
Setelah sesi belajar Kimia alias ngerjain PR.
Syifa sekarang sedang bocan, bobo cantik di kamarnya di temani Revan.
Revan yang awalnya ngerusuh, malah sekarang tepar.
Ikut bobo siang bareng Princess.
Revan tidur dengan memeluk Syifa.
Tangan di pinggang dan kaki yang menindih kaki milik Syifa.
Layaknya meluk guling.
Tentu di balas pelukan erat oleh Syifa.
19.30 PM.
Tak terasa waktu makan malam tiba.
Kini semua anggota sudah berkumpul di meja makan.
Hening melanda mereka.
Ini salah satu etika di meja makan, untuk tidak berbicara saat makan.
Sebernarnya, bukan itu fokus utamanya.
Yang paling penting adalah mereka takut Syifa akan tersedak saat makan karena makan sambil berbicara.
Setelah selesai makan malam, mereka bersantai di ruang keluarga. Berbicara hal random.
Terutama mereka sangat mendengarkan ocehan-ocehan yang keluar dari bibir mungil milik Syifa.
"Sayang, sudah selesai mengerjakan PR-nya?"
Vina bertanya membuat mereka menoleh pada Syifa.
"Emang Princess ada PR?"
Bara bertanya heran seraya menaikkan satu alisnya.
"Iya"
Singkat Vina menjawab pertanyaan Bara.
"Sudah Mom. Syifa tadi di bantuin sama Kak Anan"
Adnan tersenyum mengelus lembut surai hitam Syifa.
Setelah itu mengecup pelipis Syifa.
Cup
Syifa ikut tersenyum juga akhirnya.
"Oh yaa? Kok Kakak gak tau sih?"
Revan heran mengapa ia sampai tidak tau kalau Syifa punya PR.
Apalagi di bantuin sama Adnan.
Kenapa tidak minta tolong padanya saja.
"Kenapa Princess tidak minta tolong pada Kakak aja?" Lanjutnya bertanya.
"Syifa tadinya mau minta tolong Kak Revan. Tapi pas Syifa buka pintu kamar Kak Rev, Kak Rev lagi ribut sama Kak Bara-.
-Katanya Kak Revan, kalau Kak Bara itu gak bisa main Game. Terus juga Kak Bara gak mau ngaku kalau Kak Bara emang udah kalah main Game-nya-.
-Ya udah deh, Syifa tinggal aja. Minta tolongnya sama Kak Anan deh jadinya"
Cerita Syifa panjang lebar dengan mimik muka berubah ubah.
Imutnya.
"Ppfftt"
Adnan menahan tawa mendengar cerita Syifa.
Itu sudah biasa jika Bara selalu kalah main Game dengan Revan.
Tapi tetap saja ia ingin menertawakan Bara yang payah sekali dalam bermain Game.
Bara yang mengerti Adnan menertawainya.
Alias mengejeknya.
Ia melototkan matanya yang hanya tertuju pada Kakaknya yang menyebalkan, siapa lagi jika bukan Adnan.
Vina dan Aditya tersenyum melihat interaksi anak-anaknya.
Mereka berdua sungguh bahagia dengan utuhnya anggota keluarga yang bisa berkumpul seperti ini. Yang ingin sekali mereka wujudkan sejak Syifa kecil.
Tapi apalah daya musibah menimpa keluarga mereka.
Revan yang mengerti tatapan kedua orang tuanya menyendu, berusaha mengalihkan perhatian dengan pertanyaannya.
"Mapel apa PR nya Princess?"
"Mapel Kimia"
"Ouhh susah gak?"
Maklum.
Kan Revan Sekolah ambil jurusan IPS.
Makanya ia tidak terlalu mendalami Mapel Kimia.
"Susah banget. Syifa sampe bingung harus milih yang mana. Semuanya mirip." Lanjutnya.
"Mirip gimana?"
Sekarang Bara ikut nimbrung.
"Iya mirip."
"Contohnya CO2, O2, HCI, SO4. Mirip kan? Semuanya ada C nya, juga ada O nya. Kan bikin Syifa bingung"
Syifa menyebutkan satu per satu dengan jarinya. Seperti anak SD saat berhitung.
__ADS_1
Bara mengelus dadanya, sabar.
Pemikiran Syifa kok sampai begini nya.
Ya memang tidak salah sih, semua yang di sebut Syifa tadi ada C dan ada juga O nya.
"Terus cuma itu?"
Adnan juga ikut-ikutan memancing Syifa bercerita lebih.
"Ada banyak. Kan materinya Larutan Elektrolit dan larutan Larutan Non Elektrolit-"
Syifa memberi jeda sebelum melanjutkan berbicara.
Revan mengangguk menanggapi.
"Nah! Syifa itu udah Praktek jadi Syifa lihat kalau larutan itu ada gelembung-gelembungnya. Pakai baterai buat nyalain lampu. Eh! ada yang gagal buat nyalain lampunya. Terus malah jadi meletup meletup!!"
Semuanya memperhatikan Syifa bercerita.
Dalam mode serius.
Tiba-tiba,
"DORR!!"
Kaget.
Sungguh kaget.
Orang ini hobi sekali membuat mereka terkejut.
Terkejut dalam arti-an benar-benar terkejut. Juga terkejut dengan tingkah Seseorang yang Ajaib.
Suara tadi telah mengagetkan semua orang yang di sana.
Ya.
Syifa yang tadi berteriak histeris.
Mencoba menggambarkan suara letupan. Tapi ini terlalu berlebihan sampai membuat orang terkejut.
Aduh ada-ada aja. Batin mereka bersuara.
"Kok gede banget suara letupannya Ifa"
"Iya kak Anan. Syifa gak suka Kimia karena bikin Syifa takut!. Semuanya bisa kapan aja meledak!!"
"Ihh serem!"
"Tapi syifa suka saat main air warna. Kayak main air yang di warnain buat tujuh belasan!" Ucapnya heboh.
Semua terdiam.
Mereka sedang berfikir, air apa yang berwarna seperti saat tujuh belasan?. Tapi masuk mapel Kimia??.
Setelah beberapa saat, mereka saling pandang.
Lalu mengelus dada mereka masing-masing.
Princess princess, ana-ana wae. Batin mereka takjub.
Biasanya kan banyak jenis larutan, nah! berarti banyak pula warna dan baunya.
Eh.. Syifa malah mengira itu adalah air teres/air warna yang biasanya di wadahin plastik buat hiasan di tujuh belasan. Yang digantung didepan rumah.
Aneh kan.
...●●●...
"Kak Rev ayo cepetan turun!! Syifa udah laper!!"
"Eh! Baby udah laper? Makan duluan aja yah. Gak usah nungguin Revan"
Bara berucap cepat saat mengetahui Syifa sudah sangat lapar. Ia tak mau kejadian kemarin terulang kembali.
"Enggak mau. Syifa mau nungguin Kak Revan. Mau makan sama-sama"
"REVAN!! CEPAT TURUN!!"
Bara berteriak untuk memanggil Revan yang baru keluar dari kamar.
"Iya iya! Ini Revan turun kok!"
Balas Revan sambil misuh-misuh.
"Cepat!. Syifa udah lapar. Kelamaan nungguin kamu!. Dasar lamban."
Ucap Adnan pedas bin nylekit.
Revan menghembuskan nafas mendengar ucapan pedas terlontar dari Kakak dinginnya ini.
Sakit sekali hati Revan Ya allah.
Ahh lebay.
Revan menatap Syifa lalu meminta maaf karena sudah membuat Princessnya menunggu lama.
Yang langsung diangguki Syifa, bahwa itu tidak masalah.
Lalu acara sarapan pun di mulai.
Setelah selesai sarapan, semua sibuk dengan aktifitas pagi nya.
Aditya berangkat ke kantor diantar istrinya sampai depan rumah.
Adnan harus buru-buru berangkat setelah sarapan karena ada meeting pagi dengan klien.
Revan berangkat sendiri menggunakan motor sport nya.
Syifa di antar Bara untuk hari ini.
Jika kalian bertanya memangnya Bara tidak kuliah?.
Jawabannya adalah Bara hanya ada kelas nanti siang sekitar jam 11. Jadi masih ada waktu jika hanya mengantar Syifa ke sekolah.
Syifa berinisiatif menyalakan musik di radio mobil milik Bara karena keadaan hening yang sedang melanda.
"Kak Bar. Syifa boleh nyalain musik?"
Syifa bertanya pelan.
__ADS_1
"Boleh dong Baby. Mobil Kakak mobil Syifa juga dong. Jadi jangan sungkan yah"
Bara mengulurkan tangan kirinya untuk mengelus rambut Syifa. Tangan satunya masih memegang stir mobil.
Syifa mengangguk cepat.
Seperti pajangan mobil yang suka angguk-angguk.
Lalu menyalakan musik di radio.
Tak sengaja lagu i love you - Treasure mengalun indah di dalam mobil.
Oh ya Syifa belum bilang yah, kalau Syifa merupakan seorang Kpopers.
Nal saranghae
Nal saranghae
"Kakak nanti kuliahnya dari jam berapa sampai jam berapa?"
"Jam 11 siang sampai jam 4 sore. Sekalian mau nugas. Kenapa Sayang?"
"Enggak, cuma nanya"
Bara mengangguk.
"Syifa boleh nanya lagi gak?"
Syifa cengengesan.
"Boleh dong Princess. Mau nanya apa?"
Bara menoleh sekilas pada Syifa, lalu tak lama kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan di depan.
Bara takut menabrak sesuatu. Ia tak mau membahayakan Syifa.
"Kak Bar kuliah jurusan apa?"
"Jurusan Management Business Sayang"
"Ouhh"
Syifa mengangguk mengerti.
"Kenapa Princess panggil Kakak cuma Kak Bar?. Gak sekalian Kak Bara. Cuma nambahin huruf 'a' doang kok"
"Ya gak papa. Biar kayak Syifa panggil Kak Revan dengan Kak Rev. Jadi Syifa panggil Kak Bara dengan Kak Bar. Hehe"
Syifa nyengir nunjukkin gigi putihnya yang rapi.
Bara terkekeh dengan tingkah laku Syifa yang menurutnya menggemaskan. Ia mengelus pipi Syifa lembut.
Tak lama Syifa sampai di depan gerbang sekolahnya.
Di sana ada Revan, Doni, dan Sandi yang berdiri di depan gerbang menunggu Syifa datang.
Syifa turun di ikuti Bara, lalu Syifa salim sama Bara, mencium punggung tangan Bara.
Di balas Bara dengan mengecup dahi Syifa lembut dan satu kecupan lagi di pipi kanan Syifa.
Cup
Cup
"Ealah kayak Drama Suami Istri aja. Kalau Suaminya mau berangkat kerja" ceplos Doni asal.
Yang mana mendapatkan toyoran pada kepalanya oleh dua oknum. Siapa lagi, tentunya Revan dan Sandi.
"Dadah Kak Bar! TTDJ!"
Bara tersenyum, melambaikan tangan pada Syifa lalu membunyikan tlakson nya sebagai tanda pamit.
"Ehh.. Dedek emeshku TTDJ artinya apa?"
Doni si kepo.
"Ih Kak Doni masa gak tau sih. Berarti Kak Doni gak gaul dong!"
"Emang apaan?"
Doni benar-benar penasaran dengan arti TTDJ.
"TTDJ artinya haTi haTi Di Jalan" ucap Syifa santai lalu melenggang pergi menuju kelasnya dengan riang.
Doni menganga, membuka mulutnya lebar. Ia tak menyangka bahwa arti dari TTDJ sesimple itu.
Sandi dan Revan terbahak dengan keras membuat semua orang menoleh pada mereka bertiga.
Mereka tak peduli. Yang paling penting bagi mereka adalah menistakan sahabatnya, Doni.
"Hahaha Kak Doni gak gaul dong"
Sandi dan Revan berucap bersamaan disertai dengan tawa berderai. Mengikuti ucapan Syifa tadi yang mengatai kalau Doni gak gaul.
"DASAR SAHABAT LUCKNUT!!!" Pekik Doni kencang membuat tawa Sandi dan Revan makin keras.
...■■♤■■...
1472 Karakter.
Hai hai hai👋
Aku Up malam lagi
Yang mau Double Up ga bisa sekarang yah. Mungkin aku akan Duoble pas hari Minggu.
Maaf kalau chapter ini jelek tau garing😯🙏
Suka ga sama chapter ini??
Tungguin Next Chapter yah😆
Jangan lupa Vote✔
Comment juga✔
Sayang kalian readers😙💜
Bye bye👋👋👋
^^^Kamis, 24 September 2020.^^^
__ADS_1