Obsession Of Jerk

Obsession Of Jerk
Chapter 57 : Explanation


__ADS_3

"Apa?!" Kyra bertanya dengan nada yang meninggi setelah Zee selesai menjelaskan.


"Gue kira apa yang dibilang teman dari Tuan Rexford itu cuman bohong. Ternyata itu benar." Zee menatap bergantian pada kedua sahabatnya, terlebih pada Aidan.


"My little Zee pasti ketakutan saat penculikan itu," ucap Aidan.


"Ya, awalnya." Zee bertanya-tanya, apa respon yang akan dikeluarkan oleh kedua sahabatnya ini jika ia menceritakan semua detail-detail kejadian antara dirinya dan Sean.


"Lalu, bagaimana bisa Tuan Rexford menyukaimu, bahkan sampai mengetahui semuanya?" tanya Kyra kembali.


Pada akhirnya, ketika mereka membicarakan topik ini, mereka berdua akan berusaha terus mengorek informasi darinya. Entah itu karena sekedar tertarik dan ingin mengetahui seperti Kyra. Atau menilai dan mempertimbangkan seperti Aidan setelah mendengarkan ceritanya. Jika Aidan tidak menyukainya dan tidak setuju, Zee rasa tidak bisa berpisah dengan Sean karena ia sudah terlanjut jatuh cinta pada pria itu.


"Sebenarnya aku juga tidak terlalu mengetahuinya. Setelah cukup lama bersamanya, aku kira dia hanya sekedar terobsesi saja padaku. Namun, semakin lama aku bersamanya, aku bisa merasakan ketulusan dari pria itu. Kurasa, Sean hanya pria yang terlalu kaku. Sebenarnya ia adalah pria yang baik."


Bagaimana bisa ia mengatakan Sean adalah pria yang baik. Ia cukup menyebalkan sejak awal dan semakin menyebalkan. Ia juga memperkosanya hanya karena sifat cemburu dan posesifnya itu. Namun, itu memang tidak sepenuhnya salah. Ia memang merasakan cinta yang diberikan Sean padanya. Lebih dari itu, setelah mengetahui masa lalu dan kondisi dirinya, Sean tidak meninggalkannya. Sebuah keberuntungan Sean mau tetap bersama dengannya.


"Cerita ini, bukannya cerita klise sebuah novel? Penculikan karena sebuah obsesi dari seorang pria kaya, lalu jatuh cinta pada sang penculik yang tampan." Kyra kembali berkata.


"Kamu dan Sean, apa benar-benar saling mencintai?" Pertanyaan Aidan mengundang kernyitan tak suka dari Kyra.


"Tentu saja, Aidan! Apa kamu tidak bisa melihat bagaimana Sean memperlakukan Zee tadi dan apa yang diceritakan Zee sejak tadi?" tanya Kyra kesal.


"Aku mendengar dan melihatnya. Tapi, seperti yang kamu bilang tadi, itu seperti sebuah cerita novel yang tidak mungkin. Aku hanya mengkhawatirkan Zee saja, Sayang. Lagi, Tuan Rexford baru saja mengenal bahkan dalam hitungan bulan bukan tahun." Aidan berusaha menjelaskan.


"Lalu, bagaimana dengan Athan? Dia juga baru mengenal Zee beberapa bulan. Ia mengatakan jika ia menyukai Zee, tapi apa? Dia sudah berpacaran dengan si ****** itu!" bantah Kyra.


"Itu karena aku mengenal Athan, Sayang. Tidak dengan Tuan Rexford yang rumor-rumor buruk mengelilinginya." Aidan terlihat tidak berniat untuk mengalah.


"Itu hanya rumor. Justru orang yang terlihat baik lah yang tidak bisa dipercaya," ucap Kyra ketus.


"Hei, sudah, kenapa kita jadi bertengkar?" tanya Zee mulai menengahi mereka berdua.

__ADS_1


"Aidan seharusnya memberikan kesempatan pada Sean." Dengan keras kepalanya, Kyra masih tetap bersebrangan dengan Aidan.


"Bukannya kamu yang menjauhkan semua pria dan tidak memberikan kesempatan pada mereka yang mendekati Zee selama ini?" tanya Aidan.


"Aidan, Kyra! Kenapa kalian menjadi lebih sering bertengkar?" Zee buru-buru menengahi mereka kembali ketika Kyra terlihat semakin marah.


"Yang terpenting aku sudah kembali. Aidan, aku mengetahuinya sendiri bagaimana Sean. Aku juga sudah bertemu dengan kedua orang tuanya yang merestui kami. Aku bahagia bersama dengannya, Aidan." Zee berkata pada Aidan dan menatapnya dalam, seolah meminta persetujuan pada dirinya.


Melihat tatapan penuh permohonan Zee, Aidan sudah tidak mengatakan apapun. Ia hanya sekedar pria yang sudah benar-benar dekat dengannya hingga menganggap Zee adalah adiknya sendiri. Mana mungkin ia mengambil kebahagiaan adiknya sendiri hanya demi keegoisannya.


"Aku mendukungmu. Aku hanya berharap kalian bisa bahagia seterusnya, meski tidak bisa melepaskan kekhawatiran. Mungkin memang inilah rasa kasih sayang kakak pada adiknya." Terlihat Zee yang bernapas lega setelah mendengar perkataan Aidan. Begitu pun dengan Kyra yang ikut merasa senang.


"Setelah banyak bercerita, aku lapar dan haus. Aku juga sudah merindukan kue yang suka kalian berikan. Aku merindukan trade mil ku dan aku juga merindukan kalian." Zee tiba-tiba membawa keduanya sekaligus ke dalam pelukannya.


"Kami juga merindukanmu, Zee." Kyra dan Aidan membalas pelukan Zee. Sampai pada akhirnya, suara perut dari salah satu mereka berbunyi, menghancurkan momen manis mereka.


"Baiklah, aku akan memberikannya padamu." Kyra lebih dulu berdiri dari duduknya untuk memberi apa yang Zee inginkan.


"Ya, itulah yang dia katakan. Meski aku harus berkorban demi itu. Tapi aku yakin, Sean tidak akan membiarkan ini terjadi lama. Ia pasti akan mempercepat pernikahan kami. Aku belum memberitahu Papi dan setiap hari memikirkan bagaimana tanggapannya." Helaan napas keluar dar mulut Zee mengingat kembali kekhawatirannya.


"Tuan Rexford pasti bisa mendapatkan hati Om. Kalaupun tidak bisa, ia pasti akan memaksanya?" Kyra tertawa kecil yang diikuti oleh Zee.


"Itu benar. Aku sedikit lega karenanya," jawab Zee.


"Kami harus bertemu banyak orang untuk memberikan kabar ini. Meski aku tinggal di sini, tetap saja Sean pasti akan lebih sering menemuiku dan bersama." Zee menjatuhkan kepalanya ke atas meja.


"Hei, lo terdengar seperti ingin berpisah dari Tuan Rexford," ucap Kyra.


"Aku hanya ingin menikmati waktu bersama kalian seperti dulu lagi. Jika kami sudah menikah, kita tidak akan bisa lebih banyak waktu untuk bersama," kata Zee pelan.


"Kita sudah menghabiskan waktu belasan tahun bersama. Itu bahkan lebih dari cukup." Aidan angkat suara dari ruang tamu.

__ADS_1


"Itu benar," tambah Kyra. Kali ini mereka berdua kompak dan tidak saling bersebrangan.


"Kalian tidak akan meninggalkanku setelah aku menikah bukan?" tanya Zee yang tiba-tiba menjadi sedih memikirkan itu.


"Tentu saja, kenapa kita harus meninggalkanmu? Zee, kamu hanya menikah bukan pergi jauh." Tawa Aidan terdengar menertawakan Zee bersama dengan Kyra.


"Lo lebay banget sih, Zee," ucap Kyra menatap Zee.


"Aku cuman bertanya saja karena mengetahui sifat Sean bagaimana." Zee menjawab dengan ketus.


"Ngomong-ngomong, bagaimana kabarnya Athan?" tanya Zee mengubah topik pembicaraan.


"Sama dengan apa yang gue bilang dan lo sendiri kan tau dia pacaran sama si ****** itu," jawab Kyra.


"Kyra ... " Aidan berkata dengan nada memperingatkan.


"Maaf," ucap Kyra menimpali.


"Semoga saja Teressa dan Athan juga berbahagia." Kyra tidak membantah ucapan Zee lagi atau marah padanya karena masih terlalu baik pada gadis yang sudah berbuat jahat pada sahabat mereka itu.


"Dan tidak mengganggu lo lagi lagi, Zee," tambah Kyra yang diangguki oleh Zee.


"Girls, apa yang kalian masak hingga baunya tidak enak?" tanya Aidan yang membuat Kyra dan Zee serempak menoleh ke arah kompor dan menyadari jika makanan yang dimasak Kyra gosong.


 "Kyra!"


-


-


-

__ADS_1


To be continued


__ADS_2