
Happy Reading...
Nih Aku Double yaw😍
Yang nanyain "mana Adnan" nih..
...○○•○○...
Bara membaringkan Syifa di ranjangnya.
Sehabis keliling Kampus, Syifa kelelahan sampai ketiduran di mobil.
Rasanya Bara ingin sekali langsung membawa Syifa pulang paksa.
Karena melihat wajah kelelahan Syifa saat masih berkeliling.
Tapi ia tak mau membuat Syifa sedih karena mengacaukan keingininan Syifa untuk lihat-lihat Kampusnya.
Bara mengecup kening dan kedua pipi Syifa lama.
Cuup
Cuup
Cuup
"Tidur nyenyak Baby"
"Bar"
Terdengar suara seseorang dengan pelan seperti berbisik dibelakang Bara.
Bara menoleh.
Ternyata kakaknya, Adnan.
Mungkin tak ingin membuat tidur Syifa terganggu.
Bara menaikkan salah satu alisnya.
Seperti bertanya 'apa'.
"Sana mandi. Bersihkan badan. Udah banyak keringetnya"
Bara mengangguk menyetujui.
"Kak Lo yang jagain Baby?"
"Hmm."
"Okey"
Bara berjalan keluar kamar, lalu menutup pintu kamar Syifa pelan. Ia langsung memasuki kamarnya.
Jika kalian bertanya keberadaan Revan, dia sudah lebih dulu masuk ke kamarnya.
Karena sudah merasa sangat lengket karena keringat.
Revan juga sudah sampai lebih dulu makanya ia langsung masuk kamarnya.
Adnan mendekat ke ranjang.
Lalu membaringkan tubuhnya disamping Ifa-nya.
Memiringkan posisi tubuhnya menghadap Syifa.
Ia mengelus lembut pipi merah chubby milik Syifa. Menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Syifa.
Ia memperhatikan bibir mungil Syifa yang bergerak seperti menghisap dot susu. Sangat persis seperti bayi yang sedang menyusu pada ibunya.
Adnan terkekeh, lucu sekali Syifa bisa seperti bayi sungguhan saat tidur.
Membuatnya gemas.
Adnan mendekatkan wajahnya pada wajah Syifa.
Mengecup pelan bibir mungil yang mengerucut itu.
Cup
Membuat bibir Syifa berhenti bergerak.
Beberapa saat kemudian, kembali bergerak seolah-olah tak terlalu terganggu dengan kelakuan Kakaknya.
"Emmh.. hihihi.. Ifa Sayang. Jangan buat Kakak gemes kenapa?"
Adnan benar-benar greget dengan tingkah Princess saat tidur begini.
Lucu sekali.
Akhirnya karena ia juga merasa lelah habis pulang bekerja. Ia ikut membaringkan diri dan memejamkan matanya.
Mencoba ikut mengarungi mimpi seperti Syifa.
Syukurlah karena Adnan sudah berganti baju dan mandi.
Jadi dia akan nyaman dalam tidurnya.
...●●●...
Makan malam tiba, tapi anak-anak belum ada yang turun satupun.
Hanya ada beberapa maid, Vina, dan Aditya.
Aditya seperti biasa ketika ada waktu sebelum makan bersama, ia akan sempatkan untuk membaca koran.
__ADS_1
"Mungkin anak-anak masih tidur Sayang. Apalagi Princess. Daddy yakin kalau Princess pasti kecapean jalan-jalan sama Kakaknya".
"Oh ya, bukannya mereka pergi ke Kampus kan?" Lanjut Aditya.
"Iya Mas, Princess kepengin keliling Kampus. Makanya mereka pada nurutin. Apalagi ini keinginan Princess. Mana tega mereka nolak".
"Kalau Adnan gak ikut ya Dad?"
"Iya Adnan gak ikut, karena ada Meeting penting sama Aku. Makanya gak bisa nemenin Princess. Aku juga lihat kalau wajah Adnan masam sewaktu Meeting"
"Pasti karena dia gak ikut tuh"
Lalu keduanya tertawa berbarengan.
"Mas, Aku ke kamar anak-anak ya. Mau bangunin mereka buat siap-siap makan malam"
"Mau mas temenin?" Tawar Aditya pada istrinya.
Vina menimbang-nimbang.
Lalu akhirnya mengangguk.
Mempersilakan suaminya ikut membangunkan anak-anaknya.
Sepasang suami istri itu berpisah di ujung tangga atas.
Aditya bertugas membangunkan Bara dan Revan. Sedangkan Vina akan membangunkan Syifa sekaligus Adnan yang tertidur dikamar Syifa.
Vina membuka pintu kamar Syifa pelan.
Yang terlihat adalah Adnan yang tertidur dengan memeluk pinggang Syifa erat dan posesif.
Mereka berdua terlihat sangat nyenyak.
Vina berjalan mendekati ranjang lalu mengelus rambut panjang Syifa. Bergantian tangannya berpindah mengelus pucuk kepala Adnan.
"Adnan.. Princess.. bangun yuk. Makan malam dulu"
Adnan terusik lalu membuka matanya.
Yang pertama kali ada dipenglihatannya adalah wajah imut Syifa.
Lalu ia beralih pada wanita cantik dan tatapan lembut milik Mommynya.
"Bangun dulu Adnan. Makan malam. Nanti di lanjut tidurnya"
Adan beranjak duduk diatas ranjang. Melirik sampingnya terdapat tubuh mungil sedang terlelap pulas sekali.
Vina mengerti arah pandangan Adnan.
"Princess biar Mommy yang bangunin. Sekarang kamu siap-siap dulu"
Vina berkata lembut pada Putra sulungnya seraya tersenyum.
"Iya Mom. Adnan ke kamar dulu" pamit Adnan pada Vina.
Lalu beralih pada Putri satu-satunya ini.
Mengelus bahu dan lengan Syifa pelan. Menggoyangkannya untuk mencoba agar Syifa terbangun.
"Sayang"
"Princessnya Mommy"
Sekarang disertai dengan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Syifa.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Syifa melenguh lirih.
"Engghh.."
"Buka matanya Princess. Makan malam dulu yuk"
Syifa membuka matanya lalu terlihatlah wajah Vina yang dekat dengan wajahnya.
Syifa menguap lebar yang langsung ditutup oleh Vina dengan sebelah tangannya.
Takut kemasukan serangga terbang. Semacam lalat atau nyamuk.
"Syifa ng-ngantuk Mom"
"Nanti bisa di lanjut tidurnya Princess. Sekarang makan malam dulu. Syifa mau sakit lagi lalu di bawa ke Rumah Sakit?"
Syifa menggeleng ribut.
Bibirnya mencebik.
"Syuut.. gak boleh nangis sayangnya Mom. Yuk bangun Syifa cuci muka dulu"
Vina membantu Syifa beranjak dari berbaring. Membiarkannya duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawanya kembali.
Vina merapikan rambut Syifa yang berantakan lalu mengikatnya menjadi satu.
Syifa manaruh kepalanya di dada Vina. Mereka berjalan menuju kamar mandi, dengan Syifa yang bergelendotan manja pada Mommynya.
Biasa kalau baru bangun tidur. Masih lemas buat bergerak sendiri.
__ADS_1
Dan sekarang Vina juga membantu Syifa cuci muka. Lalu mengeringkannya dengan handuk kecil.
Princess berjalan menuruni tangga menuju ruang makan dengan masih menempel pada Mommynya.
Vina membiarkannya saja.
Toh ia senang putrinya bermanja padanya.
"Princessnya Daddy masih ngantuk ya. Matanya kelihatan banget kaya lampu tinggal 5 watt"
Aditya meletakkan korannya di atas meja makan. Sekarang fokusnya hanya pada Putrinya yang terlihat lesu sehabis tidur.
"Hmm Daddy"
Syifa bergumam pelan memanggil Aditya.
Aditya tersenyum, menerima uluran tangan putrinya. Lalu membawanya duduk di atas pangkuannya.
Syifa duduk dengan nyaman dan tenang.
Menyandarkan kepala dan punggungnya pada dada bidang Daddynya.
Aditya mengelus telapak tangan mungil Putrinya. Dan mengecup puncak kepala Syifa berkali-kali.
Cup
Cup
Cup
Cup
Vina menyiapkan makan malam dipiring anak dan suaminya.
Lalu Vina duduk di dekat kursi Aditya. Agar memudahkan ia untuk menyuapi Putri manjanya ini.
Mereka semua tahu, kalau Syifa bakal manja kalau bangun tidur dan saat sakit.
Vina dengan telaten menyuapi sendok demi sendok suapan pada Princessnya.
Lalu memberikan susu, vitamin lalu air putih. Itu sudah kewajiban Syifa meminum vitamin. Karena Syifa punya fisik yang lemah.
Setelah makan malam selesai, Syifa masih tak mau lepas dari anggota keluarganya.
Kalau ada yang pergi izin ke toilet pun, tetap di larang Syifa.
Syifa takut mereka gak bakal balik lagi kalau udah dari kamar mandi.
Saat ini Revan sedang membujuk Syifa. Berbagai rayuan ia keluarkan agar mengizinkan ia untuk pergi ke toilet.
Karena Revan sangat ingin buang air kecil. Tapi Adiknya ini hampir menangis karena itu.
Revan membuat wajah memelas, juga sudah dibantu berbagai bujukan dari yang lain.
Akhirnya Revan diperbolehkan untuk melepas hasratnya untuk buang air kecil.
Huft.
Ada-ada aja tingkah Princess Winata ini.
"Ummh.."
"Enggak Sayang, Revan pasti balik lagi kok. Princess tenang aja yah"
Vina membujuk dengan kata penenang karena mendengar suara Putrinya yang bergumam.
Ia tahu, pasti Syifa sedang protes.
Takut dengan kekhawatiran yang tak berujung. Ya karena Syifa masih ngantuk, jadi tingkahnya agak aneh seperti sekarang.
"Katanya tadi ngantuk. Yuk Daddy temenin tidur sambil di timang mau?"
Tawar Aditya mengalihkan perhatian Syifa dari masalah Revan yang ingin buang air kecil.
Syifa mengangguk lemah.
Lalu tanpa aba-aba Syifa menguap lebar dengan mata sayunya.
Aditya menutup mulut mungil Syifa yang menguap.
Dan mengangkat tubuh Syifa untuk ia timang. Di gendongnya di depan ala koala.
...■■♡■■...
1211 Karakter
Hai😆 Aku Up Double🙆
Selamat malam~🌒🌒🌒
Kalian suka kan sama covernya??
Semoga suka yah😁
Dan juga semoga suka Chapter ini😆😆
Jangan lupa VOTE✔✔✔
COMMENT✔✔✔
Sayang kalian banyak banyak😍😗😙😙😙💞💜❤
Salam sayang
Lia💜
__ADS_1
Dadah👋👋💞
^^^Selasa, 6 Oktober 2020.^^^