Obsession Of Jerk

Obsession Of Jerk
Chapter 25 : Stupid brother


__ADS_3

"Spada!!!!" Teriakan bersuara bass itu tak membuat Sean mengalihkan fokusnya pada komputer dan dokumen-dokumen di mejanya.


Seseorang yang berteriak itu masuk ke dalam ruangan Sean diikuti dengan seorang wanita dan bocah laki-laki yang langsung berlari ke arah Sean. Pelukan hangat di kakinya membuat Sean menatap sosok yang menganggu fokusnya. Bocah di bawahnya tersenyum lebar menampilkan giginya yang ompong dan renggang.


"Helo Ravel, lama tak berjumpa." Sean membawa bocah itu ke pangkuannya.


"Tuh bocah giliran ketemu om nya aja langsung nempel," ucap ayah dari bocah tersebut sembari mendudukkan bokongnya di sofa ruang kerja Sean.


"Karena dia tau mana pria tampan dan wanita cantik! Kemampuannya itu darimu," jawab wanita cantik yang adalah istri dari ayah Ravel.


"Dan aku adalah salah satu pria tampan itu," jawabnya angkuh.


"Daddy is not handsome at all, you know," celetuk bocah yang sudah memandangi ayahnya yang tengah tersenyum bangga.


"Ravel!!!" Aurel tertawa, sedangkan Sean dan Ravel ber-highfive layaknya sepasang sahabat karib.


"Sebenarnya siapa sahabatmu itu Sean? aku atau bocah iblis itu?!" tanya Zach kesal sembari menunjuk anaknya yang berada di pangkuan Sean.


Aurel menendang tulang kering Zach hingga membuatnya mengaduh. "Dia putramu kalau kau lupa!"


"Kau pergi bermainlah dimanapun kau suka." Sean beralih pada Ravel lalu menurunkannya.


"C'mon, mom akan menemanimu bermain diluar." Aurel menuntun Ravel keluar ruangan.


"Kenapa kau jadi jarang sekali ke kantor akhir-akhir ini? Apa kau pensiun?" tanya Zach.


"Apa kau tak melihat aku bekerja dari rumah?" jawab Sean ketus.


"Bye the way, kenapa kau memanggilku? Aku sibuk," ucap Zach angkuh yang membuat Sean berdecih.


"Aku ingin kau mencari tau kehidupan masa lalu dia dengan detail." Sean membuka laci di mejanya kemudian mengambil map berwarna biru dan menaruhnya di meja.


"Kenapa kau tak menyuruh Axel saja!" Zach berjalan malas ke arah meja Sean.


"Dia sibuk menangani proyek di Valencia," jawab Sean singkat.


Zach bersiul ketika membuka isi map tersebut dan menatap Sean menggoda. "Wow cute and sexy young girl. Who is she?"


"She's mine Jerk!" ucap Sean tajam.


"Easy dude, I already have angel." Zach mengangkat satu tangannya.


"Jadi dia gadis yang kau cintai?" tanya Zach. Sean diam tak menggubris pertanyaan Zach, ia kembali menatap komputernya pura-pura menyibukan diri.


"Lalu untuk apa kau mencari taunya sampai sejauh ini?" tanya Zach yang mengetahu apa jawaban pertanyaannya.


"I don't know, aku hanya tertarik padanya dan menjadikan dia pajangan bonekaku disini." Sean mengangkat bahunya acuh.


"What the ****?! Jika kau tak mencintainya dan hanya akan meninggalkannya seperti yang lainnya, hentikan sekarang! Dude, she's young girl and have her life!" seru Zach yang kini mulai merasa kesal dengan tingkah Sean.

__ADS_1


"Hentikan obsesi gilamu!" lanjutnya.


"Kerjakan saja tugasmu!" Sean kembali menatap layar komputer. Zach hanya bisa menghela nafas mendengar penyataan sahabatnya.


"Jika kau tidak percaya tuhan, but karma it's real! just wait, good or bad for u?" Zach kembali berkata.


Sean terkekeh di tempatnya mendengar ocehan sahabatnya. "Brengsek sepertimu mengajariku tuhan dan karma lucu sekali Zach."


"Let's see dude!"


Brak!


Pintu ruang kerja Sean terbuka dengan kasar oleh seorang wanita dengan tatapan sangar mengarah pada Sean.


"Who is she?!" tanya Aurel sembari mendekati meja Sean.


"Kenapa kau tak memberitahuku bahwa aku akan segera mendapat kakak ipar? Aku akan beritahu mommy dan daddy tentang ini agar kalian segera menikah!" ucap Aurel dengan excitednya sembari mondar mandir di depan meja Sean.


"He's not love her baby." Ucapan Zach membuat Aurel menatap Zach tajam kemudian beralih menatap Sean.


"What?! Lalu kenapa kau membawanya kemari saat ****** lain tak boleh satupun menginjakkan kakinya disini olehmu, huh?" tanya Aurel menjadi emosi.


"Jaga ucapanmu Aurel! Dia bukan ******!" Sean meninggikan suaranya.


Aurel menarik kaos Sean kemudian tersenyum menyeringai. "Stupid brother!"


Tawa Zach terdengar memenuhi ruangan yang hening tersebut. "I love you baby."


"Enyah kalian berdua!" ucap Sean datar.


Zach menghentikan ciumannya dan menatap Sean. "Aku sangat setuju dengan panggilan istriku untukmu."


"Stupid brother!" ucap keduanya kompak.


"Akui saja kau mencintainya Sean, aku bisa melihatnya. Atau kau akan menyesal," ujar Aurel. Sean diam tak menanggapi.


"Dimana Zee?" tanya Sean.


"Hoho merindukannya?" tanya Aurel menggoda Sean yang membuatnya memutar bola mata malas kemudian melenggang pergi.


"Dia di rooftop," ucap Aurel sebelum Sean menutup pintunya.


"Biarkan si bodoh itu menyadarinya sendiri, Sayang." Zach kembali berkata.


"Kau benar."


🏊🏊🏊


"Zee!!!"

__ADS_1


Teriakan seseorang yang memanggil namanya membuat atensi Zee beralih. Ia menatap pada asal suara tersebut. Aurel berjalan ke arahnya sembari melambaikan tangannya. Ia berjalan di tengah kedua pria yang siap dengan celana renang mereka. Fokus Zee sedari tadi hanya pada satu titik. Yaitu wajah Sean yang datar sepanjang ia melangkahkan kakinya semakin mendekatinya. Tatapannya yang begitu datar semakin menambah kadar ketampanan dirinya. Ditambah dengan keadaannya yang shirtless membuatnya lebih sexy. Memang pantas Sean menyabet penghargaan sebagai pria tertampan dan tersexy. Di dalam hati Zee.


"Mommy!!!" Suara seorang anak lelaki di sampingnya menyadarkan dirinya. Ravel turun dari gazabo menghampiri sang ibu. Aurel berjongkok menyamakan tingginya kemudian berjalan berbalik arah.


"Sudah lama aku tidak kesini untuk berenang." Zach meregangkan tubuhnya sembari menatap sekeliling.


"Hai cantik, aku Zach suami Aurel," ucap Zach memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan.


Ketika tangan Zee akan menyambut uluran tangan Zach, Sean lebih dulu menjabat tangan Zach dengan sedikit meremasnya hingga membuat Zach mengaduh. "Linzy."


"Baiklah aku akan berenang saja," ucap Zach setelah Sean melepaskan tangannya. Ia berlalu pergi, meninggalkan Sean dan Zee.


"Kau mau berenang bersamaku?" tanya Sean beralih menatap Zee.


"Tidak, lain kali saja." Zee menggeleng.


"Baiklah kau tetap di sini, aku akan masuk kolam." Zee mengangguk kali ini. Sean mengecup lembut rambut Zee sebelum pergi menyusul Zach yang sudah berenang satu putaran.


Mata Zee tak pernah lepas dari tubuh Sean. Ia terus menatap kemana arah Sean bergerak. Setiap gerakan Zee tak sedikitpun mengalihkan tatapan matanya.


"Kau menyukainya?" Suara seseorang yang berada tepat di sampingnya membuat Zee terkesiap.


Aurel tersenyum menggoda di sisinya. Pipi Zee perlahan memerah dan menjalar sampai ke telinganya ketika dirinya tertangkap basah tengah menatap kakak Aurel itu.


"Tak apa! Santai saja! Wanita lainnya pun akan melakukan hal yang sama sepertimu, bahkan bisa berbuat lebih dan liar darimu," ucap Aurel dengan tawanya.


"Tidak ada yang bisa menolaknya," tambah Aurel.


"Dia memang suka bermain wanita, dia sering bergonta ganti wanita seperti dia mengganti pakaian dalamnya! Tetapi semua wanita itu hanya angin sepoi sepoi yang datang dan pergi begitu saja. Sebenarnya dia payah dan bodoh dalam hal perasaan dan wanita." Zee tidak mengerti kenapa Aurel mengatakan ini.


"Tak ada wanita yang sampai dibawanya ke orang tua kami. Jangankan membawanya pada orang tua kami, dia bahkan tak membiarkan wanita manapun menginjakkan kakinya di mansion ini!" seru Aurel kemudian


"Kau adalah wanita pertama yang ia bawa dan izinkan untuk menginjakan kaki di mansion ini." Zee hanya menyimak apa yang dikatakan oleh adik dari pria tersebut. Hatinya di ambang keraguan, entah harus percaya atau tidak. Kepalanya hanya mengangguk saja.


"Apa kau mencintainya?" tanya Aurel sembari memegang tangan Zee yang berada di atas pahanya.


"Hah? Ah itu aku... aku tidak," jawab Zee cepat.


Zee menghela napas berusaha membut dirinya tenang. "Sebenarnya aku juga tak tahu hubunganku dengannya seperti apa, hal yang terjadi padaku dan dirinya begitu rumit sampai aku pun tak mengerti."


"Aku paham kau meragukannya, tetapi cobalah. Sejauh ini hanya kau wanita yang dibawa Sean ke mansionnya, dan hanya kau yang membuat Sean memperlakukanmu lebih istimewa." Aurel tersenyum meyakinkan Zee.


"Buat dia mencintaimu."


-


-


-

__ADS_1


tbc


Follow ig Riby_Nabe


__ADS_2