Overprotective Asyifa Family

Overprotective Asyifa Family
Episode 50


__ADS_3

Kaki Alfa mengikuti langkah Syifa di belakangnya, Syifa dengan riang bermain air kesana-kemari lalu berpindah-pindah tempat.


Alfa dengan setia mengikuti Syifa kemanapun Syifa melangkah. Mereka tadi juga sempat berlari kejar-kejaran. Alfa mengejar Syifa dengan langkah panjangnya karena Syifa yang sudah menyipratkan sedikit air ke arah wajah Alfa.


Bukannya marah, Alfa malah tertawa. Ia menyanggupi tantangan Syifa untuk mengejar juga menangkapnya.


Alfa bertekad untuk menangkap Syifa, dan itu berhasil. Syifa tertawa merasa geli karena kelitikan jari-jemari Alfa di pinggangnya.


Syifa tertawa dengan lepas, Alfa pun begitu. Ia akhirnya ikut tertawa mendengar tawa Syifa yang begitu lepas, mampu menularkan tawa juga pada Alfa.


Kini, Syifa berjalan dengan langkah pelan, kakinya terendam air sebatas mata kaki. Dress bagian bawahnya sudah basah terkena air. Tak berbeda dengan Celana Alfa yang ikutan basah.


Alfa tak peduli, ia lebih mengkhawatirkan keadaan Syifa.


Syifa pasti belum sarapan, apalagi ia mengajak Syifa ke pantai dan langsung bermain air.


"Sayang" Panggil Alfa.


Kepala Syifa menoleh ke belakang, "Apa?"


"Udahan main airnya, Kita sarapan dulu yuk"


"Tapi kan Syifa belu-"


"Nanti dilanjut main air lagi sayang, nurut yah" Ucap Alfa begitu lembut.


Suara lembut Alfa yang mengalun indah, mampu membuat Syifa luluh. Lelaki seperti Alfa bisa melembutkan suaranya adalah hal yang patut di syukuri.


Terlebih dengan fisik Alfa yang sungguh atletis, suaranya pun begitu deep voice. Tapi ketika ia melembutkan suaranya, itu terdengar sangat indah. Mampu membuat Syifa tak berkutik, tak mampu membantah.


Akhirnya Syifa menurut, kakinya melangkah mendekat pada Alfa. Kepalanya ia dongakan untuk menatap Alfa yang begitu menjulang tinggi berdiri didepannya.


Tangan Alfa merapihkan rambut Syifa yang berantakan karena tertiup angin. Rambutnya ada yang berterbangan beberapa helai. Itu menambah kesan cantik alami Syifa.


"Kita makan dulu ya, nanti bisa lanjut main"


Syifa mengangguk menurut, "Iya"


Bibir Alfa terukir senyuman manis. Syifa terpana, walau Alfa sering tersenyum untuknya. Tapi tetap saja, ia selalu terpana dan sangat mengagumi Alfa yang sungguh tampan dan berkharisma.


"Tampan"


Tanpa sadar Syifa mengucapkan kata 'Tampan' didepan Alfa.


Alfa terkekeh mendengar ucapan Syifa barusan, "Baru nyadar?"


"Eh?!" Tangan Syifa menutup mulutnya yang berbicara tanpa di rem. Ia tak sadar saat mengucapkan itu, ia malu.


Pipi Syifa memerah bahkan menjalar ke telinganya. Tangan Alfa mengusap Pipi kemerahan Syifa, lalu berpindah ke telinga Syifa yang juga memerah.


Syifa kembali Blushing Ia tambah merona karena perlakuan Alfa yang sungguh manis, sedikit Skinship mampu membuatnya merona dengan mudah.


Mata Syifa melirik ke segala arah, yang penting tidak menatap wajah Alfa. Dirinya sungguh malu, terlebih dengan perlakuan Alfa padanya.


"Emm, katanya mau makan" Ucap Syifa berusaha untuk mengalihkan.


Alfa tersenyum geli karena tahu Syifa mengatakan itu untuk mengalihkan rasa malunya.


"Kenapa harus malu sih sayang?" Balas Alfa yang menurut Syifa tidak nyambung dengan apa yang ia tanyakan.


"Hah?"


Syifa melongo, bibirnya terbuka karena tidak paham apa maksud Alfa.


Melihat wajah Syifa yang menggemaskan tak kuasa Alfa menahan gemas, ia tertawa lepas.

__ADS_1


Suara tawa Alfa malah membuat Syifa cemberut, ia kesal apa lagi yang dia tertawakan. Perasaan Alfa sering banget tertawa jika bersamanya.


"Gemes deh"


Bibir Syifa dimajukan ke depan dan kedua tangannya bersidekap didepan dada.


Tangan Alfa memegang lengan Syifa, lalu menggandengnya.


"Kita ganti baju dulu yah, baju Kamu basah nanti masuk angin"


"Iya" Kepala Syifa mengangguk setuju.


Setelah selesai berganti pakaian, Syifa mengikuti langkah Alfa yang membawanya ke suatu tempat.


Syifa berjalan mengikuti kemana Alfa melangkah, kepala Syifa menengok ke belakang. Ia melihat ke arah pantai dengan pandangan sendu.


Alfa melirik sekilas lalu berkata, "Nanti bisa main lagi, gak usah khawatir"


"Di mobil ada baju lagi kok" Lanjut Alfa menambahkan.


Syifa terkejut, ia tersenyum malu. Syifa menyembunyikan wajah merahnya di lengan Alfa, sambil berjalan.


Alfa membawa Syifa ke tempat Restoran. Letaknya tidak terlalu jauh dengan pantai. Hanya melangkah beberapa menit, bangunan Resto sudah terlihat.


Mereka berdua masuk ke dalam Restoran, interiornya sungguh elegan. Dengan warna yang kuat yaitu Merah, tidak terlalu banyak hiasan tetapi sangat menarik.


Disana juga terletak tempat khusus, spot yang tepat untuk berfoto dan mengisi feeds Instagram.


Alfa memilih tempat di pojok, dekat dengan spot untuk berfoto, disamping mereka adalah kaca yang langsung tertuju ke arah luar, dari sini juga bisa melihat pantai dan banyaknya hingar-bingur orang berlalu.


Syifa menatap kaca disampingnya, ia ingin melihat dengan teliti semua tempat-tempat di kota ini. Ia yakin ini masih termasuk Kota Jakarta, hanya saja ia tidak begitu paham di bagian mananya.


Yang penting adalah ia masih bisa menikmati masa bersenang-senang dan bersantai. Melepas penat dari kesibukkan sekolah.


Tanpa Syifa sadari, saat ia sibuk memandang arah luar. Alfa sudah memesan makanan untuknya tanpa persetujuan. Makanan apapun yang dipilih Alfa nanti, tetap akan ia makan. Alfa pasti tahu apa yang ia suka dan tidak ia suka.


Sang pelayang meletakkan semua menu makanan diatas meja mereka. Syifa menatap semua makanan itu dengan berbinar. Cacing di perutnya pun meronta-ronta ingin segera di isi.


Syifa melipat bibirnya kedalam untuk menahan rasa ingin segera menyantap makanan yang berada di depannya.


Mata Syifa memicing melihat sang pelayan memberikan satu tangkai bunga mawar merah yang masih ada dua daun di tangkai bunganya.


Syifa kesal melihat pelayan wanita itu memberikan Alfa bunga disertai sebuah senyuman dari pelayan itu.


Beberapa saat setelah selesai memberikan Alfa bunga, pelayan itu pergi berlalu kembali ke dalam.


Sekarang perhatian Syifa hanya menatap Alfa yang duduk didepannya.


"Dia? Bunga?" Ucap Syifa sembari tangannya menunjuk arah pelayan tadi berlalu dan bergantian menunjuk bunga di tangan Alfa.


Alfa tersenyum, ia paham apa yang ingin ditanyakan Syifa. Hatinya dilanda berbunga-bunga dengan Syifa yang cemburu.


"Bunga mawar ini, buat Kamu"


"Hah?" Syifa tentunya bingung.


Tangan Alfa masih menggantung di udara dengan tangkai bunga mawarnya.


"Ini, buat Kamu sayang"


Syifa menerima bunga itu dengan wajah bingung juga memerah.


"Aku sengaja pesan bunga buat Kamu, dan kebetulan pelayan yang melayani kita adalah seorang wanita"


"Jangan cemberut lagi, Aku tahu Kamu cemburu"

__ADS_1


Alfa tanpa diperintah, dengan sendirinya menjelaskan asal bunga mawar itu.


Penjelasan dari Alfa membuat perasaan Syifa menghangat, ia sungguh terharu. Alfa yang penuh kejutan.


"Terima kasih" Ucap Syifa tulus dari relung hatinya yang paling dalam.


Alfa mengangguk dan tersenyum, "Sama-sama sayang"


Tak beda jauh dengan perasaan Alfa, ia juga merasa hatinya membuncah bahagia dengan adanya Syifa di sisinya.


"Lapar" Ucap Syifa tiba-tiba.


Alfa tersenyum geli karena Syifa memperlihatkan puppy eyes-nya.


"Makanlah"


Syifa tersenyum cerah, ia langsung memakan makanan yang tersaji didepan matanya.


Nasi Ayam, Kentang goreng, Sosis bakar, Milkshake Chocolate, dan Es krim. Sungguh sangat nikmat.


Mereka berdua makan dengan lahap, ah lebih tepatnya hanya Syifa yang makan terlalu semangat.


Setelah makanan habis tak tersisa, Alfa segera menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Mereka berjalan keluar dari Restoran. Syifa menatap bingung.


"Sekarang Kita mau kemana?"


"Mau balik ke pantai lagi?" Tanya Alfa.


Kepala Syifa mengangguk antusias, "Mau!"


Tangan Alfa mengusak rambut Syifa. Mereka pun berjalan kembali ke arah pantai.


Mereka duduk di bangku yang tersedia untuk beristirahat sebentar, karena mereka juga baru saja mengisi perut.


"Ada yang mau Aku omongin" Ucap Alfa tiba-tiba.


"Tentang apa?" Tanya Syifa.


"Aku mau ke Instanbul, Turki"


"Perjalan bisnis" Lanjut Alfa sebelum Syifa membuka suaranya.


Syifa terdiam cukup lama.


"Di sananya lama gak? Pulangnya kapan?"


"Aku juga belum pergi Sayang, udah ditanyain pulangnya kapan"


"Ish!" Sungut Syifa sebal.


"Untuk tepatnya kapan, aku belum tahu. Kemungkinan bisa lebih lama Aku di sananya"


Mata syifa berkaca-kaca, ia langsung memeluk Alfa dengan erat. Menumpahkan tangisnya didada Alfa.


Alfa setia mengelus punggung Syifa naik turun.


"Jangan sedih sayang"


"Aku gak suka Kamu menangis"


"Aku bukan pergi selamanya kok, ini hanya semenatara"


Cup

__ADS_1


Alfa mengecup kening Syifa lembut, ia tidak tega melihat tangisan Syifa untuknya.


Hatinya ikutan sedih melihat air mata mengalir di kedua pipi Syifa.


__ADS_2