Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 35


__ADS_3

Tringg🔔


Bel berbunyi menandakan waktu istirahat telah usai.


"Udah bel, masuk kelas yuk"


Nisa mengajak semuanya untuk kembali ke kelas. Yang lain mengangguk, mulai berdiri dari duduknya.


Sedangkan Syifa sedang menghabiskan minumnya yang tinggal seperempat.


Syifa meletakkan gelas kosong dimeja, lalu bangkit berdiri.


"Ayok"


Syifa mengaitkan jemarinya pada tangan Ana untuk bergandengan.


"Udah selesai kan?"


Syifa menganggukkan kepalanya.


"Udah kok Ana"


Ana ini perhatian sekali pada Syifa.


Mereka berjalan meninggalkan Kantin.


Dipertigaan koridor, Caesa berpamitan karena berlawanan arah.


"Gue duluan ya. Kan beda arah"


"Iya Gue juga"


Zela ikut menyela.


"Iya gak papa kok. Dadah"


Mereka berempat menjawab kompak, seraya tangannya melambaikan tangan.


"Dadah"


Caesa dan Zela pun ikut melambaikan tangan.


Setelah melihat Caesa dan Zela yang sudah berjalan sedikit jauh, Ana kembali menggandeng tangan Syifa.


Mereka berempat berjalan santai, karena dikoridor ini masih ramai siswa-siswi yang belum sepenuhnya masuk ke kelas.


Syifa bergandengan dengan Ana berjalan didepan Nisa dan Lita.


"Lo berdua gandengan kayak mau nyebrang"


Nisa berceletuk santai, matanya menatap tangan Syifa dan Ana yang bertaut didepannya.


"Ya bener, Kita gandengan karena mau nyebrang"


Syifa menjawab celetukan Nisa.


"Nyebrang gimana?"


Lita bertanya penasaran, Syifa ini aneh atau gimana.


"Iya, jelas-jelas kita lagi di Sekolah bukan di jalan raya"


Nisa kembali berujar, sedangkan Ana hanya mendengarkan saja.


"Iya Kita tuh lagi nyebrang"


"Tap- huuh!!"


Nisa meremat kedua tangannya kesal dibelakang kepala Syifa. Seolah-olah ingin meremas Syifa hidup-hidup.


Lita meringis melihat bagaimana kesalnya Nisa terhadap Syifa. Kelihatan sekali dari wajah Nisa yang memerah karena kesal.


Lita yang kasian melihat Nisa yang cemberut begitu, akhirnya membantu bertanya sekali lagi pada Syifa.


"Syifa, Lo kalau ngomong jangan bertele-tele bisa gak? Kita yang dengernya jadi bingung"


"Coba jelasin sejelas-jelasnya!"


Nisa memekik kesal pada Syifa.


Syifa berhenti berjalan. Ia membalikkan tubuhnya menghadap Nisa dan juga Lita.


Syifa menarik nafas dan menghembuskannya.


"Jadi gini, Syifa sama Ana gandengan kayak mau nyebrang"


Syifa mengangkat tangan Ana untuk menunjukkan pada mereka saat bergandengan tangan.


"Ya emang bener, Kita nyebrang tapi bukan nyebrang jalan raya. Tapi nyebrang lautan manusia yang berstatus siswa-siswi"


Nisa menggeram.


"Kalau cuma mau ngomong gitu, kenapa belibet-libet"


Syifa menyengir.


Dua detik kemudian, ia kabur dari amukan Nisa padanya.


"SYIFAAA!!"


Nisa berteriak keras sambil mengejar Syifa yang berlari menjauhinya.


Lita dan Ana hanya tertawa pelan melihat kemarahan Nisa yang meledak.


"Ayok kita susul mereka"


Lita berujar sambil berjalan duluan.


"Ada adu jotos gak ya?" Ana bergumam lirih, sedikit ngawur.


"Ya gak mungkin lah, kalau pun ada Nisa bakal berurusan sama Keluarga Winata"


Ana tertawa dengan ucapan Lita.


"Bener juga"


...●●●...


Mobil Alfa sudah terpakir rapi didepan gerbang Sekolah Syifa.


Sedangkan Alfa nya sendiri sudah menyender disamping mobilnya.


Dengan pakaian khas orang kantoran, Alfa menggunakan atasan kemeja warna biru muda, bawahan celana kain berwarna hitam.


Kedua lengan kemeja digulung sampai siku,memperlihatkan otot dan urat lengan yang menonjol.


Dua kancing kemeja atas dibuka, terlihatlah dada yang sungguh bidang.


Tangannya menenteng Jas warna biru dongker, terlihat macho dan berkharisma secara bersamaan.


Alfa melirik jam tangan ditangan kirinya.


"3 menit lagi bel pulang"


Tak lama bel pulang pun berdering.


Setelah itu, banyak siswa-siswi keluar dari dalam sekolahan. Ada yang berjalan kaki, mungkin nunggu jemputan.


Ada juga yang naik motor, bahkan mobil.


Siswi disana mulai sadar ada sosok menakjubkan yang bersandar di sebuah mobil sport.


"Woahh"


"Gila, ini mimpi bukan sih?"

__ADS_1


"Gue mimpi disiang bolong gini, bisa lihat malaikat tak bersayap"


"Ada pangeran mau jemput tuan putri"


"Siapa tuan putrinya?"


"Gue lah tuan putrinya"


"Ngarep Lo"


"Kira-kira dia nungguin siapa ya?"


"Gak tau"


"Semoga Gue deh"


"Aku menunggumu Mas, sini jemput Aku"


"Jodoh masa depan"


"You're so hot"


Banyak lontaran kata-kata yang jelas-jelas itu tertuju pada Alfa.


Tapi Alfa tak menggubris ocehan siswi-siswi itu. Alfa terus menatap satu sosok yang mampu membuatnya jatuh terhadap pesonanya.


Pesona yang sungguh memikat hati Alfarezi.


Semua siswa-siswi itu mengikuti arah pandang Alfa. Ingin tau siapa dan apa yang sedang ditatap Alfa.


"Kalian pulang sama siapa?"


Syifa menatap satu persatu teman-temannya. Tanpa menggubris kehebosan didepan sana.


Nisa yang pertama menjawab pertanyaan Syifa.


"Gue pulang sama sopir"


"Gue nebeng sama Nisa"


Nisa mengangguk atas ucapan Lita, membenarkan.


"Kalau Aku sama pacar, Kak Sandi"


Ana terkekeh malu saat menyebut nama Sandi. Ketiganya tertawa karena tingkah malu-malu Ana.


Ting


Tiba-tiba bunyi notif ponsel terdengar. Keempatnya berhenti melangkah lalu menengok satu sama lain.


Syifa mengecek ponselnya.


"Bukan ponsel Syifa yang bunyi kok"


"Eh- ini ponselnya Aku"


Ana nyengir.


"Dasar"


Lita dan Nisa kompak mencibir.


Ana pun mengecek ponselnya, ternyata notif wa dari Sandi. Ana pun segera membalas pesan dari pacarnya.


Kak Sandi💕


Online


Yang


Kelas Kamu udah selesai kan?


Aku ada diparkiran samping


Kesini ya, Aku tunggu😘


^^^Ouh Kamu disitu^^^


^^^Oke, aku bakal kesitu😙^^^


^^^R^^^


^^^ead✅✅^^^


•••


Lita yang penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya.


"Siapa?"


"Pacar"


"Pantes, lama banget liatin ponselnya"


Nisa mencibir Ana, sedangkan Ana dan yang lain tertawa.


"Bucin dulu ya"


"Ish apaan sih!"


Ana membantah ucapan Nisa dengan wajah merona, sepertinya Nisa berniat menggoda Ana.


"Isi pesannya apa?"


Syifa ikut-ikutan bertanya pada Ana. Biarlah Ana diserbu banyak pertanyaan.


"Aku disuruh ke parkiran samping, dia udah nunggu disana"


Tanpa mereka sadari, mereka sudah menjadi pusat perhatian daritadi, sesorang yang telah memperhatikan sejak awal pun akhirnya memilih mendekat.


Mendekat pada mereka berempat, dengan langkah pelan dan tenang.


"Berarti ada Kak Revan disana dong, Syifa ikut"


Ana hampir saja mengiyakan permintaan Syifa untuk ikut dengannya. Tetapi ada suara seseorang yang menghentikan ucapannya.


"Ay-"


"Sayang"


Syifa menoleh.


Semuanya menoleh pada suara seseorang tadi.


"Kak Alfa!"


Syifa memekik terkejut sekaligus senang.


Syifa menghampiri Alfa yang berdiri menjulang, lalu memeluknya kencang.


Bahkan Alfa sampai mundur satu langkah dan hampir limbung, untungnya ia bisa menyeimbangkan.


Alfa tersenyum, dan itu membuat siswi-siswi berteriak histeris.


"Syifa kangen"


"Aku juga kangen sayang"


Syifa mendongakkan kepalanya, lalu bibirnya cemberut.


"Kenapa?"


"Kamu sibuk"


Alfa mengelus rambut Syifa lembut.

__ADS_1


"Besok kan Minggu, mau jalan-jalan gak?"


"Mau!"


"Kalo gitu-"


Alfa menggantung ucapannya dan menunjuk teman-teman Syifa dengan dagunya.


Syifa yang tak paham apa maksud Alfa hanya menatap Alfa dengan polosnya.


Alfa gemas dengan kepolosan Syifa, ia pun menunduk dan berbisik ditelinga Syifa.


"Pamitan sama teman Kamu sayang"


"Ooo"


Syifa manggut-manggut paham.


Syifa melepaskan pelukannya, membalikkan badan lalu segera berpamitan.


"Semuanya, Syifa pulang duluan yah"


Syifa menatap Ana, Lita, dan Nisa satu persatu.


"Iya Syifa"


Ketiganya mengangguk dan mengiyakan. Sekarang Syifa beralih menatap Ana lama.


"Oh iya Ana, nanti bilangin Kak Revan yah kalau Syifa pulang sama Kak Alfa"


"Siip"


Ana mengacungkan jempolnya pada Syifa.


Syifa tersenyum cerah, kembali manatap Alfa riang.


"Syifa udah pamit, ayok pulang"


Alfa memakaikan Syifa dengan Jas nya yang dari tadi ia sampirkan dilengannya.


"Yuk"


"Ini-"


Syifa yang hampir melepaskan Jas milik Alfa, ditahan oleh pemiliknya.


"Dipakai" Ucap Alfa tegas, tidak ingin dibantah.


Akhirnya Syifa mengangguk pasrah, menuruti kemauan Alfa.


Alfa menggandeng tangan Syifa. Berjalan meninggalkan halaman sekolah menuju mobil milik Alfa yang terletak didepan gerbang.


Padahal mobil Alfa bisa masuk halaman sekolah. Alfa memang sengaja memarkirkan mobilnya disana, karena ingin menunjukkan bahwa Syifa hanya miliknya.


Mereka berdua berjalan tanpa menghiraukan pekikan dan sorakan siswa-siswi.


Banyak cewe-cewe yang memuji-muji ketampanan Alfa. Ada yang mengatakan mereka berdua cocok, ada juga yang iri pada Syifa.


"Gantengnya~"


"Jodohku datang"


"Suami Gue itu"


"Aku mau dong jadi selingkuhanmu"


"Aku rela jadi yang kedua"


"Mereka cocok deh, ganteng sama cantik"


"Kenapa bukan Gue ceweknya"


"Iri deh, Gue juga pengin"


"So sweet~"


Sedangkan diposisi Ana, mereka bertiga masih berdiri karena terkejut atas kedatangan Kekasihnya Syifa.


Ana yang pertama kali sadar. Ia berucap dengan terburu-buru.


"Gue duluan yah, udah ditungguin Kak Sandi daritadi, bye"


Ana segera berlari sambil melambaikan tangannya tanpa menunggu balasan dari Nisa dan Lita. Ia takut Sandi marah karena lama menunggunya.


"Gila sampai heboh banget" Cibir Nisa menggelengkan kepala takjub.


"Iya, tapi kali ini lebih heboh" Lita menyetujui ucapan Nisa.


"Lumayan buat cuci mata"


"Iyalah ganteng, udah mapan lagi, perfect"


Lita menerawang jauh dengan pandangan berbinar membayangkan kriteria sosok yang diidam-idamkan seluruh wanita.


"Mau dong sisain satu gitu buat Gue"


"Cari di shopee, kali aja ada" Lita menjawab asal atas permintaan halu Nisa.


"Stupid" Nisa mengumpat, lalu berjalan meninggalkan Lita di halaman depan.


"Kok Gue ditinggal. Tungguin woy!"


Lita mengejar Nisa yang sudah memasuki mobil yang dikendarai sopirnya.


Lita was-was kalau sampai Nisa meninggalkannya. Ia pulang naik apa, sedangkan Bus dan Angkot sudah daritadi melaju pergi.


"Cepet! Lo mau pulang bareng Gue gak?!"


"Iya iya sabar elah!" Lita menggerutu sebal.


Lita masuk kedalam mobil milik Nisa. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Winata High School.


Dari kejadian tadi, tak luput dari pandangan seseorang yang sedang memegang ponsel.


Dari banyaknya siswa-siswi yang berkerumun, dia berdiri dalam kerumunan itu.


Seseorang itu selalu mengamati satu cewek yang membuat hatinya panas.


"Tunggu aja, Gue bakal selalu ada disamping Lo. Selalu ada dalam arti lain"


Seseorang itu tersenyum smirk dengan memegang ponselnya erat. Lalu kakinya berjalan meninggalkan Winata High School.


■■♢■■


1500 Kata.


Disini hujan sama petir, dingin banget😨


Peluk Aku dong, biar hangat😂


#Staysafe


#Stayhome


Kemarin Taehyung BTS ultah🎉🎊🎂


Aku kasih doa dan kado Online🎁


Hari ini hari terkahir ditahun 2020. Besok udah tanggal 1.


Selamat Tahun baru 2021🎉


..."Tahun udah ganti, tapi jiwa masih terbayang-bayang tahun sebelumnya."...


...Chnslai...

__ADS_1


^^^Kamis, 31 Desember 2020.^^^


__ADS_2