Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 15


__ADS_3

Syifa tertidur pulas semalam. Ia sampai bangun siang, mungkin karena efek demam.


Jadi, rasanya ingin tidur terus.


Ceklek


Suara pintu terbuka.


Menampilkan tubuh paruh baya yang tetap cantik dan awet muda. Berjalan menghampiri putrinya dengan senyum lembut penuh keibuan.


Membawa nampan berisi makanan lengkap dengan susu coklat, tak lupa obat, vitamin, dan air putih untuk membantu meminum obat.


"Sudah bangun ternyata"


Ucapan itu ditanggapi dengan anggukan lucu dari Syifa.


"Makan dulu yuk"


Vina menaruh nampan diatas nakas samping ranjang. Lalu mengambil piring makanannya.


"Buka mulutnya Princess.. Aaaa.."


Vina menyodorkan sendok berisi nasi dan soup didepan mulut Syifa.


Syifa dengan cepat membuka mulutnya menerima suapan demi suapan dari Vina.


Setelah selesai dengan sarapan, Vina juga menyiapkan obat dan vitamin yang akan diminum Princess. Kali ini Syifa meminumnya tanpa protes.


"Emmh.."


Vina mengecek dahi Syifa, memastikan suhu badan Syifa sudah stabil.


"Gimana Mom? Syifa udah sembuh kan?" tanyanya antusias berharap apa yang ia ucapkan benar adanya.


Vina tersenyum membalas keantusiasan putrinya.


"Iya. Princess sudah sembuh tapi.."


"Tapi?"


Ulang Syifa menunggu Vina melanjutkan ucapannya.


"Tapi Syifa gak boleh sekolah dulu. Terus kalo mau mandi harus pakai air hangat. Jangan makan sembarangan. Pokoknya gak boleh kelelahan." jelas Vina panjang lebar tapi lembut agar Syifa lebih mudah mengerti.


Syifa menganggukan kepalanya berkali-kali. Lalu menjawab dengan nada ceria.


"Iya Mom!"


"Pinter"


"Syifa emang pinter kok Mom"


Vina terkekeh mendengar celotehan Syifa.


"Yaudah setelah ini Princess mandi dulu yah. Biar Mommy siapin air hangatnya"


"Ay Ay Kapten!"


Vina tertawa pelan.


Tawa yang sangat cantik.


Ia segera menyiapkan air hangat untuk Syifa mandi.


"Ayo mandi dulu sayang"


Syifa segera memasuki kamar mandi tak lupa membawa handuknya.


Vina membuka lemari milik Syifa. Memilih pakaian santai lalu menaruhnya diatas ranjang.


"Bajunya udah Mommy siapain, Mommy taruh diranjang yah!!"


Vina berteriak supaya terdengar sampai kamar mandi.


"Iya Mom!. Makasih Mommy!!"


"Sama-sama Sayang!"


Vina pun keluar kamar Syifa. Menuruni tangga seraya membawa nampan berisi piring dan gelas kotor untuk ditaruh diwastafel.


"Eh.. biar Bibi saja Nyonya yang bawa piring kotornya"


Bi Sari kaget mendapati Nyonya Vina baru turun dari lantai atas.


"Gak papa Bi, ini udah deket kok. Biar Saya aja yang bawa. Oh ya udah berapa kali Saya bilang. Bibi jangan panggil Saya Nyonya"


"Bibi nggak enak Nyonya. Bibi udah nyaman panggil dengan sebutan Nyonya"


"Ya udah terserah Bibi aja deh" pasrah Vina yang tak mau memaksa Bi Sari untuk menuruti permintaannya.


"Saya mau ke halaman belakang dulu ya Bi" pamit Vina pada Maid Mansion ini.


Bi Sari sudah lama menjadi Maid disini. Ia juga diangkat menjadi Kepala Maid Mansion Winata.


Ia merupakan seorang wanita paruh baya yang sudah mencapai usia 55 tahun. Bi Sari ingin mengabdi di keluarga Winata karena sudah banyak membantunya.

__ADS_1


"Iya Nyonya, silakan"


Bi Sari membungkukkan badanya sedikit.


Vina mengangguk dan berlalu.


Vina berjalan menuju taman belakang untuk menyiram bunga miliknya yang sudah ia tanam setelah menempati Mansion ini.


Vina sangat suka menanam dan merawat bunga. Pokoknya tentang bunga ia suka. Apalagi bunga Lily.


Vina memutar kran air yang sudah ada selangnya. Lalu mengarahkan selang pada bunga bunga yang tersusun rapi.


Sambil bersenandung ria, ia terus menyiram bunga-bunga yang cantik itu.


...●●●...


Syifa selesai dengan mandinya, ia segera memakai pakaian santai yang dipilihkan oleh Vina.


Menyisir rambut halus panjangnya didepan cermin. Tak lupa menaburkan bedak bayi pada wajahnya.


Syifa keluar kamar dan turun kelantai bawah. Melihat-lihat keberadaan Vina.


Ia pergi ke dapur, ruang keluarga, ruang tamu, teras depan. Tapi tetap tak menemukan siapa-siapa.


Kecuali, pak satpam dan pak sopir yang sedang ngopi-ngopi di pos satpam.


Ia berniat menghampiri kedua lelaki paruh baya di pos satpam.


Tapi ia teringat, ia tidak boleh kelelahan.


Karena jarak Pintu Mansion dan Pos satpam sedikit jauh.


Nanti kalau sakit lagi gimana?!.


Nanti kalau gak boleh lihat-lihat kampus Kak Bara gimana?!.


Syifa menggeleng ribut.


Tak mau membayangkan ia dilarang jalan-jalan di Kampus Kak Bara.


"Eh... BI SARI TUNGGU!"


Syifa reflek berteriak melihat Bi Sari yang sehabis dari halaman belakang kayaknya.


Syifa berlari menyusul Bi Sari yang akan menuju dapur.


Bi Sari panik.


Ia tak mau Nona Syifa jatuh lagi seperti kemarin hingga demam.


Syifa memelankan laju langkah kakinya mendengar Bi Sari berteriak.


Ia nyengir menunjukkan gigi putihnya.


Syifa paham kalau Bi Sari khawatir padanya.


"Bi.. Mommy kemana?" Ia bertanya setelah sampai didepan Bi Sari.


"Nyonya ada di taman belakang Non. Lagi nyiram bunga-bunga. Tadi Bibi samperin Nyonya sambil bawa teh buat Nyonya"


Syifa membulatkan mulutnya membentuk huruf O.


"Ya udah deh Bi. Syifa mau ke kamar aja. Mau nelfon Ana hehe.." Syifa menyengir lucu.


"Iya Non"


"Dadah Bibi"


Syifa melambaikan tangannya ke arah Bibi.


Dibalas senyuman dan lambaian tangan juga.


"La la la.." Syifa besenandung sambil manaikki tangga menuju kamar.


Melihat jam bulat didinding kamarnya. Ternyata jam 09.30. Pasti sekarang disekolah waktunya istirahat.


Ia tersenyum senang karena bisa menelfon Ana diwaktu yang tepat.


Mengambil ponsel yang sudah Charge. Mencari nama Ana lalu menelfonnya.


Tut~


Tut~


T-


Belum selesai dering ketiga bunyi, Ana sudah mengangkatnya.


"Hal-"


Belum selesai Syifa mengucapkan Halo. Sudah dipotong Ana dengan teriakannya.


"SYIFA?! KAMU KEMANA AJA!! KAMU GAK KENAPA-NAPA KAN??!. EH KATA KAK SANDI KAMU HABIS JATUH YA! TERUS DEMAM JUGA KAN. KAM-"


"ANA!! DIEM DULU!"

__ADS_1


Akhirnya Syifa juga memotong Ana dengan berteriak.


Kesal juga ternyata dengan suara Ana yang kayak Toa.


Bikin pengang kuping.


Hadeh.


"Eh! Aduh maafin Aku yah" sesal Ana.


Karena baru menyadari ia dari tadi sudah nyerocos kayak mercon.


"Iya gak papa. Syifa mau jawab pertanyaan Ana tadi. Maaf Syifa gak bisa ngehubungin Ana karena gak dibolehin pegang HP sama Kakak. Jadinya Syifa baru ngabarin Ana sekarang. Syifa gak papa kok, luka Syifa udah sembuh. Syifa juga udah sembuh dari demam. Jadi Ana gak perlu Khawatir lagi"


Terdengar helaan nafas dari seberang telepon.


Iya itu Ana yang menghela nafas lega karena sudah mengetahui keadaan Syifa baik-baik saja.


"Alhamdulillah, syukur deh kalo Kamu udah baikan"


"Iya Ana. Syifa gak papa kok"


Syifa senyum sangat manis walaupun Ana gak bakal bisa lihat Syifa kalau lagi senyum.


"Ana!"


"Hmm apa Fa?"


"Ana mau gak? Temenin Syifa lihat-lihat Kampus"


"Kampus mana?"


"Ga tau"


"Lho.. kok gak tau, kan kamu yang mau ajak Aku" heran Ana dengan jawaban Syifa yang malah gak tau Kampus apa yang akan dikunjungi.


"Ishh Syifa gak tau! Pokoknya itu Kak Bara Kuliah di Kampus itu!"


Bibir Syifa mencebik lucu sambil menghentak-hentakan kaki ke ranjang. Karena sedang tiduran di ranjang miliknya.


"Ouhh bilang dong dari tadi. Kalau Kak Bara Ngampus disitu"


"Jadi Ana mau gak? Kata Kak Revan besok pas sepulang Sekolah" ucap Syifa antusias kalau besok ia akan jalan-jalan di Kampus.


Uhuy~


"Mau dong~"


"Horee!!"


"Yaudah.. tutup dulu ya telfonnya. Makanan pesenanku udah datang nih. Ana mau makan dulu yah"


"Iya dadah~"


"Dah~"


Tuut~~


Sambungan terputus.


Syifa tersenyum bahagia.


Meletakkan Ponsel di nakas kembali, lau berniat turun ingin menghampiri Mommy di taman belakang.


Ia ingin sekali memetik bunga di sana. Itupun kalau diperbolehkan sama Mommy.


Semoga saja boleh. Hihi.


...■■♢■■...


1202 Karakter.


Hai👋👋👋


Aku Up malam


Kemaleman ga??


Maaf yaa😯


Buat iraamanda234 aku ucapin makasih banget. Karena udah mau kasih saran.


Mungkin aku akan pakai saran kamu. Ga tau kapan. Mungkin aku bakal berubah pikiran😂


Jangan lupa VOTE✔✔✔


Dan juga COMMENT✔✔✔


LUV YOU❤💖💙💜


TUNGGUIN NEXT PARTNYA😀😀


DADAHH👋💕


^^^Selasa, 29 September 2020.^^^

__ADS_1


__ADS_2