
Di Indonesia...
Saat Andrew telah sampai ke Indonesia. Rupanya Andrew tidak pulang kerumah kedua orangtuanya. ataupun apartemennya.
Dia pergi ke suatu tempat, dimana tidak ada seorang pun yang mengetahui tempat itu.
Barulah, setelah beberapa Minggu. akhirnya Andrew pulang ke rumahnya.
''Kapan kamu pulang dari Paris Drew?'' tanya Papa
''Kemarin pa'' jawabnya tanpa melihat wajah sang papa
Papa menatap Andrew Seolah tidak percaya.
''Tapi papa Minggu lalu seperti melihat kamu sedang di supermarket Drew?'' Ucap Papa lagi. kini tatapannya penuh selidik
Andrew sampai tersedak, ''Uhuk uhukk''
''Ya ampun. pelan-pelan kalau lagi makan'' Mama memberi Andrew minum. dan menasehati Andrew.
''Pa . aku baru pulang kemarin kok. mungkin itu Papa salah lihat'' elaknya Andrew
''Ya mungkin saja'' dengan nada masih tak percaya ''Karena papa lihat orang itu membeli barang untuk bayi'' lanjut papa lagi
kembali Andrew tersedak, bahkan kini ia sampai merah wajahnya menahan pedih di tenggorokan Akibat tersedak nya itu..
''Andrew . kamu ini Kenapa, Mama sudah bilang makan jangan buru-buru. tuh sampai tersedak kaya gini kan'' omel Mama
Papa merasa aneh dengan perubahan Andrew?
Sial.. kenapa bisa Papa pakai sempat melihat juga sih... umpat Andrew.
......................
setelah sampai di bandara..
wanita cantik dan kedua orangtuanya itu pun segera pulang terlebih dahulu ke rumah mereka.. Yang bukan lagi yang berhadapan dengan rumah orang tua Andrew.. karena rumah yang itu sudah lama mereka jual sebelum dulu mereka pergi ke kota Paris....
''Sayang dengar. semua ini kamu serahkan pada Daddy.. kamu sekarang istirahat dan pulihkan dulu kondisi mu.. dan Daddy tidak ingin bantahan'' Ucap Daddy tegas
''iya baik Daddy. Kirana akan menurut'' Ya untuk saat ini Kirana memang harus menyembuhkan kondisinya dulu pasca operasi.... dan untuk hasilnya biar ia serahkan pada sang Daddy, Kirana percaya Daddy nya akan melakukan yang dia inginkan..
Kirana sudah cukup tenang. karena kini ia sudah kembali ke Indonesia. dimana pasti lelaki itu juga Berada disini bersama putranya.!
Tinggal ia menunggu hasil dari sang Daddy.!
__ADS_1
Satu bulan kemudian...
Baby Adrian rupanya sedang demam..dia kini terus menangis dan tidak mau minum asi formula... perawat pun sampai kewalahan mengasuh baby Adrian....
''Suster kenapa dengan anak itu.. kau bisa mengurusnya atau tidak hah..?'' teriak Andrew memarahi suster yang suka menjaga Baby Adrian
''Ma-af Tuan . Tapi ini sepertinya Den Adrian sakit . badannya juga panas'' Ucap suster menunduk takut . dan memberi tahu kondisi Adrian pada Andrew
''Aku membayar mu itu bukan untuk membuatnya sakit. kau itu bodoh sekali''
''iya Tuan maafkan saya.. tapi... tapi den Adrian harus segera dibawa ke rumah sakit'' takut-takut suster itu pun mengatakannya. Tapi mau bagaimana lagi memang itu yang harus dilakukan saat ini
''Kau... beraninya kau menyuruhku?'' Adrian mendelik tajam
''Ti-tidak tuan. saya mana berani. Tapi kalau den Adrian tidak dibawa sekarang juga saya takutnya akan terjadi sesuatu yang lebih buruk, karena kalau bayi sampai tidak mau minum ASI. itu berbahaya'' Ucap suster menjelaskan.
Andrew pun tampak berpikir....
mungkin ada benarnya juga yang suster itu katakan. . lalu Andrew melihat pada Adrian kecil yang masih menangis dan memang ia tidak mau meminum ASI nya ...
untuk kali ini Andrew akan menuruti yang suster bilang... ''Yasudah kamu siapkan keperluan, kita kerumah sakit sekarang'' Ucap Andrew akhirnya
''Baik naik tuan'' segera suster menyiapkan keperluan Adrian kecil.
Di tempat yang berbeda...
''Awhh punya ku kenapa sakit sekali ini ya.. padahal udah aku kompres. Tapi masih terasa sakit'' keluhnya dengan meraba raba bagian yang sakit
Momy yang tak sengaja melewati kamar Kirana pun merasa penasaran yang sedang Kirana lakukan..
''Sayang ada apa?'' Tanya Momy menghampiri
Kirana menengok dan lalu menjawab ''Mom ini payudara ku sakit lagi.. padahal kemarin sudah tidak, tapi ini seperti saat waktu ASI ku banyak'' kata Kirana menjelaskan .
Ya awal awal setelah melahirkan dulu. . Kirana merasakan sakit nya ASI yang penuh tapi tidak bisa dia berikan kepada putranya.. dan kini tiba-tiba saja Kirana merasakannya lagi.?
''Sudah dikompres?''
''Iya sudah Mom. Tapi masih belum hilang nyerinya'' jawab Kirana
''Yasudah sebaiknya kita periksa ke rumah sakit'' usul Momy
''iya Mom.. Kirana siap-siap dulu''
''Ya udah, Momy tunggu kamu dibawah''
__ADS_1
''Baik Mom''
Sampai diperjalanan Kirana juga masih merasa kesakitan.. dia bahkan sampai demam tinggi karena rasa sakit itu...
''Ya Ampun sayang badan kamu sampai menggigil kaya gini Nak,, tunggu ya kita sebentar lagi sampai kok''
lalu Momy berpikir.. mungkinkah anaknya Kirana juga sedang menginginkan ASI dari ibunya . sampai Kirana merasa kesakitan di bagian itu?
...----------------...
Mobil Andrew lebih dulu sampai di rumah sakit Medika..
Ia segera turun dengan menggendong bayi Adrian. dan di ikuti suster dibelakangnya dengan membawa barang keperluan nanti di rumah sakit..
''Suster tolong anak ini demam'' Ucap Andrew kepada suster yang dia temui
''Oh baik Tuan. silahkan masuk kedalam'' ucapnya suster
lalu Andrew membawa Baby Adrian masuk dan menidurkan bayi kecil itu di ranjang rumah sakit. Adrian rupanya masih menangis dan tidak mau di tinggal
''Maaf Tuan . Anda tolong tunggu di luar''
''iya . cepat tangani anak itu, dan sembuhkan dia'' Andrew sedikit khawatir
''Tentu tuan. kami akan berusaha''
Andrew pun melangkah keluar, dan saat menengok pada baby Adrian.. rupanya Adrian juga sedang menatapnya dengan masih menangis . Andrew pun keluar dan tak menengok ke belakang lagi..
Di ruangan yang berbeda. wanita cantik juga sedang di periksa oleh dokter spesialis..
''Dokter ini kenapa ya dengan payudara ku?'' tanya nya pada sang dokter.
''Bu. ini seharusnya di berikan kepada anaknya, agar rasa sakitnya menghilang. dan baru berapa lama anda melahirkan?'' tanya dokter
''Baru Lima bulan yang lalu. saya melahirkan'' jawab Kirana
''Oh pantas saja.. lalu apa selama ini ASI nya tidak di berikan? Karena ASI ibu ini cukup full. dan akan lebih baik ibu menyusui secara langsung'' ucap dokternya yang belum tahu kenyataan yang terjadi.
Kirana langsung menunduk sedih.. ia sampai menitikkan air matanya... dan perlahan Kirana menangis ,
dokter merasa heran dengan tiba-tiba sikap Kirana yang berubah sedih..
''Maaf Bu. Anda baik-baik saja kan,?'' tanya dokter panik
Kirana mengangguk.. dan mencoba untuk tenang dan bersikap biasa.. dirinya tidak ingin sampai terlihat menyedihkan di hadapan orang lain.. sekalipun dokter itu...
__ADS_1
''Tidak apa-apa dokter.. maaf saya hanya teringat anak saya yang di rumah'' Ucap Kirana berbohong
''oh rupanya'' walau dokter masih bingung