Obsession Love

Obsession Love
EKSTRA PART


__ADS_3

Callista melihat dirinya didepan cermin kamar mandi dihotel itu. Erland memintanya untuk berganti pakaian menjadi pakaian tidur. Dan gadis itu dengan cepat menurutinya. Namun setelah selesai berganti pakaian, Callista malah berdiam diri dengan terus menerus menatap dirinya dicermin.


“Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mengerti apapun tentang kehidupan setelah menikah. Dan harus bagaimana aku menyikapinya? Ya Tuhan.” eluh Callista. Tubuhnya bergetar hebat tatkala memikirkan apa yang akan dilakukan Erland padanya.


“Apa kau tidak akan keluar sampai besok?” sindir Erland berteriak. Ia sudah jengah menunggu Callista yang sudah berjam jam didalam kamar mandi.


“Aku akan keluar sebentar lagi.” jawab Callista. Sementara gadis itu tidak tau akan keluar atau tidak.


“Dari tadi kau terus mengatakan hal itu. Tapi sampai sekarang kau masih belum keluar.” kesal Erland. tak lama terdengar ketukan pintu yang cukup keras. Erland mengetuk pintu kamar mandi dengan begitu kencang.


“Er, apa yang kau lakukan? Berisik sekali!” protes Callista.


“Kalau begitu cepat keluar! Atau aku tidak akan menghentikan tindakan ku ini!” ancam Erland. Tak lama Callista berpikir, lalu gadis itu dengan memberanikan diri membuka pintu kamar mandi. Ntahlah apa yang akan terjadi setelahnya. Terpenting adalah Erland menghentikan aksi gilanya yang merugikan banyak penghuni hotel.


Callista berdiri dihadapan Erland dengan menunduk dalam. Lihatlah, bahkan gadis itu sudah seperti udang rebus padahal Erland hanya diam saja.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Erland datar. Seketika Callista celenga celengo menatap kesampingnya. Hei, Callista sama sekali tidak melakukan apapun. Dan apa maksud Erland bertanya hal itu.


“Seperti yang kau lihat. Aku tidak melakukan apapun.” kata Callista polos.


“Maksudku apa yang kau lakukan dikamar mandi sampai berjam jam begitu? Kau tau? Aku hampir saja tertidur karena terlalu lama menunggu mu. Tapi karena aku ingat sesuatu, aku jadi memaksakan mataku untuk terus terjaga.” tutur Erland.


“Ingat sesuatu apa maksudmu?” kepo Callista.


“Aku tidak akan melepaskan mu malam ini!” peringat Erland tajam.


“APA?!” kaget Callista.


“Kenapa? Sekarang aku punya hak penuh atas dirimu.” kata Erland.


“Sekarang biarkan aku membersihkan diriku dulu.” lanjut Erland. Lalu melewati Callista dan memasuki kamar mandi. Sementara Callista sendiri membuang nafasnya lega.


“Sekarang aku selamat. Tapi setelah dia keluar dari kamar mandi, ntah apa yang bisa menyelamatkan ku.” cemas Callista sembari melangkah menuju ranjang pengantin. Ranjang yang indah yang sudah terhias sempurna khusus pasangan yang baru menikah.


Beberapa menit berlalu. Mungkin sekitar 20 menitan. Sekarang Erland sudah kembali keluar dari kamar mandi. Sementara Callista sudah membaringkan dirinya diatas ranjang dengan posisi miring. Ketika derap langkah Erland terdengar mendekat, Callista dengan terburu memejamkan matanya.


“Aku tau kau belum tidur. Kemarilah. Menghadap kearah ku.” perintah Erland. Ia baru saja terduduk diatas ranjang disamping Callista.


“Callista apa kau tidak mendengar? Aku memintamu menghadapku.” ulang Erland. Namun masih belum ada respon dari Callista. Seketika Erland ikut berbaring disamping Callista. Bahkan mengambil posisi yang sangat dekat dengan gadis itu. Tangannya tergerak memeluk pinggang Callista dari belakang.


“Aku tau kau berpura pura tidur hanya untuk menghindariku. Sekarang berbaliklah. Atau aku yang akan membuatmu berbalik sendiri!” ancam Erland kesekian. Callista tetap tak merespon. Kemudian Erland mendekatkan wajahnya pada leher Callista. Pria itu dengan sarkastik menggigit keras tengkuk gadis itu hingga Callista sendiri mengerang kesakitan. Lalu tak lama berbalik menghadap Erland dengan wajah yang marah.


“Kau gila? Gigitanmu sangat keras sekali!” amuk Callista. Tatapannya menyala. Namun Erland justru tertawa renyah melihat wajah Callista.


“Er, aku sedang marah. Bukan berlelucon. Jadi kenapa tertawa?” kesal Callista. Lalu Erland menangkup wajahnya dengan sebelah tangan.


“Bukankah kau sedang tidur? Lalu kenapa sekarang malah marah marah?” tanya Erland. Callista seketika tersadar. Kebohongannya sudah terbongkar. Gadis itu sudah berbuat ceroboh hingga Erland tau jika dirinya hanya berpura pura.


“Tadi aku memang sudah tidur. Tapi kemudian kau membuat ku kembali bangun. Kau mengangguku, Er.” elak Callista.

__ADS_1


“Aku menganggumu? Baiklah, sekarang aku akan menganggumu lagi.” Erland menjamah cepat tubuh Callista. Memegang beberapa bagian area tubuh Callista yang menjadi kelemahan Callista sendiri. Gadis itu mengguliat kesana kemari. Seperti cacing kepanasan yang tidak mau diam.


“Er, hentikan! Aku mohon hentikan!” pinta Callista. Erland berhenti sejenak.


“Kenapa? Bukankah ini sudah waktunya. Beberapa jam yang lalu kau sudah sah menjadi istriku. Dan aku mempunyai hak penuh atas dirimu. Sudah jadi kewajibanmu melayaniku.” papar Erland. Callista terdiam. Yang dikatakan Erland memang benar adanya.


“Aku tau, Er. Tapi apakah kau tidak mau bertanya padaku dulu, apa aku sudah siap atau belum? Aku masih takut untuk melakukannya. Kau tau sendiri, ini yang pertama kali untukku.” jelas Callista.


“Iya aku tau. Aku juga mengerti keadaanmu. Tapi bagaimana lagi, aku menginginkannya. Malam ini juga!” kata Erland. Callista bergetar semakin hebat. Rasanya semua ini begitu gugup untuknya. Jika dulu gugupnya karena berdiri didepan kelas, sekarang justru gugupnya karena berhadapan langsung dengan Erland yang notabennya adalah suami Callista sejak beberapa jam yang lalu.


“Baiklah Er. Akan ku pastikan kau mendapatkan yang kau inginkan. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya dulu. Kenapa kau bisa tau jika Darius sebenarnya mencintai El? Aku bahkan tidak memberitau mu.” seru Callista. Erland lalu menjatuhkan tubuhnya kesamping dan menatap langit langit kamar hotel itu.


#FLASHBACK ON#


“Semuanya mohon perhatian!” kata Erland berteriak lantang. Sontak semua tamu undangan menatapnya heran dan penuh tanya. Termasuk El, Darius, David dan Fiona. Sekarang semua pasang mata tertuju kearahnya.


“Dihari istimewa dan special ku ini, aku ingin menunjukan sesuatu pada kalian. Yaitu membuat satu pasangan lagi akan bertunangan disini. Dihari pernikahanku!” teriak Erland lagi.


“Apa maksud mu, Er? Pasangan siapa?” bingung El.


“Kau oranganya, El. Dan pasangan itu adalah kau dan Darius. Aku ingin kalian bertunangan saat ini juga. Dan satu hal, aku akan sangat kecewa jika kau menolaknya.” kata Erland.


“Tidak Er. Apa apaan ini. Kau tidak beres. Mana mungkin aku bertunagan dengan Darius?” jawab El.


“Tentu saja mungkin El. Darius sangat mencintaimu. Hanya saja kau tidak sadar dengan perasaannya padamu yang begitu besar.”


“Bro! Ambil ini!” Erland melempar sebuah kotak bludru berbentuk love kearah Darius. Dengan sigap Darius menangkapnya.


“Kalian bisa bertunangan sekarang dengan menggunakan cincin itu.” kata Erland lagi. Dan berhasil membuat semua pasang mata melongo tak percaya.


“El, apa yang dikatakan Erland benar. Aku menaruh hati yang begitu besar padamu. Dan sayangnya kau hanya menganggapku sebatas temanmu saja. Karena itu berikan aku kesempatan untuk mengubah hubungan kita menjadi lebih dari sekedar teman. Aku mencintaimu El. Sungguh sangat mencintaimu. Bersediakah kau menjadi tuanganku?” Darius berlutut dihadapan El. Dengan kotak bludru yang terbuka dan memperlihatkannya pada El. El sempat menggeleng kecil kearah Darius. Namun kemudian suara riuh para tamu meneriakinya.


“TERIMA! TERIMA! TERIMA!”


“TIDAK ADA ORANG YANG SETULUS ITU. JANGAN MENYIA NYIAKANNYA!”


“TERIMA SAJA! PRIA ITU COCOK UNTUKMU!”


“PENYESALAN DATANG DIAKHIR. LEBH BAIK KAU TERIMA CINTANYA!”


Begitulah teriakan para tamu yang begitu histeris. Hingga El sempat berpiki sejenak. El tidak mungkin membuat Darius malu dan mengecewakannya. Toh sudah saatnya El membalas perasaan Darius.


“Kak El, terima saja. Kak Darius sangat serius padamu.” yakin Fiona yang berdiri disebelah El. Kemudian El menatap kearah Callista yang tengah menatapnya. Callista mengangguk sebagai jawab untuk El. Lalu didetik kemudian El membuat Darius berdiri.


“Sekarang pasangkan cincinnya pada tunaganmu.” kata El tersenyum tulus. Meski tidak secara langsung, setidaknya El memberi kode pada Darius jika ia menerima cintanya. Tak lama kemudian Darius menubruk tubuh El keras dan bersemangat. Pria itu tersenyum dibalik punggung El. Akhirnya, cintanya bisa terbalasakan.


#FLASHBACK OF#


“Kau akan tau nanti. Aku akan memberitaumu mengapa aku tau jika Darius sebenarnya mencintai El dan bukan dirimu.” Erland menatap sekilas kearah Callista.

__ADS_1


“Sekarang lupakan dulu hal itu. Ini waktu kita. Kenapa kau malah memikirkan oranlain? Sekarang kau penuhi saja tanggung jawabmu.” Erland kembali memiringkan tubuhnya menghadap kearah Callista. Dan lagi, Callista bergetar dibuatnya. Namun didetik kemudian Callista mengangguk cepat.


“Akan ku penuhi tanggung jawabku sebagai istri.” ucap Calllista. Erland tersenyum lebar. Lalu kemudian mendekati Callista dan mengurung gadis itu menjadi dibawah kukungannya.


Erland tersenyum seringai dan nakal pada Callista. Sementara gadis itu hanya membalas dengan senyuman tipis. Pria itu mulai ******* rakus bibir ranum Callista. Meski sudah berulang kali Erland menikmati bibir gadis itu, bibir Callista selalu berhasil membuatnya hanyut dan terbawa kenikmatan. Bedanya hari lalu Erland tau batasan untuk mencium Callista. Tapi sekarang setelah menikah, Erland bahkan akan menentang semua batasan itu.


Erland beralih menciumi tengkuk Callista. Lalu meninggalkan beberapa tanda kepemilikan disana. Callista sesekali mengerang pelan dan tertahan. Gadis itu mengulum bibirnya untuk menahan suara yang keluar.


“Kau bisa keluarkan suara mu. Tidak perlu menahannya. Kau mengerti?!” titah Erland. Callista hanya mengangguk kecil. Lalu pria itu kembali pada aksinya. Kembali menciumi Callista diseluruih tubuhnya. Hingga berhenti dibagian dada Callista yang masih tertutup gaun malam. Mungkin gaun itu memang tipis dan transparan. Tapi Erland tetap perlu membukanya untuk lebih leluasa.


“Boleh aku membukanya?” izin Erland. Callista mengangguk cepat. Lalu dengan sigap pria itu lantas mmebuka gaun Callista dengan cara merobeknya keras. Hingga kini keadaan gaun itu sudah tidak berbentuk.


“Terlalu lama jika aku membukanya secara normal. Jadi kuputuskan untuk merobeknya. Tapi aku berjanji akan menggantinya.” jelas Erland sebelum Callista protes dengan tindakannya.


Erland kembali pada aksinya. Menciumi dada Callista dengan begitu haus dan brutalnya. Dan kali ini Callista mengerang lepas tanpa tertahan. Erland semakin bergairah dibawah permainannya. Lalu memberanikna diri memainkan kewanitaan Callista. Callista sempat menahan tangan Erland yang baru saja memegang area kewanitaannya. Namun karena tatapan Erland yang memohon, Callista menyetujuinya.


Pria itu mulai memanas. Peluh keringat sudah bercucuran membanjiri pelipisnya. Begitu pun Callista yang sudah nampak kelelahan. Namun kelelahannya kini berbeda. Bukannnya cape dan ingin berhenti, Callista malah semakin hanyut oleh permainan Erland.


Pria itu sudah berada di puncaknya. Bisa dibilang Erland sudah mencapai klimaks.


“Akan ku masukan sekarang. Aku tau ini yang pertama bagimu dan begitu pun aku. Jika kau kesakitan nanti, kau bisa menggigit bahu ku sekeras yang kau mau.” ujar Erland. Callista lagi lagi hanya mengangguk. Kemudian Erland mempersiapkan dirinya memasuki lubang kenikmatan yang akan membawanya pada surga duniawi.


Dengan sekali hentakan Erland berhasil menembus pertahannan Callista. Gadis itu masih perawan. Dan Erland sendiri yang sudah membuat keperawanan itu robek. Pernikahannya kini sudah benar benar lengkap. Erland telah berhasil menjadikan Callista hanya miliknya seutuhnya dan miliknya seorang.


Malam yang semakin larut menemani penyatuan mereka. Dan hilir angin yang bertiup menambah semangat mereka untuk saling memberikan kehangatan masing masing. Serta dinding hotel itu menjadi saksi bisu penyatuan cinta mereka.


***


Holla readers semua. Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca cerita receh ini wkk.


Obsession love resmi tamat ya. Tapi rencananya aku mau buat season 2 nya. Cuma obsession love season 2 ini mau aku publish hanya di apk N*VEL*E ya. Yang mau lanjut baca obsession love season 2 boleh download apk-nya ya:)


Salam manis untuk semua readers:*


Oh iya, karena obsession love ini udah tamat. Boleh dong berbagi kesan kesan kalian selama membaca cerita ini. Boleh komen dibawah ya.


Menurut kalian endingnya gimana?


Apakah ada kekurangan dicerita ini?


Feel-nya dapet ga?


Menurut kalian Erland orangnya kek gimana?


Dan Callista orangnya kek gimana?


Komen dibawah ya:)


SEE YOU:*:)

__ADS_1


__ADS_2