
Happy Reading...
...○○•○○...
Syifa setia bersandar didada Alfa, menikmati pemandangan didepannya.
"Kenapa Kak Alfa namain kontak di HP Syifa, dikasih emoticon love warna merah?"
"Ya gak papa. Emang Kamu gak sayang sama Aku?"
"Syifa sayang Kakak"
"Cinta gak?"
Alfa bertanya seraya tangannya menyelipkan helaian rambut Syifa kebelakang telinga.
Mereka berdua sekarang duduk di sofa, yang berada di balkon kamar Syifa. Menghadap taman belakang yang luas.
Udara sejuk dan pemandangan indah adalah spot yang sungguh menakjubkan.
Syifa meletakkan jari telunjuk didagunya, berpose layaknya sedang berpikir.
"Emmh, Syifa gak tau"
Syifa berucap lirih, bingung sendiri dengan perasaannya.
Alfa terkekeh, "Gak papa, nanti juga tahu. Yang penting udah Sayang sama Aku"
Alfa tersenyum tampan, yang menular pada Syifa yang akhirnya ikut tersenyum.
...●●●...
Syifa dengan riangnya bermain air yang keluar dari selang. Seharusnya air itu untuk menyiram bunga ditaman belakang. Lebih tepatnya bunga milik Vina, Mommynya.
"Bunganya cantik-cantik Mom. Syifa suka!"
"Iya cantik bunganya. Siapa dulu yang ngerawat." Ucapan penuh percaya diri Vina yang terdengar sedikit sombong. Membuat Syifa cekikikan tak percaya, bahwa Mommynya bisa sombong juga.
"Mommy sombong"
"Biarin. Mommy ngomong sesuai fakta"
Mereka berdua bertatapan, lalu tertawa bersama atas obrolan mereka.
"Udah dong Princess, main airnya. Nanti masuk angin. Bajunya udah basah gitu"
Vina menasehati dengan lembut, ia khawatir Syifa akan sakit nanti, kalau terlalu lama bermain air.
"Tap-"
"Gak ada tapi-tapian Sayang. Udah yuk masuk"
Vina memotong ucapan putrinya. Karena ia tahu, pasti Syifa menolak berhenti bermain air. Dan lagi, Syifa bakal memberi banyak alasan untuk menolaknya.
Vina dengan sigap mematikan kran air. Lalu menggandeng tangan mungil putrinya untuk masuk kedalam rumah.
Vina menuntun Syifa berjalan menuju kamar Syifa yang terletak di lantai atas.
Keduanya melewati ruang TV yang masih ada Alfa disana. Sedang berbincang dengan Aditya, dan ketiga Kakak-kakak Syifa.
Syifa terus berjalan sampai ia berada dikamar. Vina segera mengambil satu set pakaian Syifa.
"Princess mandi dulu sana. Nanti bajunya dipakai ya" perintah Vina pada putrinya, sambil meletakkan baju Syifa ke ranjang.
Syifa mengangguk dan berjalan masuk ke kamar mandi. Vina pun keluar kamar Syifa.
Setelah selesai dengan acara mandinya. Syifa segera berpakaian, lalu ia pun bercermin.
Kaos warna pink yang terlihat pas ditubuh mungil Syifa, juga dengan celana kulot dengan motif garis-garis panjang.
Tiba-tiba Syifa merasa mengantuk, jadi ia putuskan untuk tidur siang. Merebahkan tubuhnya diranjang empuknya. Lalu terlelap dengan sendirinya.
...●●●...
Vina bergabung bersama yang lainnya yang entah kenapa jadi serius.
Vina pun duduk disamping suaminya, Aditya. Disamping Aditya ada Bian dan Nara. Yang merupakan Orang tua Aditya.
"Ada apa sih? Kok kelihatannya serius banget?" Vina bertanya pada mereka semua, yang membuat semuanya menoleh pada Vina.
"Itu Mom, Kak Alfa mau ngelamar Princess" Revan yang membuka suara, menjawab pertanyaan Vina.
Kening Vina berkerut, "Hah?!"
Tentu saja Vina terkejut mendengarnya. Putrinya akan dilamar seorang lelaki. Apakah secepat ini?
"Jika diizinkan Saya mau ngelamar Syifa" ucap Alfa tegas meminta izin pada kedua orang tua Syifa.
Alias calon mertua.
"Emm, apa ini tidak terlalu cepat? Maksud Mommy Princess masih sekolah, gimana kalau Tunangan dulu aja?" Usul Vina yang merasa jika sampai jenjang pernikahan, terlalu cepat. Usia Princess masih sangat kecil. Terlalu dini.
"Baiklah. Tidak masalah." Setuju Alfa yakin. Diangguki yang lain.
"Tapi, Saya punya permintaan. Jadi sebelum acara Tunangan, Syifa...."
Yang lain diam menyimak kata demi kata yang diucapkan Alfa. Lalu terkejut, denga ide dari Alfa.
"Tapi jangan terlalu berlebihan, Saya juga tidak tega dengan Syifa"
"Baiklah" Aditya selaku Ayah syifa tentu tidak mau ada hal buruk.
Mereka akhirnya menyetujui usulan dari Alfa.
...●●●...
__ADS_1
"Baby" Panggil Bara pada Syifa seraya menghampiri kamar Syifa.
"Iya Kak"
"Charger Kakak mana?"
"Lho kan udah Syifa kembaliin. Syifa naruhnya diatas nakas kamar Kak Bara"
"Mana? Kok dikamar Kakak gak ada? Jangan boong deh"
"Enggak Syifa gak boong" Syifa berusaha meyakinkan Kakaknya. Bahwa ia tidak berbohong.
Tapi Bara berlalu pergi begitu saja tanpa medengarkan penjelasan Adiknya.
Syifa sedih, ia mencebikkan bibirnya. Lalu tak lama air mata itu lolos dari pelupuk matanya.
"Hiks.. hiks.. Syifa g-gak boong" ucap Syifa dengan sesenggukan.
Revan berjalan melewati kamar Syifa. Ia mendengar suara orang menangis.
Pasti Syifa.
Revan pun berjalan masuk ke kamar Syifa. Dan ternyata benar bahwa Syifa sedang menangis sesenggukan.
"Kenapa menangis Sayang?"
Revan mendekati Syifa. Mencoba menenangkan Princess dengan sebuah pelukan. Revan memeluk Princess hangat.
"Kak Bara Hiks.."
"Tenang Sayang. Ke kamar Kakak aja yuk" ajak Revan yang diangguki oleh Syifa.
Revan membuka pintu kamarnya. Lalu mendudukan Syifa di sofa kamarnya. Ia tetap memeluk Syifa erat.
Setelah dirasa Syufa sudah tenang. Ia melepas pelukannya.
"Sudah tenang hm?"
Syifa menganggukkan kepalanya.
"Kakak ke kamar mandi sebentar yah" izin Revan pada Syifa.
Revan memasuki kamar mandi setelah mendapat anggukan dari Syifa.
Syifa melihat-lihat kamar Revan. Ia beranjak dari sofa, mengelilingi kamar bernuansa abu-abu itu.
Sampai Revan keluar dari kamar mandi pun Syifa tetap fokus dengan kesibukkannya. Melihat berbagai figura yang tertempel di dinding kamar Revan.
Ada foto dirinya yang masih bayi terpajang disana. Foto keluarga, juga banyak foto-foto Revan dari kecil sampai sekarang.
"Sayang, dimana Ponsel Kakak?"
"Kak Revan taruh dimana emangnya?" Syifa balik bertanya.
"Enggak. Syifa gak lihat Ponsel Kakak sama sekali" Jawab Syifa seadanya.
"Bener nih?"
"Iya bener" yakin Syifa pada Revan.
"Masa gak lihat sih. Kan tadi Kamu juga duduk di sofa" heran Revan.
"Tapi-" Syifa belum menyelesaikan perkataanya tapi sudah keburu dipotong oleh dengusan Revan.
"Issh."
Revan berdesis.
Ia sebal kemana Ponselnya menghilang.
Tanpa disadari Revan, Syifa menunduk sedih. Menangis dalam diam melihat Kakaknya kesal begitu. Ia jadi merasa bersalah tidak melihat Ponsel milik Revan.
...●●●...
Pagi yang cerah. Matahari pun dengan riangnya menyinari kamar milik Syifa.
Dengan gorden yang sengaja Syifa buka. Tentu saja Syifa sudah bangun tidur. Bahkan sudah rapi dengan outfitnya hari ini.
Setelah selesai menata bed cover, Syifa berjalan turun untuk bersarapan.
"Good Morning"
"Morning"
Semuanya membalas sapaan Syifa dengan enggan. Bahkan Adnan tidak membalas sama sekali.
Ada apa dengan mereka?
Itu membuat perasaan Syifa sedikit sedih. Akhirnya mereka sarapan bersama dengan keadaan hening.
Tapi lebih dingin.
Seperti acuh tak acuh.
Syifa mengernyit bingung. Suasana sangat dingin tak tersentuh.
Kemana suara Vina yang dengan lembut menawarkan lauk?
Kemana Kakak-kakaknya yang selalu perhatian padanya?
Setelah selesai makan, semuanya meninggalkan meja makan. Tanpa mengucap sepatah kata.
Vina menyimpulkan dasi milik Aditya, Suaminya. Lalu mencium tangan Suaminya. Dibalas kecupan pada kening Vina.
Vina memberi kode lewat mata pada Suaminya. Sambil menunjuk Syifa yang masih duduk diatas kursi meja makan.
__ADS_1
Dengan kepala menunduk. Bibir bergetar mencebik kebawah.
Syifa dilanda sedih.
Yang akhirnya meloloskan bulir air mata, menangis tanpa suara.
Ini lebih menyakitkan daripada menangis meraung-raung dengan suara keras. Syifa benar-benar sedih sekarang.
Aditya pun membalasnya dengan pandangan sendu menatap putrinya. Ia juga sedih jika Princessnya bersedih seperti ini. Tapi ia melakulannya juga demi Putrinya.
Syifa menatap Adnan yang sedang melewati meja makan menuju dapur. Lebih tepatnya menuju Kulkas. Mengambil satu botol minuman dingin lalu menenggaknya.
"Kak Anan" Syifa memanggil lirih. Berjalan pelan mendekati Adnan dimana ia sedang berdiri.
Adnan menatap Syifa dengan satu alisnya yang diangkat. Tanpa menjawab panggilan lirih Syifa padanya.
"S-syifa-" Adnan sudah berlalu pergi meninggalkan Syifa sendirian didapur.
Dengan Syifa yang menangis kembali.
Lagi dan lagi.
Adnan menengok ke belakang sekilas.
Ia melihat punggung Ifa yang bergetar hebat.
Ia takut, ia sedih, dan ia marah pada diri sendiri. Ia terpaksa melakukan ini.
Kalau bukan karena Ifa dan sahabatnya nanti. Mana mungkin ia mau melakukan hal ini. Membuat Ifa sedih, teramat sedih.
Kemudian Adnan berlalu pergi ke Kantor. Dengan pikiran kalut.
Sampai malam pun Syifa masih dirundung sedih. Karena semua anggota keluarganya masih mendiamkannya.
Syifa masih berpikir keras apa saja kesalahannya. Apakah kesalahannya sungguh fatal?
Syifa sedih dan murung dari pagi sampai malam ini.
Syifa memutuskan untuk beristirahat lebih awal.
Syifa berharap besok sudah kembali normal. Ia rindu kasih sayang mereka. Ia rindu bermanja-manja dengan mereka.
...●●●...
Paginya Syifa menemukan secarik kertas, yang ia temukan diatas nakas. Yang berisi tulisan,
To : Princess..
Tolong pakailah gaun yang ada dikotak itu.
Lalu, ikut dengan Sopir.
Jika Princess penasaran. Maka ikuti saja perintahnya. Maka Kau akan tahu.
^^^Winata's Family.^^^
Syifa bingung.
Apakah benar ini surat dari keluarganya?
Tanpa berpikir panjang, ia segera melaksanakan perintah dalam surat tersebut.
Ia pun pergi mandi, lalu bersiap dengan gaun yang ada didalam kotak itu.
Terlihat gaun merah selutut, dengan motif payung dibagian bawahnya. Tentunya memperlihatkan kaki jenjang milik Syifa.
Bagian pinggang terlihat pas sesuai ukuran pinggang Syifa yang mungil. Dengan lengan pendek, memperlihatkan lengan Syifa yang putih.
Gaun berwarna merah yang sungguh terlihat elegan, juga manis secara bersamaan.
Syifa pun keluar kamar, berniat menghampiri Sopir yang dimaksud. Untuk mengantarkannya ke suatu tempat.
Entahlah ia pun tak tahu pasti. Kemana ia akan pergi.
"Syifa sudah siap Pak"
"Mari Nona, biar Saya antar"
Sang Sopir membukakan pintu belakang mobil. Untuk ditempati Nonanya.
Syifa dengan segera duduk dikursi penumpang bagian belakang. Dan Sopir itu juga segera menancap gas menuju tempat istimewa.
...■■♢■■...
1508 Karakter.
Hai aku Update malem😆
Semoga ga sedih ya
Karena Syifa terus nangis😭
Tunnguin aja next chapternya
Pasti suka..
Maafin aku kalau masih banyak typo😔
Good Night🌕🌒🌘
Semoga tidurnya nyenyak😀
Ba-Bye👋👋👐
^^^Kamis, 15 Oktober 2020.^^^
__ADS_1