Obsesi Sahabat

Obsesi Sahabat
61


__ADS_3

''Mas kamu impoten?'' tanya Siska tidak percaya Siska tentu shock karena bisa-bisanya pria setampan ini tapi anu-nya impoten?


''Hei apa yang kau katakan.. berani sekali kau mengatai ku Seperti itu?'' ucap Andrew penuh penekanan. Andrew sangat tersinggung dengan Ucapan Siska


''Aki tidak asal bicara lihat saja punya mu itu'' sambil menunjuk milik Andrew


''Berani sekali kau menghinaku lagi. dasar murahan'' pekik Andrew lalu ia mencekik leher Siska. Andrew sudah kalap


''Aww.. uhuk..uhuk le-paskan'' ucap Siska sambil terbatuk-batuk dan meringis Akibat ulah Andrew


siapa kau berani sekali bicara seperti itu kepada ku.. kau belum tahu siapa aku. sialan'' Andrew jelas sangat marah sekali.


Siska tidak mengerti dengan pikiran Andrew. dan Siska merasa dia tidak mengatakan omong kosong, karena kenyataannya milik Andrew tak juga hidup!


''Berani sekali kau mengatai ku seperti itu wanita murahan . justru Sebenarnya kau saja yang tidak becus.. kau yang payah sampai tidak bisa membuat ku berhasrat...'' pekik Andrew lalu dia melepaskan cengkeramannya dengan kasar sampai Siska terjungkal dan kepalanya membentur tembok..


''Awhh'' keluh Siska meringis kesakitan


''Dengar ini baik-baik wanita bodoh. kerja sama kita batal'' ucap Andrew penuh penekanan!


dan setelah mengatakan itu Andrew pun kembali memakai pakaian nya dan berlalu pergi. Andrew membanting pintu dengan keras sampai Siska menutup matanya begitu memekikkan telinga!


''Dasar cowok gila tidak waras impoten lagi'' umpat Siska marah.. karena hasratnya tak bisa diteruskan!


Andrew langsung pulang ke kediaman nya dengan perasaan dan pakaian yang sangat kacau!


lalu di dalam mobil, Andrew berpikir keras. apa yang terjadi padanya sebenarnya? benarkah yang dikatakan wanita murahan itu kalau katanya dia impoten?


karena penasaran Andrew memegang benda berharganya yang masih juga belum mau berdiri.. karena semakin kesal juga penasaran dia mencoba mengetes dengan menonton sesuatu di ponselnya!


setelah beberapa ia menonton dengan gaya yang berbeda Padahal.. Tapi tetap saja. miliknya tak mau berdiri.... Andrew merasa frustasi,, ada apa sebenarnya dengan dirinya ini?


''Arghhh sialan. sial sial'' ia memukul setir mobilnya dengan keras


Biar besok dia periksa ke dokter untuk jawaban yang lebih jelasnya. begitu pikirnya, lalu Andrew kembali melakukannya mobilnya menuju rumah!


sampai lah kini ia di halaman rumahnya, dan ia melihat sesuatu yang janggal.. kenapa pintu rumahnya bisa terbuka seperti itu . Padahal dia sudah sering menggunakan Kepada Hilda si pengasuh agar tidak membuka pintu . saat dia tidak ada!


Andrew buru-buru masuk, dan berteriak-teriak memanggil Hilda


''Hilda.. kesini kamu'' panggilnya


''Hilda..

__ADS_1


''Hilda, dimana kamu hahh?''


Andrew mencari keberadaan Hilda, Tapi ia tak menemukan?


''Dimana wanita itu?''


juga Andrew tak menemukan baby Adrian.. semakin panik Andrew mencari mereka!


''Kurang ajar dimana dia dan kemana dia membawa anak itu pergi'' teriak Andrew kesal marah


Andrew segera melacak di cctv, tapi dia tidak menemukan sesuatu yang terjadi.. semuanya tampak seperti biasanya... mungkinkah orang itu melakukan hal yang sama, seperti yang dia lakukan kemarin?


atau mungkin saja pengasuh itu yang berani menculik baby Adrian?


begitu banyak yang ada dipikirannya Andrew, dan kalau benar Kirana sudah menemukan keberadaan anaknya.. Andrew merasa tidak terima, karena sebenarnya Andrew masih belum puas melihat penderitaan Kirana..


Andrew semakin pusing saja memikirkan masalah ini dan masalahnya..


Andrew yang lelah pun lantas ia duduk di sofa, dan memijit pelipisnya ia sangat kesal dan marah!


''Hari ini sangat sial . tubuhku juga begitu lelah'' ucapnya lemah


biarlah ia memikirkan soal anak itu besok lagi.. dia akan kerahkan anak buahnya untuk kembali mengambilnya, dan akan menyuruh mereka memberi pelajaran kepada Siska. Yang sudah beraninya menghina nya!


sekarang ini Andrew butuh istirahat. untuk menyegarkan otaknya untuk esok hari!


...----------------...


Di kediaman Kirana


di rumahnya di dalam kamar bernuansa biru itu. seorang wanita justru kini merasa nyaman dan tenang. ia sekarang bisa tidur dengan nyenyak!


Kirana sekarang sedang memeluk tubuh mungil itu.. Kirana tersenyum sambil menatap wajah tampan sang buah hati!


''Sayang anakku... Bunda rindu kamu Nak, bunda sangat mencintai mu'' Ucap Kirana memeluk tubuh Baby Adrian.


Kirana melihat sesuatu di leher sang Buah hati. Kirana lalu merabanya rupanya ini seperti inisial nama, ''Adrian...'' ucap Kirana membaca yang ada di leher bayi kecil itu


''Jadi Andrew memberi mu nama Adrian ya?'' ujar Kirana sambil menatap wajah Adrian kecil


Kirana ingat betul. wajah ini, Ya wajah kecil ini adalah anak yang sama. Yang ingin dia gendong saat di rumah sakit kemarin...


Kirana lalu Terisak. dia merasa tidak percaya. Kalau kemarin itu dia sangat dekat dengan putranya. bahkan filling seorang ibu bisa sekuat itu....

__ADS_1


''Sayang masuk bunda.. harusnya saat itu Bunda langsung membawa mu pulang... maafkan bunda Adrian'' ucap Kirana dengan suara parau


Setelah lelah menangis. kini Kirana pun tertidur dengan pulas!


Besoknya


siang hari. Andrew sudah membuat janji bertemu dengan seorang dokter. Yang juga merupakan temannya saat kuliah dulu. .


Andrew sebelumnya sudah menceritakan masalahnya dulu, jadi setelah dia sampai di rumah sakit kini dia tidak perlu menjelaskan lagi


''Sejak kapan kamu kaya gitu Drew?'' tanya dokter Aldi. salah satu teman Andrew


''Gue juga gak tahu sejak kapan.. tapi setahu gue sebelumnya gue Normal Di, hanya saat malam tadi.....'' Andrew menceritakan


Aldi terkekeh mendengarnya dia sampai tertawa ngakak!


''Sialan ya Lo.. gue kesini itu mau konsultasi bukan mau di ketawain kaya gitu'' Ucap Andrew kesal


''Ook sorry Bro... gue soalnya gak bisa nahan ketawa denger cerita Lo'' masih tertawa


''Sialan Lo''


''Yaudah Lo berbarengan biar gue cek'' titah dokter Aldi.


Andrew menurut ia pun berbaring, lalu dokter Aldi segera melakukan tugasnya sebagai seorang dokter ahli bagian ini..


tampaknya setelah memeriksa dokter Aldi memberikan ekspresi aneh seperti kebingungan!


ia mencoba sekali lagi memeriksa, tapi hasilnya masih sama.


''Ada apa?'' tanya Andrew


''Sudah selesai, biar gue jelaskan''


Aldi kembali duduk di kursi dan Andrew mengikuti ikut duduk dan menunggu hasil.


''Setelah tadi gue periksa . gue gak menemukan sesuatu yang serius'' ucap dokter Aldi


''jadi gue baik-baik saja kan?'' Andrew tampak senang


Aldi mengangguk ''Ya Lo baik-baik aja.. cuma?''


''Cuma apa lagi Di?'' penasaran

__ADS_1


''Cuma gue bingung.. tuh cewek kok bisa bilang Lo impoten, dan juga serius gak punya Lo kemarin gak hidup?''


nah sekarang itu yang jadi pertanyaan Andrew juga! Kenapa bisa, saat bersama si Siska makam tadi Junior nya gak hidup.. Tapi pas di periksa oleh Aldi semua tampak Baik-baik saja.jadi dimana ini masalahnya?


__ADS_2