Obsession Love

Obsession Love
68


__ADS_3

Erland melangkah cepat menyusuri setiap lantai yang


membawanya pada lift menuju lantai teraras dimana ruangannya berada.


“Tuan!” panggil seseorang menggema. Erland lantas berbalik.


Menjangkau siapa orang yang memanggilnya.


“Ada apa?” tanya Erland. Dihadapannya terlihat Egrad yang


berdiri dengan menundukan kepala.


“Selamat pagi Tuan. Sebelumnya maaf jika saya menggangu.


Saya memanggil Tuan untuk menyampaikan sebuah informasi penting.”


“Katakan!” titahnya tegas.


“Perusahaan ternama itu Tuan, perusahaan yang menjadi


saingan perusahaan Tuan untuk memenangkan tender. Saya mendapat informasi jika


perusahaan itu sudah kalah dan mengakui kekalahannya.”


“Lanjutkan!” pinta Erland ketika perkataan Egrad terjeda.


“Perusahaan Tuan yang memenangkan tender itu. Selamat Tuan.


Saya sebelumnya sudah yakin jika perusahaan Tuan yang akan menang. Semua


pengusaha lain tau bagaimana kecerdasan Tuan.” Tersenyum lebar.


Erland membisu untuk sejenak. Seolah sebuah angin kencang


yang menerpanya kuat. Rasanya seperti mimpi. Dan jikalau memang mimpi sungguhan,


Erland memilih untuk tidak terbangun selamanya. Perusahaannya, perusahaannya


yang dulu menjadi salah satu harta warisan terbesar Ayahnya. Perusahaan yang


dirintisnya seorang diri. Perusahaan yang bahkan sempat bangkrut dan


berantakan. Tapi kini, informasi yang dibawa Egrad benar benar sebuah


kebanggaan besar untuk Erland. siapa yang tidak bangga ketika seseorang meraih


kesuksesannya seorang diri. Dengan jerih payah dan usahanya tekun. Sebernarnya,


Erland pantas mendapatkan semuanya. Perjuangannya selama ini sudah cukup


banyak. Hingga perusahaannya yang kembali sukses pun bisa diibaratkan adalah


hadiah untuknya karena perjuangannya yang sungguh tanpa henti.


“Kau membawa berita yang sangat baik dan menyenangkan. Akan


ku pastikan bulan ini kau akan menerima gaji 5 kali lipat plus bonusnya.”


Senang Erland membalas senyuman Egrad. Egrad sendiri lebih melebarkan senyumnya


mendengar Erland yang berbicara tentang gajinya.


“Terimakasih banyak Tuan. Akan saya umumkan berita baik ini


pada semua karyawan kantor. Mereka juga harus merasakan kebahagiannnya.” ujar


Egrad. Erland mengangguk setuju.


“Pergilah!”


“Baik Tuan. Saya permisi.” Dengan perlahan memundurkan diri,


llau melenggang pergi.


Erland kembali fokus pada langkahnya. Memasuki lift yang


membawanya menuju lantai teratas.


***


Ditengah kerumunan karyawan dan karyawati yang sudah


mengumpul. Egrad memposisikan dirinya berada ditengah tengah. Mimic wajahnya sudah


terpancar serubu kesenangan. Hingga para karyawan hanyasaling melempar tatapan

__ADS_1


heran. Sedari tadi Egrad masih tersenyum gembira. Namun bekum mengatakan apa


tujuannya membuat semua karyawan berkerumun.


“Egrad, ada pa kau menyuruh para karyawan berkumpul? Apa ada


hak penting?” penasaran El yang juga berada ditengah tengah kerumunan itu.


Darius sendiri berdiri disamp[ing El.


“Tentu saja nona. Berita yang akan saya sampaikan bukan


hanya penting tapi juga menggembirakan. Saya hanya takut mulut kalian menganga


saat mendengarnya.” kata Egrad.


“Jangan berbelit belit. Katakan intinya.” pinta Darius


menimpali. Egrad kembali mengukir senyum.


“Baiklah, akan saya katakan. Jadi perusahaan ternama yang


menjadi pesaing antar perusahaan Tuan Erland untuk memenangkan tender. Sekarang


perusahaan itu sudah kalah dan mengakui kekalahannya. Jadi kalian bisa


simpulkan sendiri apa kabar gembiranya.” Ujar Egrad yang bagai teka teki.


“Maksudmu perusahaan Er yang menang?” tanya El cepat.


“Yaps. Betul sekali nona. Perusahaan Tuan Erland yang


memenag tender besar itu. Hingga sekarang perusahaan Tuan Erland sudah kembali


dititik awal kesuksesannya. Malah bisa dibilang jika kali ini kesuksesan


perusahaan Tuan Erland jauh lebih sukses dari dulu. Tender besar dengan ratuasan


triliunan itu menjadikan perusahaan Tuan Erland menjadi perusahaan terkaya


didunia. Dengan jumlah asset dan harta yang juga meningkat.” jelas Egrad


panjang lebar. Sementara senyuman masih terukir jelas. Yang bahkan membuat


semua karyawan melongo lebar hingga tersenyum tak percaya bersamaan.


ini.” Ujar El tertuju pada Darius.


“Maaf nona. Sebernarnya Tuan Erland juga baru saja tau hal


ini. Setelah memberitau Tuan, saya langsung mengumumkannya pada karyawan.”


Timpal Egrad.


“Baiklah. Kalau begitu aku akan menemuinya untuk memberi


selamat. Ayo Darius!” ajak El.


***


El mengetuk pintu runag Erland tiga kali. Ketukan yang


ketiga kali langsung mendapat respon Erland yang memintannya agar masuk. El


masuk bersamaan dengan Darius. Erland yang tadinya fokus menatap layar pc


beralih ketika melihat El yang datang.


“Er, aku ingin mengucapkan selamat padamu. Untuk


perusahaanmu yang memenagkan tender itu. Congrats Er.” Erland tersenyum manis.


“Kau sudah tau?”


“Tentu. Egrad yang berteriak menguumkan pada semua


karyawan.”


“Sebenarnya Er. Aku sangat senang dan bangga padamu. Dulu


saat kau menjadi rekan bisnis perusahaan Ayahku, kau begitu pandai dan lihai


dalam bekeja. Kecerdasanmu itu yang membuat kesuksesan peusahaan mu kembali


normal. Malah aku dengar perusahaanmu sekarang lebih sukses. Selamat yang

__ADS_1


sebesar besarnya untukmu, Er.” Papar El.


“Selamat juga untukmu dari aku kawan.” Sela Darius tersenyum


hangat. Erland beralih menatapnya tajam. Kejadian yang terjadi pada dirinya dan


Callista semalam masih belum Erland lupakan. Dan sekarang dengan beraninya


Darius berdiri dihadapannya untuk memberikan selamat.


Erland maju perlahan mendekati Darius. Tampang wajahnya


sudah berubah. El sendiri sadar dengan mimik wajah Erland yang sudah pasti akan


meledak.


“Er, sudah hentikan! Ini hari bahagiamu bukan? Jadi lupakan


sejenak semua masalahmu dengan Darius. Darius sendiri datang kemari karena aku


yang mengajaknya untuk mengucapkan selamat atas keberhasilanmu. Untuk masalah


Callista semalam, kau bisa tuntaskan nanti. Sekarang pikirkan apa yang akan kau


lakukan?” sergah El. Erland yang hampir saja menerkam Darius dengan tinjunya


terpaksa harus terurung.


“Aku tidak akan melupakannya. Tapi akan memaafkannya. Dan


maafku berlaku hanya untuk kali ini. Sekali lagi dia melkaukan hal yang sama,


maka akan ku pisahkan kepala dari tubuhnya!” tajam Erland. sementara Darius


justru memasang wajah santai dengan tersenyum tanpa takut.


“Akan kupastikan tidak akan terulang. Tapi untuk sekarang.


tidak tau jika nanti.” Uajr Darius tersenyum licik. Erland sempat menggeram


marah. Namun karena El yang kembai menghalanginya membuat Erland berusaha


menahan amarah dan mementingkan apa langkah selanjutnya.


“Aku berpikir setelah tender ini ku menangkan, aku akan


mengolah perusahaanku menjadi lebih baik lagi. aku akan menjalin kerjasama


dengan banyak perusahaan. Dengan begitu perusahaanku akan terus berkembang.


Karena tender besar yang ku menangkan ini, akan berpengaruh pada semua


perusahaan untuk  percaya pada


perusahaanku.” Tutur Erland.


“Ide bagus Er. Kalau begitu sekarang pikirkan tentang


perayaannya.” seru El.


“Perayaan?” bingung Erland.


“Iya Er, perayaan. Setelah kau memenangkan tender sebesar


ini apa kau tidak akan membuat perayaan? Semua orang rumah juga harus merasakan


keberhasilanmu Er. Kau harus membuat perayaan besar malam ini.” Erland berpikir


sejenak.


“Kau benar El. Aku harus membuat perayan atau sekedar pesta


kecil. Dan pesta itu akan terjadi malam ini. Akan ku ajak semua orang rumah ke


villa. Aku akan membuat pesta perayaan disana. Sementara sekarang akan ku


perintahkan Egrad untuk mengatur semuanya.” Pungkas Erland. kemudian El


tersenyum mengangguk.


“Kalau begitu aku yang mendapat tugas untuk memberi tau


orang rumah. Mereka juga harus bersiap siap sebelum berangkat.”


“Pergilah El. Hari ini kau ku bolehkan pulang cepat.” seru

__ADS_1


Erland menepiskan senyum. El mengangguk mengiyakan. Yang didetik kemudian El


sudah pergi bersama Darius meninggalkan Erland.


__ADS_2