
Ke-esokan harinya
Kirana bangun dengan mata menyipit karena silau adanya sinar matahari...
"arrgghhh" pekiknya sambil bangun lalu duduk bersandar, dan memegang kepala efek dari mabuk semalam
"Astaga ini sudah siang rupanya, siapa yang mengantarkan aku pulang semalam ya" ucapnya lagi , sambil mengingat-,ingat
Tok,.. Tok ...
"Non bibi masuk ya" kata bibi sambil membuka pintu "Sudah bangun rupanya Non Kirana" Lanjutnya lagi sambil membuka gorden dan jendela kamar Kirana
..."Bi, siapa yang mengantarkan aku" tanya Kirana...
..."Loh. Non lupa lagi toh,, yang semalam mengantarkan non , itu Den Andrew" jelas Bibi...
"Andrew" gumam Kirana sambil masih memegang kepala, dan mengingat dirinya benar'benar lupa
"iya Non , dan untung saja Nyonya besar dan Tuan tidak mengetahui Nona pergi ke tempat itu, dan minum' minum " kata bibi lagi
Sebenarnya ada apa Non, bahaya pergi ke tempat seperti itu...." lanjut bibi yang merasa khawatir dengan Kirana
"bi... aku, aku mencintai Andrew" cicit Kirana
dan aku tidak mau dia menikah dengan Sindy" lanjut nya sambil menoleh kearah bibi
Bibi yang shock langsung menutup mulutnya,,, "Non tidak bercanda kan'' tanya bibi memastikan
"jelas Kirana tidak bercanda.. memang kelihatannya sedang bercanda apa" ujar Kirana sedikit dengan nada tinggi, dirinya kesal kenapa tidak ada yang percaya.. dan seolah- olah itu lelucon
"he..he maap non bukan bibi tidak percaya , tapi kan non..
__ADS_1
"Ya . kita memang sahabat, tapi tidak ada salahnya kan, kalau aku cinta dengan Andrew" potong Kirana seolah yang sudah tahu apa yang ada di pikiran si Bibi
"Lalu... bagaimana dengan den Andrew apakah dia sudah tahu juga" tanya bibi memastikan
"aku sudah mengatakan padanya, dan juga pada Momy Daddy pun sudah tahu, aku yang mengatakan pada mereka" jelas Kirana dengan nada santai
lagi lagi . . si bibi pun membulatkan matanya mendengar semua sudah tahu,,
"Non tidak ada rencana untuk-.. untuk menggagalkan pernikahan mereka kan?" tanya bibi terbata dan berharap jawabannya adalah tidak
Kirana langsung tersenyum smrik.... "Heh...
Bibi yang melihat senyum Kirana langsung merinding,, sambil menggeleng seolah mengatakan jangan
sungguh bibi tidak ingin Kirana melakukan kesalahan itu , dengan melakukan yang tidak seharusnya
Kirana hanya terkekeh melihat ekspresi bibi... dia juga tahu,, bibi pasti akan mencegah atau menolak rencana nya,.. tapi jangan sebut ia Kirana , kalau tidak memaksa
"bibi tenang saja. Kirana akan melakukan dengan hati hati" ujar Kirana dengan tersenyum miring
Kirana langsung mendelik tidak terima... "tidak tidak mungkin, Andrew akan selalu bersama ku" tantang Kirana
bibi hanya bisa menghela nafas pelan , memang begini efek dari anak manja yang selalu di turunkan apa yang ia inginkan.. maklum anak orang kaya plus anak satu-satunya
"sebaiknya bibi siapkan air hangat buat aku mandi, " kata Kirana yang sudah keroncong sebenarnya, tapi lebih baik ia mandi dulu dan menyegarkan tubuh juga pikiran nya
"baik non bibi siapkan" bibi pun pergi
"hemm....
****
__ADS_1
[kamu sudah baikan kan Ki ,] tanya Lulu lewat pesan
[sudah, ni juga gue lagi sarapan] balas Kirana yang memang saat ini ia tengah sarapan yang seharusnya sudah makan siang , tapi Doble dengan sarapan pagi, yang terlewat kan
[syukur deh . .] jawab Lulu lagi
[oh ya Lu , menang semalam yang mengantarkan gue. Andrew ya?] tanya Kirana memastikan
[hooh, gue yang telpon Andrew, yang ngasih tau] jelas Lulu mengiyakan
[ya sudah gue lanjut makan dulu ni ya!] putus Kirana
Ya!..
huuftt.... Kirana menghela nafas pelan, gue gak ngomong macan macam kan, ke dia" monolog nya
💚💚
Di Lain Tempat..
Ada Sindy yang tengah merajuk.. ia sangat marah karena semalam dirinya dan Andrew akan dinner bersama tapi tiba-tiba Andrew membatalkan nya . . Al hasil sekarang dirinya merajuk pada Andrew , untungnya Sindy tidak tahu kemana pacarnya itu pergi
Andrew pun sama, pikiran nya tengah terbagi dua antara ke Kirana juga kepada Sindy pacarnya.. saat ini dirinya tengah duduk termenung, Sambil menatap pintu balkon kamar Kirana,,, ia berpikir dan tidak habis pikir kenapa sahabat nya itu bisa mencintai nya . . dan bagaimana bisa persahabatan berubah jadi cinta , lebih tepatnya ia yang sudah punya kekasih.. tidak mungkin ia meninggal kan- nya , mungkin kalau ia masih sendiri bisa saja ia akan mencoba membuka hatinya
"tidak tidak".... buru buru Andrew menggeleng kepala nya barusan ia mengatakan dalam pikiran untuk mencobanya... "itu tidak mungkin ku lakukan" katanya lagi
Dan saat ia pokus lagi ke arah kamar Kirana,, ternyata ada Kirana yang juga sedang menatap kearahnya, entah sejak kapan Kirana ada di sana . seperkian detik mata mereka bersibobok saling menatap . Tapi Andre lebih dulu memutus nya dan membuang pandangan kearah lain , Tapi masih bisa ia lihat lewat ekor matanya kalau Kirana sedang atau masih menatap ke arah nya
Tak lama suara handphone Andrew menyala,, Andrew menghela nafas lega , ia pun masuk kedalam sambil mengangkat telpon nya, , dan tanpa melihat lagi ke arah Kirana berdiri
"sialan, " ujar Kirana sambil menendang kursi d hadapannya dirinya merasa kesal di cuekin sama Andrew
__ADS_1
tolong tinggalkan jejak dan kasih saran..
kalau ada kata yang tidak dimengerti silahkan di komentar