Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
Ilove u


__ADS_3

Tengah malam..


Suara dengkuran halus terdengar dari dua manusia beda umur itu.


Namun, seseorang tak mampu tidur karena ia tak bisa tidur. Penyebabnya adalah karena dia sedang menginginkan sesuatu juga sudah sedari tadi ia menahannya.


Perlahan ia membangunkan sang istri.


HM, mengingat kata istri Pria itu jadi senyum-senyum sendiri. Dia sudah tak waras memang benar dia sudah punya istri tapi rasanya ini masih seperti mimpi saja.


Cupp


Sebelum membangunkan dengan suara pertama pria itu mencium pipi sang istri.


Cup


lagi kini bibirnya yang ia cium. Sang wanita merubah posisi Sepertinya ia mulai terganggu.


Cup


Bahkan lidahnya dengan enteng ******* bibir sang istri.


''Euhh ini apa?'' si wanita merasa aneh saat bibirnya ada yang membasahi dia pun mulai membuka mata dan yang pertama di lihat itu adalah wajah Pria Tampan.


Pria tampan tengah tersenyum begitu manis padanya.


Lalu sang wanita pun membalas senyuman. ''Ada apa ?'' tanyanya suaranya serak membuat si burung semakin berkedut.


''Aku ingin..'' sang pria bersisik


''Hm ingin ?'' masih belum paham rupanya.


''Ya, aku mau.''


''Mau?''


''Yamau kamu.''


''Hah mau aku?''


''Ckk, kita ini bukan pertama kalinya loh melakukan juga kita ini bukan anak ingusan.'' Pria mengomel dan mulai frustasi.


''Ohh maksudnya i-itu ?'' ah Mulai paham nih


''Hm.''


Lalu Kirana menatap Adrian .


''Dia sudah tidur pulas.'' kata Andrew


''Iya.'' angguk Kirana

__ADS_1


''Jadi kita bisa mulai ya kan?''


''Hm?''


''Lagi mikir apa lagi ?'' mulai kesal lagi kan.


''Yaudah deh, kenapa marah sih?''


''Gak marah kok.'' merayu


Dan perlahan tapi pasti tangan si pria ini pun membuka semua pakaian milik sang istri yang masih bertengger di setiap tubuhnya.


''Uhhh pelan-pelan.'' ringis Kirana saat burung itu mulai masuk kedalam sangkarnya lagi.


''Shhhhh, kau rupanya masih sempit sayang.'' ujar Andrew


''Ahhhhh!''


''Eujhhhj''


''Ooowhhhj!''


''Terima kasih sayang.'' muahh mencium kening Kirana


''Ya sama-sama''


''Apa kau puas?'' tanya Kirana


''Hm? kenapa bertanya seperti itu ?'' Andrew tak paham


''Kok tanyanya ke sana sih ?''


''Ya, gak apa lah cuma tanya doang ''


''Sudah pasti puas bersamamu dong'' kata Andrew apa adanya.


''Masa sih?'' tak percaya


''Iya benar kok Ki, malah aku puas banget juga sebenarnya selama ini aku impoten.'' kata Andrew tiba-tiba


''Apa? benarkah ?''


''Ya!''


''Lah kok bisa ?'' Kirana merasa heran tak percaya bagaimana mungkin.


''Ya bisa dan aku juga sebenarnya gak tahu kenapa, Oh mungkin kau yang sumpahin aku kaya gitu kali '' tuduhnya.


''Ihh apaan, kok kamu jadi tuduh aku kaya gitu sih.'' Kirana tak Terima


''Bukan nuduh ini menebak.'' jelas Andrew

__ADS_1


''Itu mah sama aja nuduh Drew.'' ujar Kirana


''Gak lah sayang, mana ada nuduh. Orang lagi memastikan'' kekeh Andrew


''Tapi aku gak ada sumpahin kamu kaya gitu loh.'' masih tak terima.


''Yasudah sorry, dah lah jangan bahas yang gak penting lagi ''


''Lah kan kamu yang bahas begituan tadi.''


''Iya kan sudah minta maaf, mending sekarang kita obrolin tentang masa depan ''


''Yang Seperti apa tuhh ?'' tanya Kirana


''Ya ... misalnya adik untuk Adrian '' menatap Kirana


''Adik? No!'' tiba-tiba Kirana menolak tegas


''Eh kenapa ?''


''Aku gak mau punya anak lagi.'' kata Kirana berujar pelan tapi serius


''Ya kenapa Ki ? Adrian pasti senang loh dia dapat adik?'' Andrew yang bingung kini.


''Bukan begitu, hanya aku ini sudah berumur katanya gak boleh punya anak lagi.'' Kirana takut memang sekarang mereka ini sudah berkepala Tiga.


''Jangan takut, dan jangan pikirkan hak yang seperti itu. karena itu belum tentu benar, percaya pada Tuhan yang mengatur semuanya. Nih contohnya aku ,''


''Apa kamu?'' tanya Kirana penasaran.


''Ya aku, aku percaya pada Tuhan kebesaran Tuhan. hingga akhirnya dia ku terkabul kan.'' kata Andrew


''Doa mu apa memangnya ?'' semakin penasaran


''Doa ku, Tuhan satukan aku dengan Kirana dengan anak ku Adrian. Sampai akhirnya doa itu terkabul dan kita sama-sama kan?''


''Jadi itu doa kamu ?''


''Ya sayang,''


Kirana tak lagi bersuara hanya matanya berkaca-kaca dia sangat terharu. ''Kok malah nangis ?''


Kirana menggeleng ''Tidak, aku hanya sedang senang.''


''Ya tapi jangan menangis aku tak suka!'' menghapus air mata Kirana yang jatuh di pipinya


''Ya!'' angguk kirana. memeluk semakin erat.



''I love u...!''

__ADS_1


''Love you to!''


Selesai.. .


__ADS_2