
Erland melangkah cepat menyusuri setiap lantai yang
membawanya pada lift menuju lantai teraras dimana ruangannya berada.
“Tuan!” panggil seseorang menggema. Erland lantas berbalik.
Menjangkau siapa orang yang memanggilnya.
“Ada apa?” tanya Erland. Dihadapannya terlihat Egrad yang
berdiri dengan menundukan kepala.
“Selamat pagi Tuan. Sebelumnya maaf jika saya menggangu.
Saya memanggil Tuan untuk menyampaikan sebuah informasi penting.”
“Katakan!” titahnya tegas.
“Perusahaan ternama itu Tuan, perusahaan yang menjadi
saingan perusahaan Tuan untuk memenangkan tender. Saya mendapat informasi jika
perusahaan itu sudah kalah dan mengakui kekalahannya.”
“Lanjutkan!” pinta Erland ketika perkataan Egrad terjeda.
“Perusahaan Tuan yang memenangkan tender itu. Selamat Tuan.
Saya sebelumnya sudah yakin jika perusahaan Tuan yang akan menang. Semua
pengusaha lain tau bagaimana kecerdasan Tuan.” Tersenyum lebar.
Erland membisu untuk sejenak. Seolah sebuah angin kencang
yang menerpanya kuat. Rasanya seperti mimpi. Dan jikalau memang mimpi sungguhan,
Erland memilih untuk tidak terbangun selamanya. Perusahaannya, perusahaannya
yang dulu menjadi salah satu harta warisan terbesar Ayahnya. Perusahaan yang
dirintisnya seorang diri. Perusahaan yang bahkan sempat bangkrut dan
berantakan. Tapi kini, informasi yang dibawa Egrad benar benar sebuah
kebanggaan besar untuk Erland. siapa yang tidak bangga ketika seseorang meraih
kesuksesannya seorang diri. Dengan jerih payah dan usahanya tekun. Sebernarnya,
Erland pantas mendapatkan semuanya. Perjuangannya selama ini sudah cukup
banyak. Hingga perusahaannya yang kembali sukses pun bisa diibaratkan adalah
hadiah untuknya karena perjuangannya yang sungguh tanpa henti.
“Kau membawa berita yang sangat baik dan menyenangkan. Akan
ku pastikan bulan ini kau akan menerima gaji 5 kali lipat plus bonusnya.”
Senang Erland membalas senyuman Egrad. Egrad sendiri lebih melebarkan senyumnya
mendengar Erland yang berbicara tentang gajinya.
“Terimakasih banyak Tuan. Akan saya umumkan berita baik ini
pada semua karyawan kantor. Mereka juga harus merasakan kebahagiannnya.” ujar
Egrad. Erland mengangguk setuju.
“Pergilah!”
“Baik Tuan. Saya permisi.” Dengan perlahan memundurkan diri,
llau melenggang pergi.
Erland kembali fokus pada langkahnya. Memasuki lift yang
membawanya menuju lantai teratas.
***
Ditengah kerumunan karyawan dan karyawati yang sudah
mengumpul. Egrad memposisikan dirinya berada ditengah tengah. Mimic wajahnya sudah
terpancar serubu kesenangan. Hingga para karyawan hanyasaling melempar tatapan
__ADS_1
heran. Sedari tadi Egrad masih tersenyum gembira. Namun bekum mengatakan apa
tujuannya membuat semua karyawan berkerumun.
“Egrad, ada pa kau menyuruh para karyawan berkumpul? Apa ada
hak penting?” penasaran El yang juga berada ditengah tengah kerumunan itu.
Darius sendiri berdiri disamp[ing El.
“Tentu saja nona. Berita yang akan saya sampaikan bukan
hanya penting tapi juga menggembirakan. Saya hanya takut mulut kalian menganga
saat mendengarnya.” kata Egrad.
“Jangan berbelit belit. Katakan intinya.” pinta Darius
menimpali. Egrad kembali mengukir senyum.
“Baiklah, akan saya katakan. Jadi perusahaan ternama yang
menjadi pesaing antar perusahaan Tuan Erland untuk memenangkan tender. Sekarang
perusahaan itu sudah kalah dan mengakui kekalahannya. Jadi kalian bisa
simpulkan sendiri apa kabar gembiranya.” Ujar Egrad yang bagai teka teki.
“Maksudmu perusahaan Er yang menang?” tanya El cepat.
“Yaps. Betul sekali nona. Perusahaan Tuan Erland yang
memenag tender besar itu. Hingga sekarang perusahaan Tuan Erland sudah kembali
dititik awal kesuksesannya. Malah bisa dibilang jika kali ini kesuksesan
perusahaan Tuan Erland jauh lebih sukses dari dulu. Tender besar dengan ratuasan
triliunan itu menjadikan perusahaan Tuan Erland menjadi perusahaan terkaya
didunia. Dengan jumlah asset dan harta yang juga meningkat.” jelas Egrad
panjang lebar. Sementara senyuman masih terukir jelas. Yang bahkan membuat
semua karyawan melongo lebar hingga tersenyum tak percaya bersamaan.
ini.” Ujar El tertuju pada Darius.
“Maaf nona. Sebernarnya Tuan Erland juga baru saja tau hal
ini. Setelah memberitau Tuan, saya langsung mengumumkannya pada karyawan.”
Timpal Egrad.
“Baiklah. Kalau begitu aku akan menemuinya untuk memberi
selamat. Ayo Darius!” ajak El.
***
El mengetuk pintu runag Erland tiga kali. Ketukan yang
ketiga kali langsung mendapat respon Erland yang memintannya agar masuk. El
masuk bersamaan dengan Darius. Erland yang tadinya fokus menatap layar pc
beralih ketika melihat El yang datang.
“Er, aku ingin mengucapkan selamat padamu. Untuk
perusahaanmu yang memenagkan tender itu. Congrats Er.” Erland tersenyum manis.
“Kau sudah tau?”
“Tentu. Egrad yang berteriak menguumkan pada semua
karyawan.”
“Sebenarnya Er. Aku sangat senang dan bangga padamu. Dulu
saat kau menjadi rekan bisnis perusahaan Ayahku, kau begitu pandai dan lihai
dalam bekeja. Kecerdasanmu itu yang membuat kesuksesan peusahaan mu kembali
normal. Malah aku dengar perusahaanmu sekarang lebih sukses. Selamat yang
__ADS_1
sebesar besarnya untukmu, Er.” Papar El.
“Selamat juga untukmu dari aku kawan.” Sela Darius tersenyum
hangat. Erland beralih menatapnya tajam. Kejadian yang terjadi pada dirinya dan
Callista semalam masih belum Erland lupakan. Dan sekarang dengan beraninya
Darius berdiri dihadapannya untuk memberikan selamat.
Erland maju perlahan mendekati Darius. Tampang wajahnya
sudah berubah. El sendiri sadar dengan mimik wajah Erland yang sudah pasti akan
meledak.
“Er, sudah hentikan! Ini hari bahagiamu bukan? Jadi lupakan
sejenak semua masalahmu dengan Darius. Darius sendiri datang kemari karena aku
yang mengajaknya untuk mengucapkan selamat atas keberhasilanmu. Untuk masalah
Callista semalam, kau bisa tuntaskan nanti. Sekarang pikirkan apa yang akan kau
lakukan?” sergah El. Erland yang hampir saja menerkam Darius dengan tinjunya
terpaksa harus terurung.
“Aku tidak akan melupakannya. Tapi akan memaafkannya. Dan
maafku berlaku hanya untuk kali ini. Sekali lagi dia melkaukan hal yang sama,
maka akan ku pisahkan kepala dari tubuhnya!” tajam Erland. sementara Darius
justru memasang wajah santai dengan tersenyum tanpa takut.
“Akan kupastikan tidak akan terulang. Tapi untuk sekarang.
tidak tau jika nanti.” Uajr Darius tersenyum licik. Erland sempat menggeram
marah. Namun karena El yang kembai menghalanginya membuat Erland berusaha
menahan amarah dan mementingkan apa langkah selanjutnya.
“Aku berpikir setelah tender ini ku menangkan, aku akan
mengolah perusahaanku menjadi lebih baik lagi. aku akan menjalin kerjasama
dengan banyak perusahaan. Dengan begitu perusahaanku akan terus berkembang.
Karena tender besar yang ku menangkan ini, akan berpengaruh pada semua
perusahaan untuk percaya pada
perusahaanku.” Tutur Erland.
“Ide bagus Er. Kalau begitu sekarang pikirkan tentang
perayaannya.” seru El.
“Perayaan?” bingung Erland.
“Iya Er, perayaan. Setelah kau memenangkan tender sebesar
ini apa kau tidak akan membuat perayaan? Semua orang rumah juga harus merasakan
keberhasilanmu Er. Kau harus membuat perayaan besar malam ini.” Erland berpikir
sejenak.
“Kau benar El. Aku harus membuat perayan atau sekedar pesta
kecil. Dan pesta itu akan terjadi malam ini. Akan ku ajak semua orang rumah ke
villa. Aku akan membuat pesta perayaan disana. Sementara sekarang akan ku
perintahkan Egrad untuk mengatur semuanya.” Pungkas Erland. kemudian El
tersenyum mengangguk.
“Kalau begitu aku yang mendapat tugas untuk memberi tau
orang rumah. Mereka juga harus bersiap siap sebelum berangkat.”
“Pergilah El. Hari ini kau ku bolehkan pulang cepat.” seru
__ADS_1
Erland menepiskan senyum. El mengangguk mengiyakan. Yang didetik kemudian El
sudah pergi bersama Darius meninggalkan Erland.