Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 24


__ADS_3

Happy Reading..


Syifa menatap jalanan dari jendela mobil, yang masih setia melaju dengan kecepatan normal. Jalanan terlihat sedikit lenggang.


Tentu, ini bukan Jakarta yang selalu identik dengan Kemacetan.


Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang ditumpangi Syifa berhenti.


Ia menatap sekeliling yang terlihat sepi. Tapi menyejukkan dengan angin sepoi-sepoi. Membuat beberapa helaian rambut Syifa beterbangan bebas.


Syifa tersenyum senang melihat pemandangan disekitarnya. Sampai suara lelaki paruh baya menginterupsinya.


"Mari Nona.. akan Saya antar ke suatu tempat" ucap Sang Sopir sopan pada Nonanya.


"Ah.. iya" kaget Syifa yang dari tadi sedang asyik dengan menatap sekiling dengan pandangan kagum.


Syifa terus melangkah dibelakang, mengikuti langkah demi langkah Sang Sopir. Hingga sampai disuatu tempat. Tempat yang sangat indah dan mengagumkan.


Disana, terdapat tempat yang indah penuh dengan rangkaian bunga. Ada hamparan pasir putih, ombak berdesir teratur. Juga dekorasi yang begitu menawan dan cantik.


Pasir itu juga ditaburi bunga-bunga mawar dan melati. Menambah kesan spesial.


Lalu matanya menangkap sosok yang sangat ia sayangi. Mungkin juga mencintainya.


Dia begitu tampan dengan senyum menawan.


Membuat jantung Syifa berdetak lebih cepat. Syifa berkedip-kedip lucu, menatap seseorang yang sudah berdiri dihadapannya.


Syifa menetralkan nafas dan debaran dijantungnya.


Seseorang itu membawa sebucket bunga. Indah sekali.


Bucket bunga melati putih, dari sini saja sudah tercium bau semerbak bunganya.


Alfa memberikan bunga itu pada Syifa.


Yaps!


Seseorang itu adalah Alfarezi Sachdev Kavindra.


Syifa menerima bucket bunga itu dengan senang hati. Senyuman lebar terpatri diwajah imut Syifa.


Alfa berlutut dengan satu kaki. Tangannya mengambil sesuatu dibalik saku Jas miliknya.


Tangannya membuka kotak kecil beludru berwana merah. Kotak cincin.


Alfa menengadah menatap Syifa.


"Pertama kita bertemu. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Mungkin ini terdengar tidak masuk akal. Tapi, Aku tidak peduli. Aku mencintaimu. Bahkan, sangat mencintaimu. Will you be mine?"


Alfa mengucapkan beberapa kalimat itu dengan gugup dan deg-degan.


Jantungnya memompa begitu cepat. Ia grogi. Takut jika Syifa sampai menolak dirinya.


Syifa berkedip-kedip polos. Ia mencerna apa yang sedang terjadi barusan. Lalu tak lama ia pun menjawab.


"Yes i will"


Balasan dari Syifa membuat senyuman Alfa terbit. Bahkan semua orang yang berada disekitar, ikut mengembangkan senyum.


Aih, Syifa bahkan belum sadar kalau disini tidak hanya ada dirinya dan Alfa. Tetapi juga Keluarga Syifa dan mungkin Keluarga Alfa, yang belum terlalu Syifa kenal.


Alfa dengan segera mengambil sebuah cincin. Untuk ia pasangkan pada jari manis milik Syifa.


Alfa tetap menampilkan senyuman lebar. Matanya juga ikut berbinar. Senang sekali rasanya.


Sebuah cincin perak dengan hiasan satu mata berlian yang cukup elegan dan indah. Walau hanya satu mata berlian, tapi tidak menghilangkan nilai keindahan cincin itu sendiri.


Setelah itu, Syifa juga melakukan hal yang sama. Memasangkan cincin yang sepasang dengan miliknya tanpa adanya mata berlian, di jari manis milik Alfa. Yang sekarang telah resmi menjadi kekasihnya.


"Jadi sekarang Kak Alfa pacarnya Syifa?"


"Bukan"


Alfa bergeleng membantah. Status mereka sekarang lebih dari seorang pacar ataupun kekasih.


"Terus, apa dong"


"Tunangan" balasnya singkat, padat, dan jelas.


Untungnya Alfa berbicara menggunakan nada lembut. Bukan dingin.


"Tapi, kalau Tunangan harus ada dua keluarga yang-"


Alfa segera memotong perkataan gadisnya, Tunangannya.


Ahh.. senangnya sekarang ia sudah mempunyai hak untuk mengklaim Syifa. Sebagai Tunangannya. Akhirnya terwujud juga.


"Itu. Keluarga aku. Mamah sama Papah" Alfa menunjuk dua orang paruh baya, berlawanan jenis. Suami Istri, alias kedua orang tua Alfa.


Keluarga Alfa, Sachdev sebenarnya asli orang Indonesia. Tetapi karena tuntunan pekerjaan. Maka mereka memilih menetap di Aussie.


Makanya Alfa tetap memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan Mamah Papah. Juga Alfa merupakan anak tunggal.


Syifa menatap pasangan Suami Istri itu dengan berbinar. Alfa menyadari tatapan itu.


"Yuk kenalan sama Mamah Papah" ajak Alfa yang langsung diangguki Syifa.


Mereka berdua berjalan beriringan. Jangan lupakan dengan lengan Alfa yang merangkul pinggang Syifa mesra.


Biasa, pasangan baru. Masih anget-angetnya.


"Hai Sayang" sapa mamah hangat pada Tunangan putranya. Dibalas tatapan berbinar dari Syifa.


"Hai, emm.."


"Sarah Sachdev. Panggil aja Mamah Sarah"


"Hai Masar" sapa riang Syifa pada Mama mertuanya. Maksudnya calon.


Sarah berkerut bingung. Juga dengan yang lainnya.


"Masar? Artinya apa sayang?" Sarah bertanya pada Syifa dengan lembut.


"Masar itu singkatan Mah. Artinya Mamah Sarah. Hehe.." Syifa menjelaskan dengan gaya lucu, tangannya ikut bergerak saat ia berbicara. Diakhiri dengan kekehannya.


Semuanya ikut terkekeh mendengar penjelasan Syifa. Ada-ada saja Syifa ini.


Sarah mengelus kepala Syifa lembut dan penuh keibuan.


Dulu ia juga ingin mempunyai anak perempuan. Tapi takdir berkata lain. Ia sampai sekarang tidak dikaruniai anak setelah lahirnya Alfa. Jadi ia hanya punya satu putra. Alfa, anak semata wayangnya.


Syifa menatap Papah Alfa dengan polos. Ia ragu ragu untuk bertanya.


"Emm, P-pa"


"Dravin Sachdev"

__ADS_1


"Hai Papah Drav" Syifa menyengir. Membuat Dravin gemas. Dravin mencubit pipi tembam Syifa. Tak lama Syifa merengek kesakitan.


"Eumm.. Pap-pah" Syifa merengek seraya tangannya berusaha melepaskan tangan Papah Dravin dari pipinya.


Alfa langsung menepis tangan besar Papahnya. Ia menatap Papahnya tajam.


Dravin tersenyum geli. Melihat kelakuan Alfa yang bucin terhadap anak sahabatnya.


Yap. Dunia sesempit itu.


Aditya merupakan sahabat dekat Dravin. Mereka sudah lama tidak bertatap muka kecuali karena Bisnis.


Dravin dan Aditya sudah berteman sejak mereka SMA sampai sekarang. Mereka berdua tidak pernah berniat menjodohkan putra putri mereka.


Mereka juga kaget kalau Alfa bakal mencintai Syifa.


Disamping itu Aditya juga bahagia, senang, dan lega. Karena putrinya berada pada lelaki yang keluarganya sangat ia kenal.


Makanya, Aditya open-open saja, saat Princess dekat dengan Alfa.


Mereka berbincang-bincang hangat. Seraya menikmati hidangan kecil yang sengaja Alfa sediakan disana.


...●●●...


"Kak Alfa" Panggil Syifa lirih. Seraya matanya terus menatap seorang lelaki yang duduk tak jauh darinya.


"Kenapa Sayang? Hmm."


Alfa bertanya dengan nada lembut penuh Sayang, Plus penuh Cinta. Hanya untuk Syifa seorang.


Syifa nyengir lucu, memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.


"Syifa mau tanya, itu yang duduk disana siapa?"


Alfa mengikuti arah telunjuk Syifa. Dapat ia lihat, seorang lelaki yang seumuran dengannya. Juga sangat ia kenal.


"Ouh, itu adalah Kenzo"


"Umm?"


Syifa masih kelihatan bingung.


"Kenzo itu siapa Kak?"


"Kenzo adalah Orang Kepercayaanku. Bisa dibilang Asisten Pribadi. Dia juga merupakan Sahabatku selama di Aussie."


"Sahabat Kak Anan juga"


"Anan? Siapa itu? Pria lain?" Ucap Alfa datar.


Ia cemburu mendengar Syifa menyebut nama lelaki lain.


"Bukan! Bukan Kak Alfa, Kak Anan itu adalah Kak Adnan. Anan itu nama panggilan kesayangan dari Syifa, buat Kak Anan."


Syifa sedikit panik. Takut jika sampai Kekasihnya marah. Marahnya Alfa menakutkan. Hampir sama ketika Kak Adnan sedang marah. Menyeramkan.


Alfa menghembuskan nafas lega. Ia pikir Syifa dekat dengan lelaki lain, selain dengan Keluarganya. Juga dirinya, sebagai Tunangannya.


Kalau sampai itu terjadi, akan ia habisi Pria yang berani dekat dengan Gadisnya. Ia hajar sampai babak belur. Atau bahkan harus masuk Rumah Sakit. Minimal patah tulang. Awas saja jika ada yang berani!.


"Kenzo bukan Sahabat Adnan. Aku memang Sahabatan dengan Adnan selama di Indonesia sampai sekarang. Tetapi, setelah Aku menetap di Aussie, Aku bersahabatan dengan Kenzo. Jadi, Kenzo dan Adnan tidak terlalu dekat. Walau saling kenal nama." Jelas Alfa dengan menggunakan kosa kata yang mudah dipahami gadisnya.


Ia tidak mau menggunakan kosa kata yang berbelit-belit. Yang malah membuat pusing Gadisnya nanti.


"Ouhh gitu ya Kak. Syifa mau kenalan sama Kak Kenzo" Syifa berucap antusias dengan menatap Kenzo berbinar. Ia ingin juga berkenalan dengan Sahabat dari Tunangannya.


"Ayo Kak!. Kesana. Syifa mau kenalan" rengek Syifa manja pada Alfa.


Tangan mungilnya meraih lengan kekar Alfa. Menggoyang-goyangkan lengan Alfa. Agar mau menuruti kemauannya.


"Ayoo Kak.." mohon Syifa dengan tatapan puppy eyes.


Alfa menghela nafasnya pasrah. Ia akhirnya luluh dengan tatapan memohon Gadisnya ini. Lalu bangkit berdiri, dan menggenggam erat jari jemari mungil Syifa.


Mereka berdua berjalan mendekat pada meja yang diduduki Kenzo. Kenzo hanya duduk sendiri. Jadi masih ada 3 kursi yang tersisa di meja itu.


"Kenzo" panggil Alfa dengan suara beratnya.


Kenzo menoleh, lalu tersenyum.


Ah bukan, bukan senyuman manis yang diperlihatkannya. Melainkan senyuman menggoda pada Pasangan didepannya.


Alfa memutar bola matanya malas, melihat senyuman menggoda dari Sahabatnya.


Syifa tetap mempertahankan senyuman manis dan juga ceria.


"Ah.. kalian kesini. Pasangan baru." Goda Kenzo pada mereka berdua.


Syifa tersenyum malu. Pipinya memerah.


Alfa menggeram.


Ia tidak suka jika ada yang membuat pipi Gadisnya memerah selain dirinya. Tidak boleh dibiarkan!.


"Kenzo!!." Alfa menatap Kenzo garang.


Dengan mata melotot dan rahang mengeras. Ia hampir saja meledakkan amarahnya. Jika tidak ada tangan mungil yang sedang mengelus rahangnya. Rahangnya berangsur-angsur kembali normal. Dan amarahnya hilang seketika.


Alfa menatap Gadisnya penuh Cinta dan Sayang. Kenzo yang tadinya terkekeh melihat Alfa marah-marah. Malah akhirnya mendengus. Karena melihat Drama Picisan didepannya.


Aksi tatap-tatapan itu masih berlangsung. Sebelum sebuah deheman seseorang membuyarkannya. Hish. Merusak suasana.


"Ekhem."


Kenzo berdehem lumayan keras.


Deheman yang dibuat-buat. Alfa muak dengan tingkah Kenzo yang selalu merusak suasana, dimanapun ia berada. Menyebalkan.


Syifa menunduk. Ia malu.


Lalu tanpa aba-aba ia masuk ke dalam pelukan Alfa, Tunangannya. Alfa terkekeh. Lalu tangannya terulur untuk membelai kepala Syifa lembut.


...●●●...


Bara POV.


Saat Gue lagi menikmati hidangan ini. Ada saja yang menganggu ketenangan Gue.


Getaran dan dering Ponsel sungguh sangat menganggu.


"Siapa sih yang ganggu Gue?!"


Gue merogoh saku celana depan, meraih Ponsel yang tak ada hentinya berdering.


Abi is calling...


"Jangan-jangan Abi kangen Gue lagi, makanya pake nelfon segala?"

__ADS_1


Pip~


^^^"Ya Hallo"^^^


"Heii Lo udah Sombong yah. Gak pernah kabarin Kita lagi"


^^^"Eh. Kok Lo si yang jawab. Mana Abi?!" ^^^


Sewot Gue pada Genta, diseberang telfon. Karena bukan Abi yang menelfon Gue.


Melainkan Genta, tapi menggunakan HP milik Abi.


"Ada kok. Nih disebelah Gue. Kenapa?"


^^^"Gak cuman nanya"^^^


Terdengar suara dengusan disana.


Gue yakin pasti dengusan Abi. Karena sebal sama Gue. Syukurin.


"Cuma nanya Gue ada apa gak?! Gitu doang maksud lo?!" Abi sedikit berteriak saat mengucapkannya.


Gue terkekeh mendengarnya.


Jarang sekali Abi marah.


Nah, sekarang Gue telah membuat Sahabat Gue ini kesal. Senangnya menjahili Abi.


^^^"Tenang. Tenang Bro!"^^^


^^^"Kenapa nelfon?" lanjut Gue pada dua curut ini.^^^


"Kapan Lo balik?"


Genta bertanya tak sabar.


^^^"Entahlah. Gue juga belum tahu, mau balik kapan."^^^


"Kabar Lo?. Kabar Syifa?"


Sekarang giliran Abi yang bertanya ke Gue. Membuat Gue terdiam sejenak.


^^^"Abi" panggil Gue serius.^^^


"Iya?"


^^^"Lo punya perasaan lebih buat Syifa, Adik Gue?"^^^


Sekarang malah Abi yang terdiam.


"Perasaan Gue buat Syifa hanya sebagai Kakak ke Adek. Gak lebih. Kenapa?"


^^^"Lo gak bohong kan?!" ^^^


^^^Tuding Gue ke Abi. Sedangkan Genta diam menyimak.^^^


"Huft..." Abi menghela nafas sejenak.


"Jadi gini.. awalnya Gue pikir juga Gue suka. Ah lebih tepatnya mungkin Gue jatuh cinta sama Syifa. Tapi, makin kesini. Perasaan itu hilang entah kemana."


"Gue gak ngerasaain perasaan kehilangan atau rindu berat saat tau Syifa ada di Aussie untuk waktu yang belum ditentukan. Gue akhirnya tau, kalau Gue cuman naruh perasaan Sayang pada Syifa. Bukan Cinta."


"Lagian Gue emang pengin banget punya adek cewek. Makanya pas Gue ketemu Syifa pertama kali di Kantin Kampus. Gue seneng banget. Gue kasih perhatian lebih ke Syifa waktu itu, semata-mata jika Gue kasih perhatian buat Adek cewek gue. Itu aja, gak lebih."


Mendengar penjelasan Abi membuat Gue bernafas lega.


Apa yang ada di pikirannya tidak terjadi. Ia tadinya takut jika, Abi dan Alfa saling bersaing untuk merebutkan Syifa.


Akhirnya itu tidak akan pernah terjadi.


^^^"Oh bagus lah. Kalau gitu. Oh ya Gue mau kasih tau. Kalau Syifa udah Tunangan disini sama Alfa. Sahabat Kak Adnan"^^^


Genta dan Abi tentu terkejut.


Syifa Tunangan?! Cepat sekali.


Bahkan mereka, Pasangan pun tak punya. Miris. Nasib Jomblo ya begini.


"Lah cepet banget udah Tunangan. Gue aja, Pacar gak punya" Genta menggerutu sebal.


"Iya tuh" disetujui oleh Abi yang bernasib sama. Sama-sama Jomblo.


^^^"Itu mah. Derita Kalian berdua!" Balas Gue berniat mengeledek.^^^


Genta dan Abi tak terima diledek oleh Bara.


"Lo juga Jomblo yah!!. Ingat!!!" Balas mereka berdua seraya berteriak.


Lalu Genta dengan segera mematikan Sambungan telfon sepihak. Mereka berdua kesal kayaknya sama Gue.


Gue tertawa terbahak-bahak. Dengan kelakuan mereka berdua.


Lalu ia mengirim foto tentang acara Pertunangan Syufa pada Nomor Ponsel Abi.


Tentang Dekorasi, foto Syifa dan Alfa, lalu foto keluarganya yang sedang menikmati banyak hidangan dimeja masing-masing.


Dan dibalas dengan heboh oleh mereka berdua. Mengenai konsep pertunangan yang menurut mereka sangat mewah. Hanya untuk Pertunangan saja.


Biarkan saja.


Toh Alfa juga berasal dari Keluarga berada. Alias sangat Kaya. Sama seperti Keluarganya.


Winata dan Sachdev.


Ughh. Sama sama Kaya.


Bara POV End.


...■■♤■■...


2068 Karakter.


Hai aku Up walau bukan jadwalnya Update.


Tapi besok Minggu aku tetep Update. 1 part aja yah. Kan udah sekarang Up nya.😂😂


Panjang banget nih. Chapter ini. 2000 an kata😆


Semoga suka Part ini😍😍😍😍


Selamat malam🌕🌒🌘


Jangan lupa VOTE✔✔✔


COMMENT✔✔✔


DADAH SAYANG😍😚😗

__ADS_1


Sabtu, 17 Oktober 2020.


__ADS_2