
''Bunda, Bunda. Bunda..'' tengah malam Adrian mengigau dengan memanggil nama sang Bunda. Adrian kepalanya ia gerakkan ke kiri dan kanan.
Andrew yang memang sedang berada di samping sang anak merasa kaget saat samar-samar mendengar suara Adrian.
''Sayang, kenapa Nak ?'' segera Andrew bangun dan mendapati Adrian masih mengigau menyebut Kirana.
''Bunda.'' suaranya semakin serak.
Dengan cepat Andrew menggendong Adrian saat di rasa rupanya Adrian badannya sangat panas, pantas anak itu mengigau mungkin karena terlalu panas tubuhnya.
''Drian, kau demam Nak? bangun sayang jangan buat Ayah khawatir Dri?'' sebisa mungkin Andrew membangunkan Adrian agar tersadar.
Namun, Adrian semakin menggigil badannya bertambah panas. Andrew sangat bertambah panik sekarang. Padahal sore tadi saat ia menjemput sang putra di rumah Bunda nya, keadaan Adrian baik-baik saja. Benar, hari ini adalah waktunya Adrian tidur dengan Andrew. Memang setiap waktu pun seperti itu, satu Minggu dengan Kirana, dan satu Minggu dengan Andrew..
Tapi baru kali ini, Adrian panas mengigau Seperti ini. Ada yang mengetuk pintu kamar Andrew, dan itu rupanya Mama Andrew.
''Drew, ada apa ? kenapa dengan Adrian, dia menangis?.'' rupanya Mama nya pun mendengar suara Adrian.
Andrew segera menggendong Adrian dan membawa anaknya itu ke luar, di bukanya pintu .
''Apa yang terjadi ?'' kembali Mama Andrew bertanya karena cemas.
''Badan dia panas Ma'' beritahu Andrew
''Sayang, cucu Nenek. kamu sakit Nak ?''
''Bunda, Bunda..'' kembali Adrian memanggil sang Bunda.
''Kau sudah mengabari Kirana.?'' tanya si Mama
Andrew membalas dengan gelengan
''Kenapa ? yasudah, biar Mama yang menghubungi nya. Sekarang siapkan mobil, kita harus segera membawa anakmu ke rumah sakit, harus cepat di tangani '' ujar Mama Andrew
__ADS_1
Andrew pun mengangguk, dan memberikan Adrian pada Mama. Sementara Andrew bergegas memanaskan mobilnya untuk pergi ke rumah sakit. Dan Mama pun juga segera menelpon Kirana.
Orang yang selalu di sebut oleh Adrian.
Tut
Cukup lama Kirana mengangkat nya karena mungkin sedang tertidur. Melihat hari yang memang sangat larut.
.
[Halo, Tante, ada apa ya, menelpon malam-malam?] Suara Kirana khas bangun tidur langsung terdengar
[Ini Ki, Tante mau ngabarin kamu, kalau Adrian sekarang lagi demam Nak] Kata Mama Andrew langsung mengatakan kondisi Adrian.
[Adrian, demam Tante, Tapi tadi siang dia masih baik-baik saja] Kirana panik cemas tapi merasa bingung kenapa bisa, karena memang tadi Adrian masih sehat.
[Iya, Tante juga pikir seperti itu, pas tadi datang ke sini juga Adrian masih baik-baik, dan barusan dia mengigau juga menangis rupanya badannya panas, jadi sekarang kami mau membawa Adrian ke rumah sakit. Kita bertemu disana!] jelas Mama Andrew
[Baiklah Tan, ke rumah sakit mana?] tentu Kirana akan cepat menyusul.
[Baik Tante, Kirana segera kesana.]
[Jangan ngebut Nak, karena kami juga baru mau pergi.!] Mama Andrew mengingatkan Kirana, yang dimana seseorang yang sedang khawatir panik, akan melakukan apapun, dan tentu Mama Andrew tak mau Kirana mengebut lalu terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.
[Iya Tan, Kirana mengerti.]
[Yasudah.]
Panggilan pun selesai..
Tiba di rumah sakit, Andrew segera membawa anaknya masuk kedalam dan meminta dokter segera menangani Adrian.
''Baik Pak, mohon tunggu di luar ya, agar dokter segera menangani pasien '' ujar perawat
__ADS_1
''Iya, tolong Sus, anak saya.'' Andrew sangat takut dan ia panik.
''Tentu, itu sudah tugas kami'' kata perawat dan menutup pintu.
Kini Andrew di temani Mama yang sebenarnya juga sangat mencemaskan keadaan Adrian, tapi disini Mama sebisa mungkin harus tegar agar bisa menenangkan sang anak.
''Tenanglah ya, Mama disini, kita berdoa agar anakmu tak kenapa-kenapa, hanya demam biasa'' kata sang Mama mengusap bahu sang putra untuk menguatkan dan menenangkan.
Andrew pun mengangguk..
Tak
Tak
Terdengar suara sepatu seseorang yang berlari mendekat. Dengan nafas tersengal Kirana pun bersuara. ''Tante, gimana Adrian Tan?'' itu Kirana sudah datang
''Ki,'' panggil Andrew pelan
''Kirana, Adrian sedang di tangani, tenanglah'' Mama Andrew berdiri dan memeluk Kirana.
''Drew, apa yang terjadi dengan Adrian?'' Kirana bertanya pada Andrew setelah mengangguk pada Mama Andrew. Lalu mata mereka bertemu.
''Semua baik-baik saja, tapi saat Adrian sedang tidur aku mendengar dia mengigau menyebut namamu, dan saat aku memeriksanya rupanya badannya panas demam'' jelas Andrew mengatakan semuanya.
''Drian, Bunda berharap kau baik-baik saja'' gumam Kirana nampak sedih wajahnya juga.
''Maaf ya, aku tidak bisa mengurus Adrian dengan baik'' kata Andrew menyesal dan menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi.
Kirana balas menggeleng ''Tidak, ini bukan salah mu. Karena mungkin kondisi nya Adrian yang sedang kurang sehat'' kata Kirana.
''Ya, tapi tetap ini semua salahku, aku sepertinya tak becus menjaga nya''
''Sudahlah, lebih baik untuk saat ini kita, berdoa untuk kesembuhan anak kita'' Kirana mengusap lengan Andrew.
__ADS_1
Andrew akhirnya mengangguk dan tentu sedari tadi pun ia mendoakan yang terbaik untuk putranya itu..