pergi ke toilet sebentar''
ucap Andrew
''Oh silahkan Pak Andrew.'' Ucap clien
Beberapa saat kemudian Andrew saat akan keluar tak sengaja dirinya berpapasan dengan wanita tadi yang tidak lain adalah sekretaris dari clien nya..
__ADS_1
''Pak'' sapa wanita itu dengan tersenyum genit tapi Andrew tak menghiraukan dirinya hanya menunjukkan muka datarnya.. lalu Andrew melangkah pergi meninggalkan wanita itu,
''sialan, gak senyum gak jawab dasar muka tembok. untung ganteng'' gumam wanita itu menatap kepergian Andrew
lalu tiba-tiba dia seperti punya ide,
''Awwh, tolong'' Pekiknya dengan langsung terduduk
Andrew Menoleh, dan merasa aneh kenapa dengan perempuan itu? pikir Andrew
''Pak tolong saya, saya terpeleset'' Ucap wanita itu kepada Andrew dan meminta tolong
''Anda bicara pada saya'' tunjuk Andrew
wanita itu mengangguk ''Iya Pak, tolong kaki saya sepertinya terkilir''
Andrew menimang, antara menolong nya atau tidak. tapi Andrew Melihat lagi pada wanita itu, yang sedang meringis sepertinya memang benar ter kilir. Andrew pun akhirnya berbalik lagi dan menghampirinya wanita itu..
''Ayo'' Ucap Andrew dengan memberikan tangannya.
wanita itu dengan semangat, mengambil tangan Andrew, dengan masih berpura-pura kesakitan, Andrew membantunya berdiri. Tapi saat wanita itu belum berdiri dengan benar, Andrew melepaskan tangannya dari genggaman wanita itu. dan wanita itu pun kembali jatuh terduduk, karena Andrew Seperti mual ingin Muntah saat mencium aroma parfum wanita itu..
__ADS_1
''Awhh..'' Pekik nya kini dia benar kesakitan, sambil memegang pinggangnya. juga merasa heran dengan sikap Andrew?
Andrew pun langsung berlari ke dalam toilet lagi dan memuntahkan isi perutnya.. ''Kenapa dengan ku?'' Andrew bertanya-tanya