Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
Pisang Ambon.


__ADS_3

Entah dari mana, dan dari siapa. Excel pemuda tampan yang memiliki rasa terhadap Kirana sudah mendengar kabar soal Kirana yang akan menikah.


Saat itu, tak bisa ia bohongi hatinya teramat sakit, padahal dia pun sudah siap akan mengatakan perasaannya bahkan dia akan serius pada ibu anak satu itu.


Tapi sayang mungkin mereka tak berjodoh, sehingga di dahului oleh orang lain.


walaupun sakit hati tapi Excel tak membenci Kirana di tambah selama ini Excel pun sering merasakan bahwa hanya dirinya lah yang mengejar-ngejar Kirana.Tapi wanita itu tidak menaruh apa-apa alias tak memberi harapan palsu.


Dan Excel pun sadar hati yang bukan untuknya tak bisa di paksakan..


''Hai..'' Excel pun menyapa mereka janjian bertemu di taman


''Hei, ayo sini duduk'' ajak Kirana yang ramah tak pernah berubah.


Excel mengangguk dan duduk di hadapan Kirana di tengah ada meja bundar yang memisahkan mereka.


''Ada apa nih, ngajak ketemu?'' tanya Kirana Excel di pesan tadi tak menyebutkan detailnya.


''Sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih dulu ya sama kamu.''


'' HM soal apa tuh?''


''Terima kasih selama ini kamu baik padaku, kau mau berteman denganku. Dan mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita''


Kirana langsung mengernyit heran ''Memang nya kau mau kemana Ex?'' anggapan Kirana Excel ini mau pergi jauh.


Excel tertawa ''Aku tak akan kemana-mana. Tapi kau yang akan pergi ya kan?'' membalas Kirana


Ah Kirana semakin kebingungan, ''Aku gak akan pergi kemanapun kok.''


''Iya, tapi kau akan segera menikah kan? Itu artinya kita tak bisa sering bertemu Seperti ini lagi.''


Oh kini Kirana mulai mengerti, ''tapi darimana kaku tahu soal pernikahan ku?''

__ADS_1


Excel kembali tersenyum dan tak menjawab apapun.


''Dari siapa? Oh atau mungkin kamu suka cari informasi tentang aku ya?'' tanya Kirana itu hanya iseng Kirana berkata sambil tersenyum


Namun tiba-tiba Excel mengangguk .


''Hah, be- benarkah?'' Kirana shock


''Ya, sorry Ki. Tapi mulai saat ini aku akan coba ikhlas dan melepaskan mu untuk suami mu nanti juga aku tak akan membuntuti tentang mu lagi.'' Excel terkekeh sendiri


Kirana menggelengkan kepalanya berdecak tak percaya


*


''Saya terima nikahnya dan Kawinnya Kirana Tania Putri, dengan mas kawin tersebut di bayar tunai.''


''Sah..''


''Alhamdulillah,''


Kirana mencium tangan Andrew yang kini resmi menjadi suami nya. Pun dengan Andrew mencium kening sang istri Kirana. tak hanya itu pria genit ini ingin mencium bibir Kirana, tapi langsung di tarik jas pengantin nya dari belakang oleh Papa Andrew..


''Anak nakal, tunggu nanti malam!'' omel sang Papa


''Astaga Pa. Aku bukan anak kecil ''balas Andrew mengomel sang Papa ia tak terima di jewer begitu bajunya sudah seperti sama anak kecil saja.


''Selamat ya Bro.. Dan tolong jaga Kirana !'' Excel menyalami tangan sang mempelai dan memberikan wejangan pada Andrew


''Ok Bro. Lo tenang saja pasti dong gue jagain istri gue dan anak gue.'' balas Andrew berdiri tegap menunjukkan posisinya yang menang dan tangannya segera merangkul pundak sang istri.


''Bagus Bro, tapi ... Kalau Lo berani nyakitin Kirana, maka gue akan maju untuk merebutnya '' ancam Excel


''Heiiii... Berani sekali Anda, tidak akan saya beri waktu ataupun tempat untuk Anda merebut istri saya ini!'' Andrew berkata penuh penekanan dan ia tak sadar berucap dengan sedikit berteriak..

__ADS_1


''Sudah Drew malu..'' Kirana mengingatkan


''Hahaaaa,, saya suka gaya Anda Pak Andrew padahal tadi itu saya hanya mengetes Anda. tapi, saat mendengar jawaban Anda saya jadi merasa lega dan saya akan tenang melepaskan Kirana pada Anda..''


''Kirana, selamat ya berbahagialah'' Excel berucap pada Kirana.


''Terima kasih Ex, dan maaf.'' ucap tulus Kirana


''Jangan minta maaf padanya'' omel Andrew


''Drew, sudahlah..''


Setelah kepergian Excel Andrew kini merasa lucu juga dengan reaksinya tadi dia pada Excel. Dan sial si Excel justru sedang mengerjainya.


''Sayang, tadi itu akubsana si Excel berlebihan gak sih?'' minta pendapat dari Kirana.


''Ya sangat berlebihan, kau baru sadar!''


''Tapi aku gak salah, salah sendiri dia yang memancing emosiku'' Andrew egois emang.


''Terserah kamu saja lah..'' cetus Kirana


''Jangan marah, nanti ku beri hadiah.''


''Hadiah apa?'' walaupun tak tertarik tapi Kirana bertanya hadiah apa maksudnya.


''Hadiahnya adalah, nanti aku kasih kamu pisang Ambon. Pokoknya kamu akan puas.!'' tersenyum dan mengedipkan mata menggoda.


''Hah, pi-pisang am-ambon!''


Oh itu kah?


''Anddrew.....'' memekik tertahan.

__ADS_1


__ADS_2