
Tok tok tok
"Silakan masuk" ucap Pak Surya selaku Kepala Sekolah WNHS.
"Selamat pagi pak" sapanya ceria diiringi senyuman manis.
"Pagi.. kau pasti Asyifa Putri Winata benar?"
"Benar sekali. Seratus buat Bapak"
Pak Surya terkekeh mendengarnya. Lucu sekali anak ini. Unik.
"Ekhem. Jadi To The Point saja, Princessku masuk kelas apa?"
"Baiklah. Nak Asyifa masuk Kelas X MIPA 3. Apa perlu Bapak yang mengantarkan?" Menatap Syifa sepenuhnya.
"Tidak. Tidak usah repot repot. Biar aku saja yang akan mengantar Princess" sela Revan cepat.
Mana mungkin ia akan membiarkan Princess diantar lelaki lain.
Padahal Pak Surya sudah punya istri dan anak. Dasar Revan saja yang cemburuan.
"Ouhh begitu.. Ya sud-"
Ucapannya sudah terpotong oleh Revan. Dasar tidak sopan.
"Ayo Princess kita ke kelas" mengaitkan tangannya dengan jemari mungil Syifa.
Menariknya pelan menuju pintu dan hilang dibalik pintu tanpa pamit.
"Sabar sabar.. orang sabar duitnya banyak" Pak Surya mengelus dadanya sambil komat kamit. Kaya dukun.
...●●●...
"Sudah sampai.." tersenyum lebar menatap adik imut tersayangnya ini.
"Ini kelasku Kak?"
Revan mengangguk menanggapi.
"Jangan keluar dulu sebelum Kakak menjemputmu. Istirahat nanti pokoknya kamu harus tunggu kakak yah"
"Siap Kak"
Syifa mengangkat tangannya seperti hormat ala-ala tentara pada komandannya.
Revan terkekeh melihat tingkah Syifa yang lucu.
"Ya sudah. Ayuk masuk"
"Kak Revan ikut masuk?"
Memiringkan sedikit kepalanya dengan menunjukkan raut bingung, yang sayangnya malah terlihat semakin imut.
"Kakak akan masuk ke kelas kalo kamu juga udah masuk ke kelas"
"Okey" menyatukan jari telunjuk dengan ibu jari, seperti huruf O.
Cup
Cup
Cup
Revan mengecup kedua pipi dan hidung mungil Syifa pelan.
Syifa ikut tersenyum melihat senyuman kakaknya.
Lalu Revan mulai mengetok pintu kelas baru Syifa.
Tok tok tok
Pintu terbuka, menampilkan keberadaan Revan dan gadis dibelakangnya.
"Ada apa Revan?" tanya guru perempuan yang sedang mengajar.
"Selamat pagi Ibu~"
"Pagi Revan"
"Saya ke sini mau mengantarkan murid baru Bu"
Murid baru?!
Cowok apa cewek yah?
Kalo cowok nanti biar nambah stok cogan di WNHS.
Trus kalo cewek gimana.
Ya buat gue. Nanti bakal gue pacarin.
Ngapain lo ikut nimbrung?!
__ADS_1
Ya suka suka gue dong. Emang yang bisa gosip cuma cewek doang. Laki juga boleh.
"Kalian diam!. Silakan suruh masuk Revan"
Syifa berjalan masuk dan berdiri didepan kelas dengan senyuman manis. Syifa melirik Revan dan melambaikan tangan.
"Tungguin Kakak nanti waktu istirahat" Syifa mengangguk mengiyakan.
"Nak, silakan kamu boleh memperkenalkan diri"
"Perkenalkan namaku Asyifa Putri Winata. Pindahan dari SMA BANGSA. Nama panggilan Syifa. Semoga kita bisa berteman baik. Mohon bantuannya"
"Baik. Syifa, nama Ibu, Dyah. Saya wali kelas X MIPA 3. Yaitu kelas ini. Dan saya mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia"
"Kamu boleh duduk dengan Ana. Ana tolong angkat tanganmu" lanjutnya.
Setelah melihat satu anak perempuan mengangkat tangannya. Syifa pun mengangguk mengerti.
"Baik Bu Dyah"
Syifa berjalan pelan lalu duduk di kursi sebangku dengan Ana.
"Hai"
"Hai juga. Kamu Syifa. Benar?" Syifa menganggukan kepala lucu.
"Kamu pasti Ana. Nama panjangmu siapa?"
"Ana Dwilaya."
"Kita teman?"
Ana menawarkan hubungan pertemanan.
"Iya. Kita sahabat sekarang" ucapnya riang dengan bertepuk tangan kecil.
"Sahabat.." Ana tersenyum.
Ia merasa bahwa Syifa merupakan orang baik. Tidak bermuka dua dan apa adanya. Selama ini Ana hanya berteman biasa biasa saja. Tidak sampai bersahabat.
Karena ia tau bahwa mereka mereka tidak tulus dalam berteman. Berbanding terbalik dengan Syifa. Sahabat barunya. Atau mungkin sahabat satu-satunya.
"Oh ya. Aku mau tanya kamu Adiknya Kak Revan?"
"Iya"
"Ouh pantesan. Nama belakangmu sama dengan nama belakang Kak Revan"
Ana mengangguk-anggukan kepala mengerti.
Bu Dyah dengan sigap menjelaskan materi didepan. Membuat Syifa segera fokus ke arahnya.
...●●●...
"Hei Bro! Dari mana aja Lo"
Doni.
Doni Swaraga namanya.
Ia salah satu sahabat Revan. Sifatnya pecicilan. Badboy. Playboy dan suka tebar pesona melebihi Revan. Pokoknya ia paling demen sama cecan-cecan.
"Iya untung aja kelas lagi jamkos. Kalo nggak pasti lo udah dihukum sama pak Pur"
Sandi.
Sandi Bintara nama lengkapnya.
Ia juga sahabat Revan. Sifat Badboy. Ga banyak tingkah. Pinter juga. Sandi dan Doni juga sama sama terlahir di keluarga berkecukupan. Anak Holkay.
"Ho'oh. Pak Pur kan salah satu guru killer" sahut Doni.
Pak Purnomo namanya. Ia adalah guru Fisika terkiller. Bayangkan saja mapelnya susah malah gurunya killer lagi. Aduh ****** tuh.
"Ouh gue tadi nganter anak baru" Revan menjawab pertanyaan sahabatnya santai.
"Anak baru?! Cewek yang lo gandeng tadi pagi!" Ujar Doni heboh.
"Mulai deh kalo bahas cewek langsung heboh" Sandi mulai jengah dengan tingkah Doni.
"Iya. Dia namanya Asyifa Putri Winata"
"Kok lo tau nama lengkapnya sih" Doni mengerutkan dahinya heran.
"Ya masa gue ga tau nama adek sendiri"
"ADEK?!" Seru Doni dan Sandi berbarengan.
"Ish! Jangan teriak! Gue kagak budek!!"
"Lo juga teriak!!" Ujar Doni tak terima, padahal Revan juga ikutan teriak.
"Udah-udah. Diem. Jadi anak baru itu adek lo?"
__ADS_1
Sandi berusaha melerai.
Revan menganggukan kepala mengiyakan pertanyaan Sandi.
Hening. Semua diam dengan pikiran masing masing.
"Eh.. tapi dedek emesh nya buat gue ya"ujar Doni tiba-tiba memecah keheningan.
"Dedek emesh siapa Don?"
"Itu adeknya si Revan. Van buat gue ya"
"Kagak. Apa apaan. Gue ga sudi punya adik ipar kaya lo. Dasar Playboy!"
Doni mencebikkan bibirnya. Mereka berdua yang melihat Doni memonyongkan bibirnya malah bergidik jijik.
Tak lama Sandi menampar bibir Doni sedikit keras. Membuat Doni meringis kesakitan. Revan yang menyaksikan tingkah sahabatnya terkekeh.
Revan tahu betul sifat sahabatnya. Ia memang sungguh sungguh tidak akan merestui jika Doni mendekati Syifa.
Doni itu Playboy, pacarnya di mana-mana. Ia tidak akan membiarkan Syifa dipermainkan oleh Doni.
...●●●...
Kring~ kring~ kring~
Suara bel berbunyi menandakan waktu istirahat dimulai.
"Okey anak-anak. Bu guru akhiri sampai di sini. Jangan lupa kerjakan PR nya dan dikumpulkan minggu depan"
"Siap Bu"
"Baik Bu"
Setelah Bu guru berjalan keluar kelas. Semua murid berhamburan keluar untuk mengisi perut mereka. Tidak salah dan tidak bukan yaitu kantin.
"Fa, ke kantin yuk"
Ajak Ana pada Syifa yang duduk sebangku dengannya.
"Aku mau nunggu kak Revan dulu. Ana kalo udah laper banget boleh kok ke kantin duluan" ucap Syifa pelan.
Entah kenapa ia merasa lemas sekali. Perutnya juga sakit. Padahal hari ini ia tidak sedang datang bulan.
"Syifa muka kamu kok pucet banget. Kamu sakit. Kita ke UKS aja yuk"
"Enggak. Aku enggak apa-apa Ana. Ana tenang aja"
"Gimana Aku gak khawatir. Kamu lagi sakit Syifa. Aku panggilin Kak Revan aja yah. Tunggu sebentar" tanpa menunggu jawaban Syifa, Ana sudah berlari terlebih dahulu menuju kelas Revan, XI IPS 2.
"Hah hah hah.. kak Revan!! Itu! Itu!"
Revan cs yang baru saja keluar dari pintu kelas berhenti karena ada seorang gadis yang menghalangi jalan mereka.
Revan menaikkan satu alisnya. "Kenapa? Bicara yang jelas"
"Itu kak, Syifa-" belum selesai Ana menyelesaikan bicaranya. Revan sudah memotongnya dengan lari terbirit-birit menuju kelas Syifa.
Doni dan Sandi saling bertatapan melihat Revan berlari kencang.
"Ayuk kita ikuti Revan" ajak Sandi pada Ana dan Doni.
Mereka bertiga akhirnya mengikuti berlari seperti Revan dan Ana sebagai petunjuk jalan.
"Princess!!"
Syifa mendongak mendengar suara familiar. Syifa menatap kakaknya dengan mata sayu dan wajah pucat.
Kepalanya seperti di putar-putar, perutnya malah tambah melilit sakit. Tak lama pandangannya memburam.
"Princess!!"
Itu suara terakhir yang ia dengar. Ia tidak ingat apa-apa lagi.
...■■■♤■■...
1194 Karakter
Hai aku Up lagi.
ada yang kangen gak?
Makasih buat sarannya dari iraamanda234
Makasih semuanya yang udah suport cerita OAF
Love you❤💜
Vote✔
Comment✔
Bye bye👋
__ADS_1
^^^^^^Minggu, 13 September 2020.^^^^^^