
Happy Reading...
Alfa dan Syifa sudah mencoba banyak wahana di Pasar Malam tersebut. Syifa terlihat lelah dari raut wajahnya, yang sedikit lesu. Alfa tentu mengetahuinya.
Alfa merangkul pundak Syifa lembut. Lalu tangannya terulur untuk menyeka keringat dikening Syifa. Tak lupa dengan wajah khawatir Alfa yang ditunjukkan pada Kekasihnya.
"Capek ya? Istirahat dulu yuk Sayang"
"Umm Syifa cuma capek sedikit aja"
Syifa memperagakan jari telunjuk dan jari jempol yang hampir menempel untuk mengisyaratkan kata 'sedikit'.
Alfa tidak percaya itu.
"Gak! Aku gak percaya. Jangan bohong Sayang. Kamu pasti capek"
"Eng-"
"Duduk dulu yuk"
Alfa memotong ucapan Syifa. Ia tak mau mendengar protesan Syifa karena mengelak bahwa dirinya hanya sedikit lelah.
Padahal Alfa tahu, Syifa memiliki tubuh lebih lemah. Mudah sekali merasa lelah.
Alfa menuntun Syifa untuk duduk dibangku yang kebetulan berada didekat mereka.
Mereka berdua duduk bersebelahan. Lengan Alfa yang bertengger manis dipundak Syifa. Sekarang berganti, memeluk erat pinggang ramping Syifa. Syifa hanya diam menikmati elusan tangan Alfa dipelipisnya.
Syifa kemudian menaruh kepalanya dilengan Alfa. Karena kalau di Bahu, Syifa gak sampe. Alfa terlalu tinggi.
Alfa sesekali mencium pucuk kepala Syifa.
Cup
Cup
"Kak Alfa.." panggil Syifa lirih, ia masih menikmati suasana romantis dan hangat ini.
"Hmm. Kenapa Sayang, Syifa mau apa?"
"Syifa laper" cicit Syifa seraya tangannya mengelus-elus perut datarnya. Lalu menyengir menatap Alfa polos.
Alfa sungguh gemas melihat tatapan polos Syifa. Tangannya menangkup kedua pipi Syifa penuh kelembutan.
Lalu mulai mengecup seluruh wajah Syifa. Dimulai dari kening, kelopak mata Kanan, kelopak mata kiri, pipi kiri, hidung, pipi kanan, dan terkahir. Yaitu bibir mungil Syifa yang merah merona.
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Cup
Dan
Cuuuup~~
Itu untuk bibir mungil Syifa yang Alfa kecup lebih lama. Alfa sangat gemas, membuatnya bertambah cinta berkali-kali lipat.
Rasanya manis dan membuatnya candu untuk selalu merasakan bibir mungil itu lagi, dan lagi.
"Yuk kita ke Restoran dekat sini."
Ajak Alfa pada Kekasihnya. Sambil menggandeng tangan mungil itu untuk ia tautkan pada jemari besarnya.
"Let's go!!" seru Syifa semangat seraya melompat kecil dan tangannya menggoyangkan tautan mereka. Persis seperti anak kecil saat merasa senang.
Alfa terkekeh dengan tingkah laku Syifa yang menggemaskan. Setelah sampai di parkiran, mereka segera mendekat pada mobil Alfa.
Alfa membukakan pintu mobil untuk Syifa.
"Masuk sayang"
Tangan Alfa menempel diatap mobil bagian pinggir pintu. Untuk menghalau Syifa terantuk atap mobil.
Ah sungguh perhatian Alfa ini.
Alfa juga menuruh Syufa untuk memakai Hoodie nya yang kebesaran, berwarna hitam.
Cuaca sekarang sedang dingin. Makanya Alfa menyuruh Syifa memakai Hoodie.
"Dipakai Sayang. Biar Kamu gak kedinginan" Suruh Alfa pada Kekasihnya.
"Iya Kak"
Syifa menuruti perintah Alfa untuk memakai Hoodie hitam besar milik Alfa.
Setelah Syifa duduk dengan nyaman dan memakai Hoodienya. Juga tadi Alfa sudah memasangkan sabuk pengaman ditubuh Syifa. Alfa segera menjalankan mobilnya, menuju Restoran didekat Pasar Malam.
"Emangnya Kak Alfa tahu, kalau ada Restoran didekat Pasar malam?" Tanya Syifa.
Pasalnya Alfa baru kembali ke Indonesia. Alfa sudah lama tinggal di Aussie. Mungkin sudah tidak terlalu hafal jalanan sini.
"Belum yakin sih Sayang. Tapi coba Aku cari deh. Sambil Kita jalan-jalan muter kota sini" kekeh Alfa menatap Syifa dalam.
__ADS_1
Syifa tersenyum cerah dan mengangguk atas ucapan Alfa.
"Iya gak apa-apa kok. Kita bisa jalan-jalan."
Riang Syifa dengan senyuman lebarnya. Matanya asik menatap jalanan kota Jakarta yang selalu dipadati penduduk.
Alfa ikut tersenyum melihatnya. Ia kembali menautkan kedua tangan mereka.
Mereka fokus dengan pandangan masing-masing. Syifa menatap jalanan samping kaca mobil, bagian pintu. Sedangkan Alfa fokus ke depan untuk menyetir.
Tak lama mereka menemukan sebuah Restoran.
"Alhamdulillah udah ketemu sayang"
"Oh iya, Alhamdulillah deh"
Syifa menatap bangunan restoran didepan sana yang menarik perhatiannya.
"Akhirnya Syifa bisa cepet-cepet kasih makan dede bayi" Lanjut Syifa berujar, tangannya mengelus perutnya memutar.
"Hah?!"
Alfa kaget tentu.
Alfa segera membelokkan mobilnya kearah Restoran tersebut masih dengan wajah terkejut. Lalu segera menuju tempat parkir mobil.
Mesin mobil sudah dimatikan, tetapi Alfa maupun Syifa belum turun. Karena Alfa yang mencegah Syifa untun turun.
Alfa masih shock dengan ucapan Syifa tadi. Ia butuh penjelasan.
"Dede bayi? Apa maksudnya sayang?"
Alfa bertanya frustasi, Alfa tidak ingin apa yang ada dalam pikirannya benar-benar terjadi.
"Iya dede bayinya Syifa"
"Maksudnya Anak Kamu? Sama siapa?" Ucap Alfa lirih.
Syifa yang mendengar ucapan Alfa malah tertawa keras.
Alfa mengernyitkan alisnya bingung. Syifa kenapa malah tertawa?
"Kok jadi Anak sih! hahaha.. maksud Syifa itu, dede bayi cacing-cacing diperut Syifa. Mereka butuh asupan makan. Biar gak keroncongan"
Setelah selesai mengucapkan itu, Syifa tertawa lagi. Senang sekali sudah mengerjai Alfa.
Alfa menghembuskan nafasnya lega. Ia pikir Syifa sedang mengandung.
Melihat tawa Syifa yang bahagia, membuat bibir Alfa terangkat membentuk sebuah senyuman.
"Kamu bikin Aku takut tau gak?"
"Siapa suruh Kak Alfa mikir gitu?"
"Kan itu spontan" Bantah Alfa dengan wajah jutek.
Syifa mengelus wajah Alfa dengan tangannya. Mengelus pipi, rahang tegasnya. Lalu bibir mungil Syifa mengecup pipi Alfa lembut.
"Udah dong, jangan ngambek. Ayo turun Syufa udah laper"
"Iya-iya. Sebentar"
Alfa segera turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Syifa. Tak lupa mengunci pintu mobil. Mereka berjalan masuk ke dalam Restoran.
"Selamat datang Tuan, Nyonya"
"Iya, Terima Kasih." balas Syifa dan Alfa bersamaan.
"Mari saya tunjukkan meja yang kosong" ucap seorang Pelayan tersebut.
Tuan?! Emang gue setua itu?
Ya udah lah gak papa. Udah biasa dipanggil begitu juga.
Kalau Nyonya untuk Syifa, sangat cocok. Karena Syifa bakal jadi Nyonya Sachdev.
Beberapa tahun lagi. Batin Alfa bersuara.
Ia terkikik dalam hati. Sampai ia tak sadar, sudut bibirnya ikut tertarik. Membentuk sebuah senyuman.
Sangat menawan.
Memiliki wajah sangat tampan, hidung mancung. Mata tajamnya yang sayangnya menambah kadar ketampanan seorang Alfarezi.
Rahang tegas, alis tebal. Rambut tertata rapi. Bibir tebal yang sungguh sexy dan menggoda.
Mempunyai tubuh atletis dengan otot dilengannya. Jangan lupakan otot perutnya juga, yang sudah membentuk Eightpax. Karena rajin berolahraga dengan ngegym rutin.
Sang Pelayan menunjukkan meja yang kosong untuk Alfa dan Syifa. Lalu segera pamit untuk melayani pelanggan yang datang.
Mereka berdua duduk berhadapan. Alfa segera memilihkan makanan dengan banyak menu.
Alfa yakin, semua menu itu bakal habis sama Syifa. Walau badan kecil begitu, Syifa bisa menampung banyak makanan.
Lihat saja ini, setelah semua makanan sudah tersaji dimeja.
Syifa segera memakan makanannya dengan sangat lahap. Entah itu karena benar-benar lapar, atau memang ia doyan makan.
Alfa tersenyum geli melihat Syifa. Ia mengambil Ponsel disaku celananya.
__ADS_1
Membuka Kamera, lalu segera memotret Syifa yang sedang makan. Lucu sekali, Alfa banyak mengambil potret Syifa saat makan.
"Lahap banget sih makannya"
Syifa tak menghiraukan ucapan Alfa. Ia terus mengunyah makanan dimulutnya.
"Laper apa doyan Sayang"
"Lawpher Khak" ucap Syifa tidak jelas.
Karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Ditelen dulu Sayang, baru ngomong. Kalau tersedak gimana." Khawatir Alfa, segera memberi segelas Air putih untuk Syifa.
Syifa menerima gelas itu, lalu meneguk air putihnya.
"Makasih Kak"
"Sama-sama Sayang. Dihabiskan ya makanannya. Biar tambah tembem itu pipi. Tambah gemes deh." Alfa terkikik mengucapkan itu.
Syifa sebal mendengar itu, ia dikatai pipinya tembam. Padahal emang gitu nyatanya. Syifa mengerucutkan bibirnya lucu.
Alfa sedikit menyentil bibir Syifa pelan.
"Bibirnya jangan digituin Sayang. Mau Aku cium?!"
Alfa menaikkan satu alisnya naik turun. Berniat menggoda Syifa.
Dan aksinya tentu berhasil, membuat kedua pipi tembam Syifa memerah merona karena malu.
"Kak Alfa ishh!!" Rajuk Syifa pelan.
Menatap Alfa dengan pandangan berkaca-kaca.
"Bercanda Sayangku"
Alfa segera mengganti raut wajahnya. Yang tadinya senyuman menggoda. Sekarang berganti dengan senyuman manis yang menenangkan.
Syifa tersenyum manis menatap Alfa.
"Syifa Sayang sama Kak Alfa"
"Aku tahu"
"Syifa Cinta sama Kak Alfa"
"Aku juga tahu"
"Syifa mau pergi dari Kak Alfa"
"Aku ta-"
Alfa berhenti berucap.
Ia dijebak ternyata.
"Gak! gak! Apa-apaan itu, gak boleh! Kamu gak boleh pergi dari Aku. Kamu milikku! Aku milikmu! Dan akan selamanya begitu." Desis Alfa rendah namun penuh penekanan.
Syifa tersenyum cerah.
"Sure, Mine" Balas Syifa sumringah.
Alfa ikut tersenyum lebar. Saat Syifa mengklaim dirinya, dengan kata 'Mine'.
Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Menatap kedua bola mata, dengan dalam. Lalu tertawa bersama atas tingkah mereka sendiri.
Alfa meraih kepala Syifa untuk ia tangkup. Lalu mengecup kening Syifa penuh Sayang dan Cinta.
Cuupp~~
...■■♤■■...
1400 Karakter
Gimana part ini?
Udah Uwwu belum?😆
Thank you ya kalian udah mau masukin ini ke favorit 💜
Maafin Aku yang kemarin gak Update.
Karena lagi hujan lebat. Ditambah petir. Aku gak dibolehin main HP, jadinya Aku Off. Terus Bobo deh, jam 8 malam aku udah bobo😂😂😂
Good Night🌒🌃🌕 buat yang baca sekarang😆
Good Morning🌞
Good Afternoon🌞🌅🌄
Good Evening🌇🌆
Jangan lupa VOTE✅✅✅
COMMENT✅✅✅
LUV YOU GUYS😍😘❤
BA-BYE👋👋👐💝
__ADS_1
^^^Kamis, 29 Oktober 2020.^^^