Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 21


__ADS_3

Happy reading..


...○○•○○...


Selama perbincangan tentang Bisnis. Alfarezi terlihat kurang fokus.


Semua itu tak luput dari pandangan Adnan. Adnan dari tadi sudah memperhatikan gerak-gerik Sahabatnya yang selalu melamun.


Ah bukan melamun.


Melainkan sedang menatap Adiknya dengan tatapan penasaran. Atau mungkin tertarik.


Iya, Adnan tentu tahu tatapan seperti apa yang sedang dilayangkan Sahabatnya pada Ifa.


Itu adalah tatapan memuja, terpesona, dan suka antar lawan jenis. Atau mungkin Alfarezi sedang jatuh cinta?!.


Karena selama ini Alfarezi hanya menyibukkan diri dengan kerja, kerja, dan kerja.


Tidak pernah sekalipun ia lihat, Alfarezi kencan dengan seorang wanita.


...●●●...


Alfarezi POV


Gue gak ngerti. Gak paham sama diri Gue sendiri. Kenapa Gue gak bisa lepas untuk gak natap Syifa.


Syifa adalah gadis imut, mungil, cantik, manis. Pokoknya gadis didepan Gue ini membuat Gue salah fokus.


Dan Gue juga tahu, kalau dari tadi Adnan selalu mengawasi. Gue gak peduli.


Gue gak mau sampai menyia-nyiakan waktu untuk bisa menatap gadis imut itu.


Gue tersentak mendengar ucapan tiba-tiba dari Mr. Winata yang pastinya itu tertuju buat Gue.


"Saya tahu, kalau dari tadi Kamu tidak fokus dalam Meeting ini. Kamu hanya melamun"


"Eh.."


"Maafkan Saya Mr. Winata. Saya kurang fokus Meeting kali ini"


"Tak perlu seformal itu padaku. Panggil saja Daddy. Sama seperti anak-anakku memanggilku" Tuan Aditya menatap Gue jenaka.


"Baiklah, Daddy"


Gue hanya bisa tersenyum canggung.


"Kau dari tadi terus menerus menatap Putriku. Apa Kau tertarik dengan Putriku?"


Pertanyaannya membuat Gue tersedak air liur sendiri. Ini benar-benar pertanyaan random.


"Emm.."


Gue gugup banget, sampai ngomong aja terbata-bata.


"Tak usah dijawab. Saya sudah tahu jawabannya"


Lah ini bagaimana Pak Aditya. Tadi dia nanya, belum juga di jawab.


Sabar-sabar.


Dia calon Ayah Mertua Gue


Eh. Ayah mertua?!.


Ish apaan sih, ngada-ngada deh Gue ini.


Alfarezi POV End.


...●●●...


"Hahaha... wajahmu kenapa tegang begitu. Perasaan Daddyku hanya berkata biasa"


Celetuk Adnan kelewat santai disertai dengan derai tawa.


Apa katanya?!. Hanya berkata biasa?!. Menurutmu ini hal biasa gitu!, bertanya 'Apakah Kau tertarik dengan Putriku?. Adalah pertanyaan biasa. Ck awas saja kau!. Batin Alfarezi menjerit.


Alfa menatap tajam Adnan dengan pandangan menusuk.


Tapi malah dibalas senyum mengejek dari Adnan. Membuat Alfa jengkel melihat senyuman itu.


"Kak Alfa, suka sama Syifa?"


Pertanyaan yang kelewat polos itu meluncur dengan mudahnya.


Membuat Adnan dan Aditya tertawa lepas, mendengar pertanyaan Syifa yang polosnya kebangetan.


Jangan lupa dengan wajah Alfa yang sudah merah. Ia malu. Sangat malu Ya Allah.


"Nanti Ifa juga tahu sendiri"


Adnan menjawab rasa penasaran Syifa.


"Baik. Kita lanjutkan Meeting lain kali saja"


Aditya memutuskan untuk mengakhiri Meeting ini, sampai di sini.


Belum Aditya beranjak, Alfa sudah menginterupsi mereka.


"Ada apa?" Tanya Aditya pada Alfa.


"Emmh.. apa boleh Saya mengajak Syifa jalan-jalan sebentar?" Alfa bertanya ragu-ragu.


Aditya terkekeh kecil.


"Boleh, asal Kau menjaganya dengan baik"


"Saya akan menjaga Syifa dengan baik"


"Baiklah. Saya titip Putriku. Jaga Dia dengan benar. Karena Princess berharga untuk Kami"


"Siap Dad!"


"Princess. Daddy sama Kak Adnan pulang dulu yah. Nanti Princess pulangnya sama Kak Alfarezi"


"Kenapa Syifa gak pulang bareng kalian?"


Syifa sudah berkaca-kaca matanya.

__ADS_1


Mungkin Syifa menganggap kalau Aditya dan Adnan akan meninggalkannya pergi jauh.


"Jangan nangis Sayang. Alfa mau ajak Ifa jalan-jalan. Mau gak diajak jalan-jalan?. Hmm."


Adnan membujuk seraya tangan kekarnya menghapus lelehan air mata yang jatuh dipipi Syifa.


Syifa memandang Alfa. Ia ingin memastikan apakah benar Alfa ingin mengajaknya jalan-jalan.


Alfa mengerti arti tatapan Syifa.


"Iya, Syifa mau Kakak ajak jalan-jalan?"


"M-mau" Syifa berucap gugup.


"Kalau gitu, Kakak sama Daddy pulang dulu yah" Syifa mengangguk mengiyakan.


"Oh yah Ifa belum makan. Alfa, ajak Ifa makan siang dulu, nanti Ifa sakit kalau makannya telat. Paham?!" Lanjut Adnan pada Alfa dengan tegas.


Alfa mengangguk mengerti.


Setelah Anak dan Ayah itu pergi keluar Restoran. Alfa segera menatap Syifa lagi.


"Mau makan apa Syifa?" Alfa bertanya lembut pada Syifa.


"Mau emm..Syifa mau Kue!"


Syifa menjawab dengan antusias.


"Kue? Gak! Makan nasi dulu yah. Baru makan Kue. Syifa??"


"Emm.. tapi-"


Alfa segera pindah dari duduknya. Menjadi disebelah Syifa.


Mengelus puncak kepala Syifa lembut. Berusaha membujuknya dengan pelan.


"Syifa mau sakit? Makan nasi dulu, makan Kue nya kalau udah makan nasi yah. Okay?"


"He'em"


Syifa mengangguk lesu. Mempoutkan bibirnya lucu. Ia sedikit kecewa karena keinginannya tak langsung di turuti.


"Kan habis makan, kita mau jalan-jalan hmm. Ga boleh cemberut dong"


"Iya! Jalan-jalan!"


Syifa kembali ceria mengingat mereka berdua akan jalan-jalan bersama.


Mungkin Syifa belum paham, kalau ini bisa dinamakan kencan. Syifa gak bakal paham tentang kencan.


Alfa tersenyum lega, gadisnya sudah kembali ceria.


Apa?


Gadisnya?


Tidak salah nih?


Alfa tak mau tahu.


Posesif sekali.


Alfa memesankan Syifa Makanan Chicken Rice, Cake Red Velvet, Mango Juice, Milk.


Sedangkan untuk dirinya hanya Pasta dan Lemon Tea.


Setelah menghabiskan makan siang, Alfa beranjak untuk membayar makanannya di kasir.


Lalu menggandeng Syifa berjalan keluar dari Restoran.



Mereka berdua berjalan ke arah parkiran lalu menaiki Mobil Sport miliknya.


"Ayo masuk Syifa"


Alfa membukakan pintu untuk Syifa. Menghalau atap mobil dengan tangannya. Takut jika membuat Syifa terbentur atap mobil.


Ahh So Sweet.


"Terima kasih Kak Alfa"


"Sama-sama Sayang"


Syifa mendengar kata sayang dari orang lain membuatnya tersipu malu. Pipinya memerah karena blushing.


Eh keceplosan!


Alfa tadi spontan berkata sayang.


Memang dari lubuk hatinya ia sudah sangat menyayangi Syifa.


Bukan sayang biasa, bahkan sudah mencintai Syifa. Tapi bukan sekarang ngungkapinnya.


Alfa memutari mobil lalu menstater mobilnya. Mengemudi santai dengan kecepatan normal.


"Mau kemana nih?"


"Terserah Kakak aja. Syifa ngikut"


Alfa mengangguk paham.


Mobilnya berhenti, parkir di sebuah Mall besar di Aussie.


"Yuk masuk."


"Kenapa ke Mall kak?"


"Emang gak ada yang mau Syifa beli gitu?"


"Umm.. Ada! Syifa mau beli buku"


"Ayo kita ke toko buku"


Alfa menarik tangan Syifa pelan menuju toko buku yang ada di Mall tersebut.


Syifa asik memilih-milih beberapa Novel di rak buku.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Syifa, Alfa berjalan menjauh untuk membeli sesuatu pada Syifa nanti.


Biar Surprize.


"Kak Alfa, Syifa udah nih milihnya. Ka-"


Syifa menoleh kesamping. Gak ada Alfa di sana. Lalu ia mencari-cari keberadaan Alfa.


"Lho kemana sih Kak Alfa. Jangan-jangan Kak Alfa ninggalin Syifa lagi?"


"Gimana dong?"


"Hiks.. hiks.. gimana ini. Syifa g-gak mau sendirian"


Alfa berjalan terburu-buru setelah melihat Syifa menangis sesenggukan dari jauh.


"Loh! Syifa kok nangis. Kenapa? Ada yang sakit?"


"Kak Alfa!!"


Syifa menengok lalu berhambur ke pelukan Alfa. Alfa juga membalas pelukan itu tak kalah erat. Seraya tangannya mengelus punggung Syifa menenangkan.


"Kirain, Syifa mau ditinggal sendiri sama Kak Alfa. Syifa kan takut pulang sendiri" cerita Syifa, alasan kenapa tadi ia menangis.


"Ya enggak dong Sayang. Kak Alfa tadi cuma beli Es krim buat kamu. Nih"


Alfa menyodorkan bungkusan Es krim pada Syifa.


"Es krim?! Ahh makasih Kak Alfa. Sayang Kak Alfa" Syifa kembali memeluk tubuh berotot Alfa.


"Sama-sama. Kakak juga Sayang Syifa"


Alfa membayar Novel milik Syifa. Tadinya Syifa menolak. Tapi ternyata ia lupa tak membawa uang sepeserpun. Akhirnya ia mau dibayarkan oleh Alfa.


Sedangkan Syifa sendiri, ia sedang menikmati Es krimnya. Menjilatnya penuh nikmat.


Manisnya...


Setelah selesai urusan membayar, Alfa segera mengajak Syifa jalan-jalan lagi.


Kali ini ke Taman. Taman yang indah penuh dengan suasana ceria.


Mereka berdua duduk di kursi Taman. Menghadap halaman luas Taman, yang sedang dipenuhi banyak anak-anak kecil yang bermain.


"Woah.. banyak anak kecil disini" kagum Syifa, ia sangat suka dengan anak kecil.


Dulu kan ia tinggal di Panti. Banyak Anak-anak Panti yang masih kecil.


Mereka Menggemaskan.


Sama seperti dirinya.


"Kamu suka anak kecil?"


Syifa mengangguk cepat.


"He'em Syifa suka banget sama anak kecil. Anak kecil itu lucu dan menggemaskan. Iya kan Kak?"


"Iya. Kayak kamu lucu dan menggemaskan"


Syifa salah tingkah dibuatnya. Alfa hanya terkekeh melihatnya.


"Oh ya. Boleh Kakak minta nomor Ponselmu Syifa?"


"Boleh dong Kak. Ini Hp nya Syifa"


Syifa menyerahkan Ponsel miliknya pada Alfa.


Alfa segera mengotak-atik ponsel milik Syifa. Menyimpan nomor Syifa di Hp miliknya. Juga menyimpan nomornya di Hp Syifa.


Lalu Alfa mengembalikan Hp Syifa.


Dan mereka berbincang-bincang sampai tak terasa waktu sudah sore.


...



...


Alfa mengajak Syifa melihat senja.


Karena senja dapat dilihat dari Taman yang luas ini. Lebih tepatnya Taman Kota. Yang identik dengan Taman pasangan muda-mudi.


"Woahh.. senja nya indah. Syifa suka senja"


Alfa tersenyum menanggapi ucapan Syifa.


Ia mengelus pucuk kepala Syifa lembut. Ia tidak menyangka, akan jatuh cinta secepat ini.


Bahkan bertemu belum ada sampai 24 jam. Tapi ia sudah sangat-sangat dalam mencintai seorang yang bernama Asyifa Putri Winata.


Tunggu saja, ia pasti akan membuat Syifa menjadi miliknya.


Ya, hanya miliknya seorang.


...■■♤■■...


1445 Karakter.


Hai Up malam banget..😆


Maaf gak kaya part sebelumnya bisa sampai 2000 Words.


Selamat malam semua😚🌒🌒🌒


VOTE✅✅✅


COMMENT✅✅✅


DADAH SAYANGKU😇😗😍😚


Salam sayang


Lia🙆


^^^Minggu, 11 Oktober 2020.^^^

__ADS_1


__ADS_2